Jumat, 16 Oktober 2026
17:05 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Vertep

Vertep

Bagikan:
250px-%D0%A1%D0%BA%D1%80%D0%B8%D0%BD%D1%8C%D0%BA%D0%B0_%D0%B2%D0%B5%D1%80%D1%82%D0%B5%D0%BF%D0%BD%D0%BE%D1%97_%D0%B4%D1%80%D0%B0%D0%BC%D0%B8.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar kotak vertep dari abad ke-18

Dalam budaya Ukraina, vertep (Sirilik: вертеп) adalah teater boneka dan drama portabel, yang menampilkan adegan kelahiran Yesus, drama misteri lainnya, serta plot sekuler dengan unsur-unsur satir dan lucu. Arti asli kata tersebut adalah "tempat rahasia", "gua", "sarang", mengacu kepada gua tempat Kristus dilahirkan, yaitu Gua Betlehem. Vertep pertama kali muncul pada paruh pertama abad ke-17 di bawah pengaruh tradisi Eropa Barat, yang menyebar ke Ukraina, kemudian menjadi bagian dari Persemakmuran Polandia–Lituania (lihat szopka ), dan menjadi populer di Hetmanat Kazaki, yang akhirnya menjadi protektorat Kekaisaran Rusia.

Sedangkan dalam budaya Belarusia, Vertev dikenal sebagai Batlejka (батлейка) yang berasal dari " Betlehem".

Vertep umumnya berupa kotak kayu dengan satu atau dua tingkat. Lantainya memiliki celah-celah yang digunakan dalang untuk mengendalikan boneka kayu. Lantai atas dari kotak bertingkat dua itu digunakan untuk adegan kelahiran Yesus, sementara lantai bawah untuk selingan dan drama misteri lainnya (paling sering menampilkan kisah Herodes dan Rachel) serta drama sekuler, yang sering kali berkarakter komedi.

Setelah Revolusi Rusia tahun 1917, negara Soviet yang atheis sangat melarang agama di muka umum dan unsur-unsur budaya yang terkait dengannya, dan pada tahun 1930-an tradisi vertep Natal hampir dihilangkan, kecuali di wilayah Ukraina Barat.[1]

Ukraina

250px-%D0%9C%D0%B5%D0%B6%D0%B8%D0%B3%D1%96%D1%80%D1%81%D1%8C%D0%BA%D0%B8%D0%B9_%D0%B2%D0%B5%D1%80%D1%82%D0%B5%D0%BF_1923.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kotak vertep berisi boneka dari Mezhyhirya, 1923

Vertep Ukraina, atau teater boneka, pertama kali muncul pada paruh kedua abad ke-16 hingga awal abad ke-17 dari drama misteri Eropa Barat yang populer. Budaya ini diperkirakan diperkenalkan oleh mahasiswa Akademi Kyiv-Mohyla.[2] Teater boneka vertep diperkenalkan ke masyarakat pedesaan Ukraina oleh para diaken pengembara dan murid-murid Akademi tersebut. Teater tersebut memiliki banyak jenisnya di masing-masing daerah regional. Pertunjukannya dibagi menjadi dua bagian terpisah, sakral dan sekuler, dengan bagian terakhir mengambil bentuk tragedi atau komedi.

Bagian yang sakral berdasarkan adegan Kelahiran Yesus dengan selingan-selingan, sementara bagian umum adalah cerita kehidupan sehari-hari yang sering kali mengolok-olok isu-isu nasional penduduk lokal dengan karakter-karakter seperti Kozak (Ukraina/Cossack), Liakh (Polandia), Moskal (Moskow), Zhyd (Yahudi), Tsyhan (Gipsi). Setiap bagian akan diiringi oleh musik dansa (Kozachok, Krakowiak, Kamarinskaya, dll.). Lagu-lagu Natal yang bersifat religius juga dinyanyikan, sering kali secara harmoni. Bahkan, beberapa vertep menceritakan tentang penyerangan bangsa Kazaki di wilayah Sich.

Kotak vertep sering kali dibangun meniru gedung bertingkat. Bagian sakral diceritakan di lantai atas (dengan selingan sesekali di lantai bawah) dan bagian umum di lantai bawah.

Di beberapa wilayah, misalnya Galicia, penduduk desa akan berpakaian seperti tokoh vertep dan mendatangi rumah ke rumah, memerankan sandiwara kelahiran Yesus selama liburan Natal.[3] Bentuk ini, mengikuti tradisi lama Malanka yang cukup populer di Ukraina Barat.[butuh rujukan]

Vertep di Ukraina juga sangat erat kaitannya dengan nyanyian Lagu Natal Ukraina (koliadka).

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Encyclopedia of Ukraine. Vol. 3. National Academy of Sciences of Ukraine. 1995. hlm. 844. ISBN 5770205547.
  2. ↑ "Vertep" at the Encyclopedia of Ukraine online. Diarsipkan Agustus 14, 2015, di Wayback Machine
  3. ↑ "Сільські вертепи" (dalam bahasa Ukraina). Diakses tanggal 2025-04-22.
Natal
Kelahiran Yesus
Kekristenan
Cerita rakyat
Tradisi
Media
Portal: Kristen
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan