Rabu, 07 Oktober 2026
07:08 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Video reaksi

Video reaksi

Bagikan:
250px-2_girls_1_cup_first_reaction.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cuplikan gambar dari video Youtube berjudul 2 Girls 1 Cup First Reaction. Berkas ini dibuat oleh PostApocalypticBunny.

Video reaksi (bahasa Inggris:react video) adalah sejenis video yang memperlihatkan satu atau lebih orang memberikan reaksi terhadap suatu konten.[1] Video yang menampilkan reaksi emosional, kritik, atau komentar dari orang-orang yang menonton film, episode serial televisi, cuplikan film, video musik, berita, atau media lainnya sangat banyak dan populer di layanan penyedia video daring seperti YouTube dan layanan streaming langsung seperti Twitch. Dalam beberapa kasus, orang yang ditampilkan dalam video mungkin tidak menyadari bahwa mereka sedang direkam. Sering kali, video yang sedang direspons juga ditampilkan dalam video reaksi, sehingga pemirsa dapat melihat konten yang sedang direspons.

Pertanyaan tentang apakah dan kapan video reaksi dianggap sebagai penggunaan wajar atas kekayaan intelektual, bukan sebagai pengambilan konten yang direspons, serta pelanggaran hak cipta, telah menimbulkan kontroversi dan menjadi subjek diskusi serta perdebatan.

Sejarah

Di televisi, klip reaksi telah lama menjadi fitur umum dalam acara varietas Jepang, dengan selebritas dan tarento (figur publik) diperlihatkan bereaksi terhadap cuplikan video. Format ini berkembang dari acara kuis TV Jepang pada tahun 1970-an yang melibatkan peserta dari penonton yang menjawab pertanyaan. Pada tahun 1981, Fuji Television memperkenalkan Naruhodo! The World, sebuah acara yang menampilkan panel selebritas dan komedian yang menonton video pendek dan kemudian menjawab pertanyaan terkait video tersebut. Format ini kemudian berkembang menjadi format "waipu," ketika sebuah "kotak waipu" yang ditempatkan di sudut layar menampilkan selebritas atau tarento yang bereaksi terhadap cuplikan video. Format reaksi ini masih banyak digunakan dalam acara varietas Jepang dan berfungsi sebagai padanan dengan laugh track pada acara televisi Amerika.[2]

Salah satu video reaksi daring pertama yang menjadi viral menampilkan seorang anak yang bereaksi terhadap lelucon "Scary Maze Game" di YouTube pada tahun 2006.[3] Sejak 2007, video reaksi mulai berkembang pesat di Internet. Topik pertama yang menjadi sorotan dalam video-video ini adalah reaksi terhadap video mengejutkan 2 Girls 1 Cup.[4] Pada tahun 2011, video yang menampilkan orang-orang merekam diri mereka sendiri saat bereaksi terhadap trailer film telah menjadi bagian penting dari layanan seperti YouTube. Banyaknya video reaksi terhadap peristiwa televisi yang sangat populer atau mengejutkan, seperti episode "The Rains of Castamere" dari Game of Thrones pada tahun 2013, bahkan telah menjadi bahan pembahasan tersendiri.[5]

Pada tahun 2013, saluran televisi Inggris Channel 4 mengadaptasi format video reaksi menjadi acara televisi Gogglebox. Dalam acara realitas ini, keluarga atau kelompok teman menonton dan mendiskusikan siaran televisi populer dari minggu sebelumnya di rumah mereka sendiri. Format ini sukses dan memicu adaptasi berlisensi di pasar televisi lainnya.[6]

Video reaksi musik

Video reaksi musik adalah sejenis konten yang memperlihatkan orang merekam diri mereka sendiri dan reaksi mereka saat mendengarkan sebuah lagu atau menonton video musik untuk pertama kalinya.[7] Beberapa video menampilkan kontras dengan pendengar yang berada di luar audiens tradisional untuk musik tersebut. The New York Times mencatat adanya dinamika rasial dalam banyak video reaksi ini, dengan pendengar muda berkulit hitam sering kali merespons secara positif terhadap musik dari musisi kulit putih yang lebih tua.[8]

Sejumlah kanal YouTube yang mengkhususkan diri dalam video reaksi musik telah meraih kesuksesan besar, dengan label musik ternama menghubungi mereka untuk mempromosikan artis-artis mereka. Ketika video reaksi Tim dan Fred Williams terhadap lagu "In the Air Tonight" oleh Phil Collins menjadi viral, lagu tersebut melonjak ke peringkat kedua di tangga lagu iTunes.[8]

Referensi

  1. ↑ Palladino, Valentina (2016-04-03). "The science behind the insane popularity of "react" videos on YouTube". Ars Technica (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-09-04.
  2. ↑ Gordenker, Alice (2011-10-18). "Annoying TV pop-ups". The Japan Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-09-04.
  3. ↑ "Mandatory - Laugh. Learn. Do Some Good". Mandatory (dalam bahasa American English). 2024-09-04. Diakses tanggal 2024-09-04.
  4. ↑ Anderson, Sam (25 November 2011). "Watching People Watching People Watching". New York Times Magazine. Diakses tanggal 2024-09-04.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Hudson, Laura. "What's Behind Our Obsession With Game of Thrones Reaction Videos". Wired (dalam bahasa American English). ISSN 1059-1028. Diakses tanggal 2024-09-04.
  6. ↑ Plunkett, John (2013-12-17). "Channel 4 hit show Gogglebox goes global". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2024-09-04.
  7. ↑ Cameron, Anson (2022-06-15). "I'm hooked on YouTube reaction videos. Why are they so addictive?". The Sydney Morning Herald (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-09-04.
  8. 1 2 Rosen, Jody (27 Agustus 2020). "The Racial Anxiety Lurking Behind Reaction Videos". The New York Times. Diakses tanggal 2024-09-04.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan