Vaksin polisakarida pneumokokus 23-valen oleh MSD seperti yang dipasarkan di Jepang. | |
| Deskripsi vaksin | |
|---|---|
| Target | Streptococcus pneumoniae |
| Jenis vaksin | conjugate, polysaccharide |
| Data klinis | |
| AHFS/Drugs.com | monograph |
| Rute pemberian | Intramuskular, subkutan |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum |
|
| Pengenal | |
| ChemSpider |
|
Vaksin pneumokokus adalah vaksin yang digunakan untuk melawan bakteri Streptococcus pneumoniae. Penggunaannya dapat mencegah beberapa kasus pneumonia, meningitis, dan sepsis. Ada dua jenis utama vaksin pneumokokus, yaitu vaksin konjugat pneumokokus dan vaksin polisakarida pneumokokus. Vaksin ini diberikan melalui suntikan ke otot atau, untuk produk dan keadaan tertentu, melalui bawah kulit.[1]
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penggunaan vaksin konjugat pneumokokus dalam imunisasi rutin yang diberikan kepada anak-anak.[1][2][3] Pada September 2025, WHO menerbitkan pembaruan posisi mengenai vaksin konjugat pneumokokus pada bayi dan anak-anak berusia di bawah 5 tahun, yang menggantikan posisi sebelumnya sebagai rujukan utama untuk kelompok usia tersebut.[4]
Vaksin konjugat pneumokokus (PCV) digunakan secara luas pada bayi dan anak-anak. Vaksin ini juga dapat digunakan pada kelompok usia yang lebih tua berdasarkan usia, kondisi medis, riwayat vaksinasi, serta rekomendasi masing-masing negara.[5][6]
Tiga atau empat dosis vaksin konjugat pneumokokus yang digunakan dalam berbagai jadwal imunisasi telah menunjukkan efektivitas terhadap penyakit pneumokokus berat pada anak-anak.[1] Jadwal pemberian dosis dapat berbeda berdasarkan produk vaksin, usia ketika vaksinasi dimulai, serta kebijakan imunisasi suatu negara. WHO dalam pembaruan tahun 2025 membahas beberapa pendekatan jadwal, termasuk jadwal 3+0, 2+1, dan jadwal dengan jumlah dosis yang lebih sedikit dalam keadaan tertentu.[7]
Vaksin polisakarida, meskipun efektif pada orang dewasa dan kelompok tertentu, memiliki keterbatasan pada anak-anak berusia di bawah dua tahun karena respons imun terhadap antigen polisakarida murni belum berkembang secara optimal pada kelompok usia tersebut.[1][8]
Vaksin ini umumnya aman. Dengan vaksin konjugat, efek samping yang umum meliputi kemerahan, nyeri atau pembengkakan di tempat suntikan, demam, rewel, serta perubahan pola tidur atau nafsu makan pada bayi dan anak-anak. Reaksi alergi berat sangat jarang terjadi.[1] Profil keamanan vaksin pneumokokus terus dipantau melalui uji klinis dan sistem pemantauan keamanan vaksin setelah vaksin digunakan secara luas.
Jenis
Vaksin konjugat pneumokokus
Vaksin konjugat pneumokokus (pneumococcal conjugate vaccine, PCV) mengandung polisakarida kapsul dari sejumlah serotipe S. pneumoniae yang dikonjugasikan dengan protein pembawa. Konjugasi tersebut memungkinkan terbentuknya respons imun yang lebih kuat dan memori imunologis yang lebih baik, terutama pada bayi dan anak-anak.
PCV tersedia dalam berbagai formulasi dengan jumlah serotipe yang berbeda. Angka pada nama vaksin menunjukkan jumlah serotipe yang dicakup. Contohnya meliputi PCV10, PCV13, PCV15, PCV20, PCV21, dan produk PCV dengan jumlah serotipe lainnya.
WHO terus mengevaluasi vaksin konjugat pneumokokus baru dan memperbarui daftar produk yang memenuhi persyaratan prakualifikasi. Pada 14 November 2025, WHO memberikan status prakualifikasi kepada PNEUBEVAX 14, vaksin konjugat pneumokokus 14-valen yang diproduksi oleh Biological E. Limited.[9][10]
PNEUBEVAX 14 mencakup serotipe 1, 3, 4, 5, 6B, 7F, 9V, 14, 18C, 19A, 19F, 22F, 23F, dan 33F. Produk tersebut ditujukan untuk imunisasi aktif terhadap penyakit invasif yang disebabkan oleh serotipe yang tercakup pada anak-anak mulai usia 6 minggu dan diberikan melalui suntikan intramuskular.[11][12]
Vaksin polisakarida pneumokokus
Vaksin polisakarida pneumokokus (pneumococcal polysaccharide vaccine, PPSV) menggunakan polisakarida kapsul dari berbagai serotipe S. pneumoniae tanpa dikonjugasikan dengan protein pembawa.
Salah satu produk yang paling dikenal adalah PPSV23, yang mencakup 23 serotipe pneumokokus. Vaksin polisakarida mempunyai karakteristik respons imun yang berbeda dari vaksin konjugat dan penggunaannya bergantung pada kelompok usia serta faktor risiko.
Valensi
Istilah valensi pada nama vaksin menunjukkan jumlah serotipe pneumokokus yang dicakup oleh vaksin. Sebagai contoh, PCV10 mencakup 10 serotipe, PCV13 mencakup 13 serotipe, PCV15 mencakup 15 serotipe, PCV20 mencakup 20 serotipe, PCV21 mencakup 21 serotipe, sedangkan PPSV23 mencakup 23 serotipe.
Jumlah serotipe yang dicakup tidak berarti bahwa vaksin memberikan perlindungan terhadap seluruh serotipe S. pneumoniae. Komposisi serotipe dan produk yang digunakan dapat berbeda menurut negara dan program imunisasi.
Di Amerika Serikat, misalnya, vaksin pneumokokus yang digunakan pada orang dewasa mencakup PCV15, PCV20, PCV21, dan PPSV23. Rekomendasi penggunaannya bergantung pada usia, kondisi yang meningkatkan risiko penyakit pneumokokus, dan riwayat vaksinasi sebelumnya.[13]
Penggunaan
Vaksin pneumokokus digunakan untuk membantu mencegah penyakit yang disebabkan oleh S. pneumoniae. Penyakit tersebut dapat berupa penyakit invasif seperti meningitis dan sepsis, serta penyakit non-invasif seperti pneumonia dan otitis media.
WHO merekomendasikan PCV sebagai bagian dari program imunisasi rutin anak-anak.[1][14]
Pada orang dewasa, rekomendasi vaksinasi dapat berbeda menurut negara. Di Amerika Serikat, CDC pada 2026 merekomendasikan vaksin pneumokokus untuk orang dewasa berdasarkan usia dan kondisi yang meningkatkan risiko penyakit pneumokokus. Pilihan vaksin yang digunakan mencakup PCV15, PCV20, PCV21, dan PPSV23.[15]
Pemberian
Vaksin pneumokokus umumnya diberikan melalui suntikan intramuskular. Beberapa produk atau vaksin tertentu dapat memiliki rute pemberian yang berbeda sesuai dengan informasi produk dan rekomendasi yang berlaku.[1]
Jadwal vaksinasi bergantung pada jenis vaksin, usia ketika vaksinasi dimulai, kondisi kesehatan, riwayat vaksinasi, dan kebijakan imunisasi negara terkait. Oleh karena itu, jumlah dosis tidak dapat dianggap sama untuk semua vaksin pneumokokus.
WHO pada 2025 mengevaluasi dan memberikan rekomendasi mengenai beberapa jadwal PCV untuk bayi dan anak-anak di bawah usia 5 tahun, termasuk pendekatan 3+0 dan 2+1.[16]
Keamanan
Vaksin pneumokokus umumnya memiliki profil keamanan yang baik. Efek samping yang paling umum biasanya bersifat ringan dan sementara, seperti nyeri, kemerahan atau pembengkakan pada tempat suntikan, demam, rewel, mengantuk, serta perubahan nafsu makan.
Reaksi alergi berat seperti anafilaksis dapat terjadi, tetapi jarang. Keamanan vaksin dipantau dalam penelitian klinis maupun melalui pemantauan keamanan setelah vaksin digunakan secara luas.
Dalam evaluasi WHO terhadap PNEUBEVAX 14, profil keamanan dan reaktogenisitas vaksin dinilai dapat diterima dan sebanding dengan vaksin PCV13 yang digunakan sebagai pembanding dalam program klinisnya.[17]
Sejarah
Vaksinasi sel utuh dikembangkan bersamaan dengan karakterisasi subtipe pneumokokus sejak awal tahun 1900-an.[18]
Vaksin polisakarida pertama (tetravalen) dikembangkan pada tahun 1945.[19]
Vaksin polisakarida 23-valen saat ini dikembangkan pada tahun 1980-an.[1]
Vaksin konjugat pertama (heptavalen) dipasarkan pada tahun 2000.[20]
Setelah PCV7 diperkenalkan, vaksin konjugat dengan cakupan serotipe yang lebih luas dikembangkan, termasuk PCV10 dan PCV13. Perkembangan berikutnya menghasilkan vaksin dengan valensi yang lebih tinggi, seperti PCV15, PCV20, dan PCV21 yang digunakan dalam beberapa program vaksinasi dan kelompok usia tertentu.[21]
WHO juga terus melakukan prakualifikasi terhadap produk PCV baru. PNEUBEVAX 14 memperoleh prakualifikasi WHO pada November 2025 dan menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam perluasan pilihan vaksin konjugat pneumokokus.[22]
Vaksin ini tercantum dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[23]
Perkembangan terbaru
Pembaruan WHO pada September 2025 memperluas dan memperbarui dasar rekomendasi penggunaan PCV pada bayi dan anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Dokumen tersebut membahas pemilihan produk vaksin, jadwal pemberian, serta bukti terbaru mengenai penggunaan vaksin konjugat pneumokokus.[24]
Salah satu perkembangan produk terbaru adalah PNEUBEVAX 14, vaksin konjugat 14-valen yang memperoleh prakualifikasi WHO pada 14 November 2025.[25]
Perkembangan vaksin dengan valensi yang lebih tinggi bertujuan untuk memperluas cakupan terhadap serotipe pneumokokus. Namun, produk vaksin dan rekomendasi penggunaannya tetap bergantung pada kelompok usia, epidemiologi serotipe, ketersediaan vaksin, serta kebijakan imunisasi di masing-masing negara.
Lihat juga
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 8 World Health Organization (April 2012). "Pneumococcal vaccines WHO position paper--2012". Weekly Epidemiological Record. 87 (14): 129–144. hdl:10665/241904. PMID 24340399.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ World Health Organization (2019). "Pneumococcal conjugate vaccines in infants and children under 5 years of age: WHO position paper --February 2019". Weekly Epidemiological Record. 94 (8): 85–103. hdl:10665/310970.
- ↑ World Health Organization (2021). "Pneumococcal vaccines: WHO position paper on their use in community outbreak settings". Weekly Epidemiological Record. 96 (13): 105–110. hdl:10665/340536.
- ↑ World Health Organization (26 September 2025). "WHO position paper: Pneumococcal conjugate vaccines in infants and children aged <5 years – September 2025". Weekly Epidemiological Record. 100 (39): 411–437.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ World Health Organization (26 September 2025). "WHO position paper: Pneumococcal conjugate vaccines in infants and children aged <5 years – September 2025". Weekly Epidemiological Record. 100 (39): 411–437.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Pneumococcal Vaccine Recommendations". Centers for Disease Control and Prevention. 25 Februari 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ World Health Organization (26 September 2025). "WHO position paper: Pneumococcal conjugate vaccines in infants and children aged <5 years – September 2025". Weekly Epidemiological Record. 100 (39): 411–437.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ World Health Organization (2008). "23-valent pneumococcal polysaccharide vaccine : WHO position paper". Weekly Epidemiological Record. 83 (42): 373–384. hdl:10665/241217. PMID 18927997.
- ↑ "Prequalified Vaccines". World Health Organization.
- ↑ "PNEUBEVAX 14®". World Health Organization.
- ↑ "PNEUBEVAX 14®". World Health Organization.
- ↑ "WHO Public Assessment Report: PNEUBEVAX 14" (PDF). World Health Organization. 2025.
- ↑ "Recommended Vaccines for Adults". Centers for Disease Control and Prevention. 25 Februari 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ World Health Organization (26 September 2025). "WHO position paper: Pneumococcal conjugate vaccines in infants and children aged <5 years – September 2025". Weekly Epidemiological Record. 100 (39): 411–437.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Recommended Vaccines for Adults". Centers for Disease Control and Prevention. 25 Februari 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ World Health Organization (26 September 2025). "WHO position paper: Pneumococcal conjugate vaccines in infants and children aged <5 years – September 2025". Weekly Epidemiological Record. 100 (39): 411–437.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "WHO Public Assessment Report: PNEUBEVAX 14" (PDF). World Health Organization. 2025.
- ↑ Grabenstein JD, Klugman KP (Oktober 2012). "A century of pneumococcal vaccination research in humans". Clinical Microbiology and Infection. 18 (Suppl 5): 15–24. doi:10.1111/j.1469-0691.2012.03943.x. PMID 22882735. S2CID 25558809.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Macleod CM, Hodges RG, Heidelberger M, Bernhard WG (November 1945). "Prevention of Pneumococcal Pneumonia by Immunization with Specific Capsular Polysaccharides". The Journal of Experimental Medicine. 82 (6): 445–465. doi:10.1084/jem.82.6.445. PMC 2135567. PMID 19871511.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Prevnar". U.S. Food and Drug Administration (FDA). 24 Agustus 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Juli 2017. Diakses tanggal 29 September 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Types of Pneumococcal Vaccines". Centers for Disease Control and Prevention. 25 Februari 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Prequalified Vaccines". World Health Organization.
- ↑ World Health Organization (2023). The selection and use of essential medicines 2023: web annex A: World Health Organization model list of essential medicines: 23rd list (2023). Geneva: World Health Organization. hdl:10665/371090. WHO/MHP/HPS/EML/2023.02.
- ↑ World Health Organization (26 September 2025). "WHO position paper: Pneumococcal conjugate vaccines in infants and children aged <5 years – September 2025". Weekly Epidemiological Record. 100 (39): 411–437.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "PNEUBEVAX 14®". World Health Organization.
Rekomendasi

Di seluruh dunia
Rencana Pengembangan dan Pengenalan Vaksin Pneumokokus yang Dipercepat (PneumoADIP) adalah sebuah program untuk mempercepat evaluasi dan akses terhadap vaksin pneumokokus baru di negara-negara berkembang. PneumoADIP didanai oleh Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI). Tiga puluh negara GAVI telah menyatakan minatnya untuk berpartisipasi pada tahun 2010. PneumoADIP bertujuan untuk menyelamatkan 5,4 juta anak pada tahun 2030.[1]
Dokter Lintas Batas telah mengkritik AMC pneumokokus GAVI karena tidak mendorong inovasi, mencegah persaingan dari pendatang baru di pasar, dan menaikkan biaya vaksin. Mereka mengatakan bahwa hal itu telah memungkinkan Pfizer dan GlaxoSmithKline untuk mempertahankan duopoli sementara mempersulit Serum Institute of India untuk menjual vaksin mereka yang lebih murah. Duopoli tersebut memungkinkan diskriminasi harga; harga yang agak lebih tinggi untuk GAVI, dan harga yang tidak terjangkau (sekitar sepuluh kali lipat harga GAVI) untuk negara-negara berpendapatan menengah yang terlalu kaya untuk bantuan GAVI.[2]
Mekanisme Kemanusiaan menyediakan vaksin pneumokokus bagi para pelaku kemanusiaan (tetapi bukan pemerintah) dengan harga yang lebih rendah dari biasanya selama keadaan darurat kemanusiaan.[3]
Belgia
Program vaksinasi nasional mulai memvaksinasi bayi baru lahir pada tahun 2004 dengan vaksin konjugat pneumokokus 7-valen (PCV 7). Vaksin ini diubah menjadi konjugat 13-valen (PCV 13) pada tahun 2011. Perubahan ke konjugat 10-valen (PCV 10) dilakukan pada bulan Juli 2015 di Flandria dan Mei 2016 di Walonia.[4] Pada akhir tahun 2020, vaksinasi penghuni panti jompo dengan vaksin polisakarida pneumokokus 23-valen (PPV 23) dimulai.[5]
Kanada
Rekomendasi umum Agensi Kesehatan Masyarakat Kanada adalah vaksin konjugat pneumokokus 13-valen (PCV 13) untuk anak-anak berusia 2 bulan hingga 18 tahun dan vaksin polisakarida pneumokokus 23-valen (PPV 23) untuk orang dewasa.[6]
India
Pada bulan Mei 2017, Pemerintah India memutuskan untuk memasukkan vaksin konjugat pneumokokus ke dalam Program Imunisasi Universal.[7]
Belanda
Program vaksinasi nasional mulai memasukkan vaksin pneumokokus untuk bayi baru lahir pada bulan April 2006.[8]
Dewan Kesehatan menyarankan pada tahun 2018 bahwa mereka yang berusia di atas 60 tahun juga harus divaksinasi dengan jadwal berulang 5 tahun. Program yang dihasilkan dari ini, NPPV, dimulai pada akhir tahun 2020.[9]
Otoritas kesehatan melaporkan pada bulan Desember 2020 bahwa mantan pasien COVID-19 juga memiliki indikasi untuk vaksin ini karena kerusakan paru-paru yang dialaminya. Vaksinasi kelompok ini bukan bagian dari program NPPV.[10]
Afrika Selatan
Vaksin konjugat pneumokokus 7- dan 13-valen (PCV7 dan PCV13) diperkenalkan ke dalam Program Imunisasi Nasional yang Diperluas (EPI) di Afrika Selatan masing-masing pada tahun 2009 dan 2011. Afrika Selatan menjadi negara Afrika pertama – dan negara pertama di dunia dengan prevalensi HIV tinggi – yang memperkenalkan PCV7 ke dalam program imunisasi rutinnya.[11] Tingkat penyakit pneumokokus invasif (IPD) – termasuk kasus yang disebabkan oleh bakteri yang resistan terhadap antibiotik – telah menurun secara substansial di Afrika Selatan setelah diperkenalkannya PCV7. Di antara anak-anak di bawah usia dua tahun, insiden IPD secara keseluruhan menurun hampir 70% setelah pengenalan PCV, dan tingkat IPD yang disebabkan oleh bakteri yang secara khusus menjadi target vaksin menurun hampir 90%. Karena perlindungan tidak langsung yang diberikan oleh kekebalan kelompok, penurunan signifikan IPD pada anak-anak dan orang dewasa yang tidak divaksinasi juga telah ditunjukkan.[12]
Britania Raya
Pada bulan Februari 2006, diumumkan bahwa pemerintah Britania Raya akan memperkenalkan vaksinasi dengan vaksin konjugat pada anak-anak berusia 2, 4, dan 13 bulan.[13][14] Ini termasuk perubahan pada program imunisasi secara umum.[15] Pada tahun 2009, Badan Pengawas Obat Eropa menyetujui penggunaan vaksin konjugat pneumokokus 10 valensi untuk digunakan di Eropa.[16]
Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, vaksin konjugat pneumokokus heptavalen (PCV 7) (Prevnar) direkomendasikan untuk semua anak berusia 2–23 bulan dan untuk anak-anak berisiko berusia 24–59 bulan pada tahun 2000. Seri empat dosis normal diberikan pada usia 2, 4, 6, dan 12–14 bulan. Pada bulan Februari 2010, vaksin konjugat pneumokokus yang melindungi terhadap enam serotipe tambahan diperkenalkan (PCV 13/nama merek: Prevnar 13) dan dapat diberikan sebagai pengganti Prevnar asli.[18][19] Pada bulan Juni 2021, vaksin konjugat pneumokokus yang melindungi terhadap 20 serotipe disetujui dengan nama merek Prevnar 20.[20] Pada bulan April 2023, FDA menyetujui penggunaan vaksin Prevnar 20 untuk mencegah penyakit pneumokokus pada anak-anak berusia enam minggu hingga 17 tahun.[21][22][23]
Pneumovax 23 (vaksin pneumokokus polivalen) disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat pada tahun 1983.[24][25]
Vaxneuvance (vaksin konjugat pneumokokus 15-valen) disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat pada bulan Juni 2021.[26][27]
Capvaxive (vaksin konjugat pneumokokus 21-valen) disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat pada bulan Juni 2024.[28][29]
Pada bulan Oktober 2024, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperbarui rekomendasinya untuk vaksinasi pneumokokus, dan merekomendasikan vaksinasi pneumokokus rutin untuk semua anak di bawah usia 5 tahun dan semua orang dewasa berusia 50 tahun atau lebih.[30][31]
Mekanisme kerja
Vaksin polisakarida
Vaksin polisakarida pneumokokus yang paling umum digunakan saat ini [butuh rujukan] terdiri dari polisakarida murni dari 23 serotipe (1, 2, 3, 4, 5, 6b, 7F, 8, 9N, 9V, 10A, 11A, 12F, 14, 15B, 17F, 18C, 19A, 19F, 20, 22F, 23F, dan 33F).[32] Kekebalan diinduksi terutama melalui stimulasi sel-B yang melepaskan IgM[32] tanpa bantuan sel T.[33]
Respons imun ini kurang kuat dibandingkan respons yang dipicu oleh vaksin terkonjugasi, yang memiliki beberapa konsekuensi. Vaksin ini tidak efektif pada anak-anak di bawah usia 2 tahun, mungkin karena sistem imun mereka yang kurang matang. Ketidaksadaran juga umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Kekebalan tidak berlangsung seumur hidup, jadi seseorang harus divaksinasi ulang pada usia 65 tahun jika vaksinasi awal mereka diberikan pada usia 60 tahun atau lebih muda. Karena tidak ada kekebalan mukosa yang dipicu, vaksin ini tidak memengaruhi tingkat pembawa, meningkatkan kekebalan kelompok, atau melindungi terhadap infeksi saluran napas atas atau bawah. Akhirnya, memprovokasi respons imun menggunakan polisakarida tak terkonjugasi dari kapsul bakteri lain, seperti H. influenzae, terbukti jauh lebih sulit.[32]
Vaksin konjugat
Vaksin konjugat pneumokokus (PCV) terdiri dari polisakarida kapsul yang terikat secara kovalen dengan toksoid difteri CRM197, yang sangat imunogenik tetapi tidak beracun. Kombinasi ini memicu respons imun yang jauh lebih kuat dengan merekrut sel T pembantu tipe 2 spesifik CRM197, yang memungkinkan pergantian jenis imunoglobulin (untuk menghasilkan imunoglobulin non-IgM) dan produksi sel B memori. Antara lain, hal ini menghasilkan kekebalan mukosa dan pembentukan kekebalan seumur hidup setelah beberapa kali paparan.[32]
Untuk serotipe yang ditargetkan, PCV mengurangi tingkat kolonisasi dan memberikan kekebalan kelompok. Hal ini tampaknya juga mengurangi perkembangan resistensi antimikroba di antara serotipe yang ditargetkan.[32]
Penelitian
Karena distribusi geografis serotipe pneumokokus, penelitian tambahan diperlukan untuk menemukan vaksin yang paling mujarab untuk populasi negara berkembang. Dalam penelitian sebelumnya, serotipe atau kelompok pneumokokus yang paling umum dari negara maju ditemukan dalam urutan menurun yaitu 14, 6, 19, 18, 9, 23, 7, 4, 1, dan 15. Di negara berkembang urutannya adalah 6, 14, 8, 5, 1, 19, 9, 23, 18, 15, dan 7.[34] Untuk memajukan penelitian vaksin pneumokokus dan mengurangi angka kematian anak, lima negara dan Yayasan Bill & Melinda Gates membentuk Advance Market Commitment percontohan untuk vaksin pneumokokus senilai US$1,5 miliar. Advance Market Commitments adalah pendekatan baru untuk pendanaan kesehatan publik yang dirancang untuk merangsang pengembangan dan pembuatan vaksin untuk negara berkembang.[35]
Ada penelitian untuk memproduksi vaksin yang dapat diberikan ke hidung daripada melalui suntikan.[36][37]
Pengembangan antibodi monoklonal antikapsuler spesifik serotipe juga telah diteliti dalam beberapa tahun terakhir. Antibodi ini telah terbukti memperpanjang kelangsungan hidup pada model mencit infeksi pneumokokus yang ditandai dengan pengurangan jumlah bakteri dan penekanan respons inflamasi inang.[38][39] Penelitian vaksin pneumokokus tambahan sedang dilakukan untuk menemukan vaksin yang menawarkan perlindungan luas terhadap penyakit pneumokokus.[40]
Pada tahun 2017, vaksin pneumonia menargetkan hingga 23 bentuk bakteri yang menyebabkan pneumonia dengan versi baru yang sedang dikembangkan yang mencakup 72 galur bakteri.[41][butuh pemutakhiran]
Efek nonspesifik
Sebuah studi tahun 2004 melaporkan bahwa PCV mengurangi tingkat rawat inap RSV pada anak-anak.[42]
Sebuah metaanalisis Britania Raya tahun 2024 melaporkan bahwa PCV tampaknya memberikan perlindungan terhadap sejumlah infeksi pernapasan virus. Bukti ini paling kuat untuk influenza pada anak-anak.[43]
Referensi
- ↑ "Vaccine Fund". PneumoADIP. Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI); Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Februari 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Photography by Apostolia S (3 Desember 2019). "Gavi must stop giving millions in subsidies to Pfizer and GSK for pneumococcal vaccine". Doctors Without Borders (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2 Agustus 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Photograph by Ekholm K (2015). "Vaccination". Doctors Without Borders (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 27 Juni 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Pneumokokken - Nieuw advies Hoge Gezondheidsraad vaccinatie zuigelingen" [Pneumococcal: New advice from High Health Council concerning the vaccination of newborns]. vaxinfopro.be (dalam bahasa Belanda). 15 April 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Februari 2022. Diakses tanggal 5 September 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Gratis pneumokokkenvaccin voor bewoners van woonzorgcentra" [Free pneumococcal vaccination for the residents of care homes]. laatjevaccineren.be (dalam bahasa Belanda). 9 November 2020. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Oktober 2021. Diakses tanggal 5 September 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Pneumococcal vaccine: Canadian Immunization Guide". Public Health Agency of Canada. 16 Februari 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 September 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Pneumonia vaccine to be part of immunisation drive". The Hindu. 14 Mei 2017. ISSN 0971-751X. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Agustus 2022. Diakses tanggal 18 September 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Prik tegen pneumokokken; Alle baby's vanaf april volgend jaar tegen bacterie ingeënt" [Jab against pneumacoccal; All babies vaccinated against bacteria from April of next year]. Algemeen Dagblad (dalam bahasa Belanda). 3 Desember 2005. Diakses tanggal 4 September 2021 – via Delpher.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ van Twillert M (17 Desember 2020). "Gezondheidsraad: 'Doorgaan met pneumokokkenvaccinatie van ouderen'" [Health council: 'continue pneumococcal vaccination of elderly']. Medisch Contact (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari asli tanggal 15 Mei 2021. Diakses tanggal 4 September 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "COVID-19 en vaccinatie tegen pneumokokken (2)" [COVID-19 and vaccination against pneumococcal (2)]. Health Council of the Netherlands (Gezondheidsraad) (dalam bahasa Belanda). 17 Desember 2020. Diarsipkan dari asli tanggal 19 September 2021. Diakses tanggal 19 Agustus 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Critical decline in pneumococcal disease and antibiotic resistance in South Africa". NICD. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Juli 2015. Diakses tanggal 20 Juli 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ von Gottberg A, de Gouveia L, Tempia S, Quan V, Meiring S, von Mollendorf C, Madhi SA, Zell ER, Verani JR, O'Brien KL, Whitney CG, Klugman KP, Cohen C (November 2014). "Effects of vaccination on invasive pneumococcal disease in South Africa". The New England Journal of Medicine. 371 (20): 1889–1899. doi:10.1056/NEJMoa1401914. PMID 25386897.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Children to be given new vaccine". BBC News. 8 Februari 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Mei 2006.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Pneumococcal vaccine added to the childhood immunisation programme" (Rilis pers). Department of Health and Social Care. 8 Februari 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Oktober 2006.
{{cite press release}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Changes to the immunisation programme in the UK". Meningitis Research Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Juli 2007. Diakses tanggal 6 Mei 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Synflorix, GlaxoSmithKline's pneumococcal vaccine receives European authorisation" (Rilis pers). GlaxoSmithKline. 31 Maret 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Agustus 2009.
{{cite press release}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Pneumococcal Vaccination: Information for Health Care Providers". Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 11 Juli 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Juli 2016. Diakses tanggal 26 Juli 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Wilson D (24 Februari 2010). "Vaccine Approved for Child Infections". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 November 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Prevnar 13". U.S. Food and Drug Administration (FDA). 12 Januari 2012. STN: 125324. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Agustus 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Prevnar 20". Food and Drug Administration. 10 Juni 2021. Diarsipkan dari asli tanggal 6 September 2022. Diakses tanggal 20 Juni 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "FDA Greenlights Pfizer's Pneumococcal Vaccine in Infants and Children". BioSpace. 28 April 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Mei 2023. Diakses tanggal 3 Mei 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hazarika I (28 April 2023). "FDA clears Pfizer's Prevnar 20 vaccine for IPD prevention". Pharmaceutical Technology. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Mei 2023. Diakses tanggal 3 Mei 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Supplemental Approval: 20-valent Pneumococcal Conjugate Vaccine (PREVNAR 20)". Food and Drug Administration. 27 April 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 Mei 2023. Diakses tanggal 12 Mei 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Pneumovax 23 - Pneumococcal Vaccine, Polyvalent". U.S. Food and Drug Administration (FDA). 1 Oktober 2024. Diakses tanggal 27 Oktober 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Pneumovax 23- pneumococcal vaccine polyvalent injection, solution". DailyMed. 7 Maret 2023. Diakses tanggal 27 Oktober 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Vaxneuvance". U.S. Food and Drug Administration (FDA). 1 Oktober 2024. Diakses tanggal 27 Oktober 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Vaxneuvance- pneumococcal 15-valent conjugate vaccine crm197 protein adsorbed injection, suspension". DailyMed. 3 Mei 2024. Diakses tanggal 27 Oktober 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Capvaxive". U.S. Food and Drug Administration (FDA). 1 Oktober 2024. Diakses tanggal 27 Oktober 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Capvaxive- pneumococcal 21-valent conjugate vaccine injection, solution". DailyMed. 17 Juni 2024. Diakses tanggal 27 Oktober 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Pneumococcal Vaccine Recommendations". U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 22 Oktober 2024. Diakses tanggal 27 Oktober 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Pneumococcal Vaccination: For Providers". U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 24 April 2019. Diakses tanggal 27 Oktober 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 Pletz MW, Maus U, Krug N, Welte T, Lode H (September 2008). "Pneumococcal vaccines: mechanism of action, impact on epidemiology and adaption of the species". International Journal of Antimicrobial Agents. 32 (3): 199–206. doi:10.1016/j.ijantimicag.2008.01.021. PMID 18378430. S2CID 10514479.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Stein KE (Juni 1992). "Thymus-independent and thymus-dependent responses to polysaccharide antigens". The Journal of Infectious Diseases. 165 (Suppl 1): S49–S52. doi:10.1093/infdis/165-supplement_1-s49. PMID 1588177.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sniadack DH, Schwartz B, Lipman H, Bogaerts J, Butler JC, Dagan R, Echaniz-Aviles G, Lloyd-Evans N, Fenoll A, Girgis NI (Juni 1995). "Potential interventions for the prevention of childhood pneumonia: geographic and temporal differences in serotype and serogroup distribution of sterile site pneumococcal isolates from children--implications for vaccine strategies" (PDF). The Pediatric Infectious Disease Journal. 14 (6): 503–510. doi:10.1097/00006454-199506000-00007. PMID 7667055. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Agustus 2021.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Saving Lives with New Vaccines: Advance Market Commitments". Advance Market Commitments for Vaccines (vaccineAMC). GAVI. November 2012. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 6 Maret 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hanniffy SB, Carter AT, Hitchin E, Wells JM (Januari 2007). "Mucosal delivery of a pneumococcal vaccine using Lactococcus lactis affords protection against respiratory infection". The Journal of Infectious Diseases. 195 (2): 185–193. doi:10.1086/509807. PMID 17191163.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Malley R, Lipsitch M, Stack A, Saladino R, Fleisher G, Pelton S, Thompson C, Briles D, Anderson P (Agustus 2001). "Intranasal immunization with killed unencapsulated whole cells prevents colonization and invasive disease by capsulated pneumococci". Infection and Immunity. 69 (8): 4870–4873. doi:10.1128/IAI.69.8.4870-4873.2001. PMC 98576. PMID 11447162.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Burns T, Abadi M, Pirofski LA (Agustus 2005). "Modulation of the lung inflammatory response to serotype 8 pneumococcal infection by a human immunoglobulin m monoclonal antibody to serotype 8 capsular polysaccharide". Infection and Immunity. 73 (8): 4530–4538. doi:10.1128/IAI.73.8.4530-4538.2005. PMC 1201218. PMID 16040964.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Fabrizio K, Groner A, Boes M, Pirofski LA (April 2007). "A human monoclonal immunoglobulin M reduces bacteremia and inflammation in a mouse model of systemic pneumococcal infection". Clinical and Vaccine Immunology. 14 (4): 382–390. doi:10.1128/CVI.00374-06. PMC 1865609. PMID 17301214.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Acute Respiratory Infections (Update September 2009): Streptococcus pneumoniae". Initiative for Vaccine Research (IVR). World Health Organization (WHO). Diarsipkan dari asli tanggal 23 Mei 2012.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Jones CH, Zhang G, Nayerhoda R, Beitelshees M, Hill A, Rostami P, Li Y, Davidson BA, Knight P, Pfeifer BA (Oktober 2017). "Comprehensive vaccine design for commensal disease progression". Science Advances. 3 (10): e1701797. Bibcode:2017SciA....3E1797J. doi:10.1126/sciadv.1701797. PMC 5647123. PMID 29057325.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link); Templat:Lay source - ↑ Klugman KP, Chien YW, Madhi SA (Agustus 2009). "Pneumococcal pneumonia and influenza: a deadly combination". Vaccine. 27 Suppl 3: C9–C14. doi:10.1016/j.vaccine.2009.06.007. PMID 19683658.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sepúlveda-Pachón IT, Dunne EM, Hanquet G, Baay M, Menon S, Jodar L, Gessner BD, Theilacker C (September 2024). "Effect of Pneumococcal Conjugate Vaccines on Viral Respiratory Infections: A Systematic Literature Review". The Journal of Infectious Diseases. 230 (3): e657–e667. doi:10.1093/infdis/jiae125. PMC 11420806. PMID 38462672.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Bacaan lebih lanjut
- Kakade R. "Global Pneumonia Vaccine Market Analysis 2016-2020 and Forecast 2021-2026". Industry Research Place.[pranala nonaktif permanen]
- Moberley S, Holden J, Tatham DP, Andrews RM (Januari 2013). "Vaccines for preventing pneumococcal infection in adults". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 1 (1): CD000422. doi:10.1002/14651858.CD000422.pub3. PMC 7045867. PMID 23440780.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link) - Käyhty H, Nurkka A, Soininen A, Väkeväinen M (September 2009). The immunological basis for immunization series: module 12: pneumococcal vaccines (PDF). World Health Organization (WHO). hdl:10665/44135. ISBN 9789241598217. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 14 September 2022.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Salisbury D, Ramsay M, Noakes K, ed. (November 2006). "Chapter 25: Pneumococcal". Immunisation against infectious disease (PDF). Public Health England. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 11 Maret 2022.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Gierke R, Wodi AP, Kobayashi M (2021). "Chapter 17: Pneumococcal Disease". Dalam Hall E, Wodi AP, Hamborsky J, Morelli V, Schillie S (ed.). Epidemiology and Prevention of Vaccine-Preventable Diseases (Edisi 14th). Washington D.C.: U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Desember 2016. Diakses tanggal 12 November 2019.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
- "Pneumococcal Conjugate Vaccine Information Statement". U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 28 Oktober 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Pneumococcal Polysaccharide Vaccine Information Statement". U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 27 April 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - MeSHVaccines Pneumococcal Vaccines