Kamis, 01 Oktober 2026
05:58 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Victor Adler

Victor Adler

dokter asal Austria

Bagikan:
Victor Adler
250px-Victor_Adler_%28ca_1900%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Adler di tahun 1900
Menteri Luar Negeri
KanselirKarl Renner
PenggantiOtto Bauer
Ketua Partai Demokrat Sosial Austria
PenggantiKarl Seitz
Informasi pribadi
Lahir(1852-06-24)24 Juni 1852
Meninggal11 November 1918(1918-11-11) (umur 66)
Partai politikPartai Demokrat Sosial Austria (SDAP)
AlmamaterUniversitas Wina
ProfesiNeurologis

Victor Adler (24 Juni 1852 – 11 November 1918) adalah seorang politikus Austria, seorang pemimpin gerakan buruh dan pendiri Partai Demokrat Sosial Austria (SDAP).[1]

Kehidupan

Adler lahir di Praha, putra dari seorang saudagar Yahudi, yang berasal dari Leipnik di Moravia. Keluarganya pindah ke wilayah Leopoldstadt, Wina ketika dia berusia tiga tahun. Ia bersekolah gimnasium Schottenstift yang terkenal bersama dengan Heinrich Friedjung dan merupakan salah satu dari sedikit siswa Yahudi. Setelah itu ia belajar kimia dan kedokteran di Universitas Wina. Setelah lulus pada tahun 1881, ia bekerja sebagai asisten Theodor Meynert di departemen psikiatri Rumah Sakit Umum Wina.

Pada tahun 1878, ia menikah dengan Emma Braun. Putra mereka Friedrich lahir pada tahun 1879. Dari tahun 1882 hingga 1889, pasangan itu tinggal di 19 Berggasse di wilayah Alsergrund di Wina. Rumah tersebut kemudian dikenal sebagai kantor Sigmund Freud.

Adler awalnya mendukung gerakan nasional Jerman yang dipimpin oleh Georg Schönerer dan bekerja pada Program Linz di tahun 1882. Namun, kebijakan Schönerer yang semakin antisemit yang memuncak pada amendemen paragraf Arya, menyebabkan keterasingan Adler yang lebih berfokus pada masalah sosial. Dari tahun 1886 ia menerbitkan jurnal Marxis Gleichheit (Kesetaraan), meliput kondisi kerja di pabrik batu bata Wienerberger dan agitasi terhadap sistem truk. Setelah Gleichheit dilarang, ia menerbitkan Arbeiter-Zeitung (Koran Buruh) dari tahun 1889. Adler melakukan perjalanan ke Jerman dan Swiss, di mana ia bertemu dengan Friedrich Engels, August Bebel dan Karl Liebknecht. Ia dihukum beberapa kali karena aktivitasnya dan menghabiskan sembilan bulan di penjara.

Sebelum Perang Dunia I, Adler adalah pemimpin dari apa yang sekarang disebut Partai Demokrat Sosial Austria di Wina. Dia secara terbuka mendukung keputusan pemerintah Kekaisaran untuk berperang, walaupun memiliki keraguan pribadi. Ia masuk dalam pemerintahan Austria yang baru pada Oktober 1918 dan menganjurkan Anschluss (penyatuan) negara-negara bagian Austria dengan Jerman tetapi meninggal karena gagal jantung — secara kebetulan pada hari terakhir Perang Dunia I — sebelum ia dapat melanjutkan proyek ini.[2] Dia adalah ayah dari Friedrich Adler.[3]

Referensi

  1. ↑ Britannica.com
  2. ↑ Britannica.com
  3. ↑ Alder, Douglas D. (1978). "Friedrich Adler: Evolution of a Revolutionary". German Studies Review. 1 (3): 260–284. doi:10.2307/1429221. ISSN 0149-7952.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan