Selasa, 20 Oktober 2026
03:49 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Virus hanta

Virus hanta

genus virus

Bagikan:
Orthohantavirus
Mikrograf elektron transmisi dari "Virus Sin Nombre"
Mikrograf elektron transmisi dari Virus Sin Nombre
Klasifikasi virus Sunting klasifikasi ini
(tanpa takson): Virus
Dunia: Riboviria
Kerajaan: Orthornavirae
Filum: Negarnaviricota
Kelas: Bunyaviricetes
Ordo: Elliovirales
Famili: Hantaviridae
Subfamili: Mammantavirinae
Genus: Orthohantavirus
Spesies

#Klasifikasi

Sinonim[1]
  • Hantavirus

Virus Hanta (Orthohantavirus) atau hantavirus adalah genus virus dari familia Bunyaviridae yang menyebabkan penyakit sindrom paru virus hanta (hantavirus pulmonary syndrome).[2] Virus ini berbentuk bundar dengan diameter 100 nm.[3] Pada bagian luar strukturnya, terdapat selubung virus dan di dalamnya dilapisi dengan membran ganda.[3] Genomnya terdiri dari 6.550 nukleotida yang mengodekan enzim transkriptase virus, nukleokapsid, dan glikoprotein virus.[3] Virus ini mudah dinonaktifkan oleh panas, detergen, pelarut organik, dan larutan hipoklorit.[3]

250px-Sigmodon_hispidus1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tikus kapas, Sigmodon hispidus, adalah salah satu pembawa virus Hanta.

Virus ini banyak terdapat pada hewan hewan pengerat seperti tikus, mencit, dan Lemmus lemmus (lemming).[2] Sebagian besar virus ini ditransmisikan melalui inhalasi kotoran hewan pengerat yang terinfeksi virus Hanta.[2] Manusia sebagai inang dapat terinfeksi virus ini apabila melakukan kontak dengan hewan pengerat dan kotorannya.[2] Pada tahun 2005 dan 2019, transmisi virus Andes antarmanusia dilaporkan di Amerika Selatan.[4]

Virus Hanta dinamai dari Sungai Hantan di Korea Selatan yang menjadi tempat wabah pertama kali ditemukan pada Tahun 1950 Zaman Perang Korea[5] dan diisolasi pada tahun 1976 oleh Ho Wang Lee.

Penyakit

Hantavirus dibagi menjadi hantavirus Dunia Lama (Old World hantaviruses: OWHV), yang biasanya menyebabkan demam berdarah hantavirus dengan sindrom ginjal (hemorrhagic fever with renal syndrome: HFRS) di Afrika, Asia, dan Eropa, serta hantavirus Dunia Baru (NWHV) yang berhubungan dengan sindrom paru hantavirus (hantavirus pulmonary syndrome : HPS) di benua Amerika. Tingkat kematian kasus HFRS berkisar dari kurang dari 1% hingga 15%, sedangkan untuk HPS berkisar antara 30–60%.[6][7][8][9] Tingkat keparahan gejala HFRS berbeda-beda tergantung virusnya: Virus Hantaan menyebabkan HFRS berat, Virus Seoul menyebabkan HFRS sedang, Virus Puumala menyebabkan HFRS ringan,[10] sedangkan infeksi Virus Dobrava-Belgrade dapat bervariasi dari ringan hingga berat tergantung genotipenya.[11] Bentuk ringan HFRS yang disebabkan oleh virus Puumala dan virus Dobrava-Belgrade sering disebut nephropathia epidemica (NE).[12][13] Infeksi ulang hantavirus belum pernah diamati, sehingga pemulihan dari infeksi kemungkinan memberikan kekebalan seumur hidup.[14][15]

HFRS ditandai oleh lima fase: demam, hipotensi, produksi urin rendah (oliguria), produksi urin tinggi (poliuria), dan pemulihan. Gejala biasanya muncul 12–16 hari setelah terpapar virus.[16] Penyakit ginjal akut terjadi dengan pembengkakan ginjal, kelebihan protein dalam urin (proteinuria), dan darah dalam urin (hematuria). Gejala lain meliputi sakit kepala, nyeri punggung bawah, mual, muntah, diare, tinja berdarah, munculnya bintik-bintik pada kulit (petekie), dan perdarahan pada saluran pernapasan.[6][17] Gagal ginjal menyebabkan oliguria, dan pemulihan kesehatan ginjal disertai dengan poliuria.[6][10] Pemulihan biasanya memerlukan beberapa bulan.[18] Pada kasus yang lebih ringan, fase-fase HFRS mungkin sulit dibedakan,[19] atau beberapa fase mungkin tidak muncul, sedangkan pada kasus yang lebih berat, fase-fase tersebut dapat saling tumpang tindih.[10]

HPS terutama disebabkan oleh dua virus: Virus Andes dan Virus Sin Nombre. Penyakit ini memiliki tiga fase: prodromal (awal), kardiopulmoner, dan pemulihan. Gejala muncul sekitar 1–8 minggu setelah terpapar virus. Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, sesak napas (dispnea), dan jumlah trombosit rendah (trombositopenia). Selama fase kardiopulmoner, terjadi peningkatan denyut jantung (takikardia), detak jantung tidak teratur (aritmia), dan syok kardiogenik. Kebocoran kapiler paru dapat menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut, penumpukan cairan di paru-paru (edema paru), hipotensi, dan penumpukan cairan di rongga dada (efusi pleura). Gejala-gejala ini dapat menyebabkan kematian mendadak.[6][9][20] Setelah fase kardiopulmoner teratasi, pemulihan biasanya memerlukan waktu 3 hingga 6 bulan,[20] disertai poliuria. Walaupun HFRS berhubungan dengan penyakit ginjal dan HPS dengan penyakit kardiopulmoner, HFRS kadang-kadang dapat mencakup gejala kardiopulmoner yang berhubungan dengan HPS dan HPS kadang-kadang dapat mencakup gejala ginjal yang berhubungan dengan HFRS.[20][21]

Klasifikasi

Orthohantavirus termasuk dalam famili Hantaviridae, yang mencakup semua hantavirus. Genus ini memiliki 37 spesies, yang dicantumkan di bawah ini beserta virus contoh dari masing-masing spesies. Secara umum, nama spesies menggunakan nama virus contoh dengan akhiran -ense.[22]

Banyak hantavirus lainnya belum diklasifikasikan, meskipun beberapa mungkin merupakan isolat dari virus lain:[23][24]

Catatan

  1. ↑ Virus contoh dari Orthohantavirus dobravaense adalah virus Dobrava, yaitu genotipe dari virus Dobrava-Belgrade. Dalam makalah ilmiah, "virus Dobrava-Belgrade" pada dasarnya digunakan sebagai sinonim untuk Orthohantavirus dobravaense.
  2. ↑ Orthohantavirus thailandense menggunakan nama virus Thailand, tetapi virus contohnya adalah virus Anjozorobe.

Referensi

  1. ↑ "History of the taxon: Genus: Orthohantavirus (2023 Release, MSL #39)". ictv.global (dalam bahasa Inggris). International Committee on Taxonomy of Viruses. Diakses tanggal 10 Januari 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 (Inggris)Madigan MT, Martinko JM, (2000). Brock Biology of Microorganisms. Prentice Hall. ISBN 978-0-13-081922-2.Page.888-889
  3. 1 2 3 4 (Inggris) McCaughey C, Hart CA (2000). "Hantaviruses" (PDF). J Med Microbiol. 49: 587–599.[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Martinez VP, Bellomo C, San Juan J, Pinna D, Forlenza R, Elder M, Padula PJ (2005). "Person-to-person transmission of Andes virus". Emerging Infectious Diseases. 11 (12): 1848–1853. doi:10.3201/eid1112.050501. PMC 3367635. PMID 16485469.
  5. ↑ "ICTV 9th Report (2011) – Negative Sense RNA Viruses – Bunyaviridae". International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 31 Januari 2019. Hanta: from Hantaan, river in South Korea near where type virus was isolated.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 4 Chen R, Gong H, Wang X, Sun M, Ji Y, Tan S, Chen J, Shao J, Liao M (8 Agustus 2023). "Zoonotic Hantaviridae with Global Public Health Significance". Viruses. 15 (8): 1705. doi:10.3390/v15081705. PMC 10459939. PMID 37632047.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Toledo J, Haby MM, Reveiz L, Sosa Leon L, Angerami R, Aldighieri S (17 Oktober 2022). "Evidence for Human-to-Human Transmission of Hantavirus: A Systematic Review". J Infect Dis. 226 (8): 1362–1371. doi:10.1093/infdis/jiab461. PMC 9574657. PMID 34515290.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Kim WK, Cho S, Lee SH, No JS, Lee GY, Park K, Lee D, Jeong ST, Song JW (8 Januari 2021). "Genomic Epidemiology and Active Surveillance to Investigate Outbreaks of Hantaviruses". Front Cell Infect Microbiol. 10 532388. doi:10.3389/fcimb.2020.532388. PMC 7819890. PMID 33489927.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 Jacob AT, Ziegler BM, Farha SM, Vivian LR, Zilinski CA, Armstrong AR, Burdette AJ, Beachboard DC, Stobart CC (9 November 2023). "Sin Nombre Virus and the Emergence of Other Hantaviruses: A Review of the Biology, Ecology, and Disease of a Zoonotic Pathogen". Biology. 12 (11): 1143. doi:10.3390/biology12111413. PMC 10669331. PMID 37998012.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 3 Tariq M, Kim DM (Maret 2022). "Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome: Literature Review, Epidemiology, Clinical Picture and Pathogenesis". Infect Chemother. 54 (1): 1–19. doi:10.3947/ic.2021.0148. PMC 8987181. PMID 35384417.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Klempa B, Avsic-Zupanc T, Clement J, Dzagurova TK, Henttonen H, Heyman P, Jakab F, Kruger DH, Maes P, Papa A, Tkachenko EA, Ulrich RG, Vapalahti O, Vaheri A (2013). "Complex evolution and epidemiology of Dobrava-Belgrade hantavirus: definition of genotypes and their characteristics". Arch Virol. 158 (3): 521–529. doi:10.1007/s00705-012-1514-5. PMC 3586401. PMID 23090188.
  12. ↑ Riccò M, Peruzzi S, Ranzieri S, Magnavita N (25 Oktober 2021). "Occupational Hantavirus Infections in Agricultural and Forestry Workers: A Systematic Review and Metanalysis". Viruses. 13 (11): 2150. doi:10.3390/v13112150. PMC 8621010. PMID 34834957.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Afzal S, Ali L, Batool A, Afzal M, Kanwal N, Hassan M, Safdar M, Ahmad A, Yang J (12 Oktober 2023). "Hantavirus: an overview and advancements in therapeutic approaches for infection". Front Microbiol. 14 1233433. doi:10.3389/fmicb.2023.1233433. PMC 10601933. PMID 37901807.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Hansen A, Cameron S, Liu Q, Sun Y, Weinstein P, Williams C, Han GS, Bi P (April 2015). "Transmission of haemorrhagic fever with renal syndrome in china and the role of climate factors: a review". Int J Infect Dis. 33: 212–218. doi:10.1016/j.ijid.2015.02.010. hdl:2440/94644. PMID 25704595.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ Krüger DH, Schönrich G, Klempa B (Juni 2011). "Human pathogenic hantaviruses and prevention of infection". Hum Vaccin. 7 (6): 685–693. doi:10.4161/hv.7.6.15197. PMC 3219076. PMID 21508676.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Zhang Y, Ma R, Wang Y, Sun W, Yang Z, Han M, Han T, Wu XA, Liu R (30 September 2021). "Viruses Run: The Evasion Mechanisms of the Antiviral Innate Immunity by Hantavirus". Front Microbiol. 12 759198. doi:10.3389/fmicb.2021.759198. PMC 8516094. PMID 34659193.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ Sehgal A, Mehta S, Sahay K, Martynova E, Rizvanov A, Baranwal M, Chandy S, Khaiboullina S, Kabwe E, Davidyuk Y (18 Februari 2023). "Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome in Asia: History, Pathogenesis, Diagnosis, Treatment, and Prevention". Viruses. 15 (2): 561. doi:10.3390/v15020561. PMC 9966805. PMID 36851775.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ Lupuşoru G, Lupuşoru M, Ailincăi I, Bernea L, Berechet A, Spătaru R, Ismail G (September 2021). "Hanta hemorrhagic fever with renal syndrome: A pathology in whose diagnosis kidney biopsy plays a major role (Review)". Exp Ther Med. 22 984. doi:10.3892/etm.2021.10416. PMC 8311249. PMID 34345266.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ Avšič-Županc T, Saksida A, Korva M (April 2019). "Hantavirus infections". Clin Microbiol Infect. 21S: e6–e16. doi:10.1111/1469-0691.12291. PMID 24750436.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. 1 2 3 Koehler FC, Di Cristanziano V, Späth MR, Hoyer-Allo KJ, Wanken M, Müller RU, Burst V (29 Januari 2022). "The kidney in hantavirus infection-epidemiology, virology, pathophysiology, clinical presentation, diagnosis and management". Clin Kidney J. 15 (7): 1231–1252. doi:10.1093/ckj/sfac008. PMC 9217627. PMID 35756741.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ Noack D, Goeijenbier M, Reusken CB, Koopmans MP, Rockx BH (4 Agustus 2020). "Orthohantavirus Pathogenesis and Cell Tropism". Front Cell Infect Microbiol. 10 399. doi:10.3389/fcimb.2020.00399. PMC 7438779. PMID 32903721.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. ↑ "Taksonomi Virus: Rilis 2024". Komite Internasional Taksonomi Virus. Diakses tanggal 17 Maret 2025.
  23. ↑ "Genus: Orthohantavirus". ictv.global. International Committee on Taxonomy of Viruses. Diakses tanggal 10 Januari 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. ↑ Kuhn JH, Bradfute SB, Calisher CH, Klempa B, Klingström J, Laenen L, Palacios G, Schmaljohn CS, Tischler N, Maes P (23 Juni 2023). "Evaluasi ulang dan reorganisasi famili Hantaviridae (ordo Bunyavirales)" (docx). ictv.global. Komite Internasional Taksonomi Virus. Diakses tanggal 10 Januari 2025.
  25. ↑ "Sejarah takson: Spesies: Orthohantavirus seewisense (Rilis 2022, MSL #38)". ictv.global. Komite Internasional Taksonomi Virus. Diakses tanggal 10 Januari 2025.


Ikon rintisan

Artikel bertopik virus ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan