Rabu, 07 Oktober 2026
20:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Validasi silang

Validasi silang

Bagikan:
250px-K-fold_cross_validation_EN.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram k-fold cross-validation dengan k=4.

Validasi silang, estimasi rotasi, atau pengujian di luar sampel[1][2][3] adalah sebuah teknik validasi model untuk menilai bagaimana hasil statistika analisis akan menggeneralisasi kumpulan data independen. Teknik ini utamanya digunakan untuk melakukan prediksi model dan memperkirakan seberapa akurat sebuah model prediktif ketika dijalankan dalam praktiknya. Dalam sebuah masalah prediksi, sebuah model biasanya diberikan kumpulan data (dataset) yang diketahui untuk digunakan dalam menjalankan pelatihan (dataset pelatihan), serta kumpulan data yang tidak diketahui (atau data yang pertama kali dilihat) terhadap model yang diuji (pengujian dataset).[4] Tujuan dari validasi silang adalah untuk mendefinisikan dataset untuk "menguji" model dalam tahap pelatihan (yaitu, validasi data), dalam rangka untuk membatasi masalah seperti terjadinya overfitting, memberikan wawasan tentang bagaimana model akan menggeneralisasi independen dataset (yaitu, dataset tidak diketahui, misalnya dari masalah nyata), dll.

Satu putaran validasi silang melibatkan pembagian sampel data ke dalam subset komplementer, melakukan analisis pada satu subset (disebut data pelatihan), dan memvalidasi analisis pada subset lainnya (disebut data validasi atau pengujian). Untuk mengurangi variabilitas, beberapa putaran validasi silang dilakukan dengan menggunakan partisi yang berbeda, dan hasil validasi dirata-ratakan di atas putaran.

Salah satu alasan utama untuk menggunakan validasi silang daripada menggunakan validasi konvensional (misalnya mempartisi kumpulan data menjadi dua set, yaitu 70% untuk pelatihan dan 30% untuk pengujian) adalah bahwa tidak ada cukup data yang tersedia untuk mempartisinya menjadi pelatihan terpisah dan data pengujian tanpa kehilangan pemodelan atau kemampuan pengujian yang signifikan. Dalam kasus ini, cara yang adil untuk memprediksi model prediksi dengan tepat adalah dengan menggunakan validasi silang sebagai teknik umum yang kuat.[5]

Singkatnya, validasi silang menggabungkan (rata-rata) ukuran kecocokan (prediksi error) dengan melihat nilai rata-rata pada setiap putaran untuk mendapatkan perkiraan kinerja model prediksi yang lebih akurat.

Referensi

  1. ↑ Geisser, Seymour (1993). Predictive Inference. New York, NY: Chapman and Hall. ISBN 0-412-03471-9.
  2. ↑ Kohavi, Ron (1995). "A study of cross-validation and bootstrap for accuracy estimation and model selection". Proceedings of the Fourteenth International Joint Conference on Artificial Intelligence. 2 (12). San Mateo, CA: Morgan Kaufmann: 1137–1143. CiteSeerX 10.1.1.48.529.{{cite journal}}: Kutipan menggunakan parameter usang |citeseerx=
  3. ↑ Devijver, Pierre A.; Kittler, Josef (1982). Pattern Recognition: A Statistical Approach. London, GB: Prentice-Hall.
  4. ↑ "Newbie question: Confused about train, validation and test data!". Diarsipkan dari versi asli pada 2015-03-14. Diakses tanggal 2013-11-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: BOT: status url asli tidak diketahui (link)
  5. ↑ Grossman,, Robert; Seni, Giovanni; Elder, John; Agarwal, Nitin; Liu, Huan (2010). Ensemble Methods in Data Mining: Improving Accuracy Through Combining Predictions. Morgan & Claypool. doi:10.2200/S00240ED1V01Y200912DMK002.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik statistika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan