Rabu, 30 September 2026
22:30 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Utaki

Utaki

bangunan kuil di Jepang

Bagikan:
250px-Sangui_%28Triangle_Rock%29_of_Sefa-Utaki.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sefa Utaki, Okinawa

Utaki adalah tempat keramat di mana dewa-dewa tinggal menurut Agama Ryukyu di Prefektur Okinawa.[1][2]

Biasa terletak di gunung atau hutan-hutan, utaki terdiri atas batu di mana dupa dibakar sebagai sarana pemujaan. Setiap daerah di Okinawa memiliki tradisi utaki masing-masing. Sebagai tempat keramat, umumnya orang dilarang masuk ke tempat ini, terkecuali pada perayaan-perayaan tertentu di mana rakyat dapat masuk untuk berdoa dan meminta berkah kepada dewa-dewa.[1]

Tiada bangunan kuil yang didirikan bagi dewa-dewa di Okinawa. Utaki merupakan tempat kediaman dewa-dewa yang dipuja masyarakat, antara lain dewa-dewa yang melindungi desa serta dewa-dewa pendatang dari tempat lain. Dewa-dewa Ryukyu tinggal di bebatuan dan pepohonan.[2] Tiap-tiap utaki terbentuk secara alami sesuai dengan kekuatan dewa-dewanya.[2] Melalui upacara-upacara persembahan yang dilakukan sepanjang tahun kepada dewa-dewa di utaki, masyarakat Okinawa percaya akan mendapatkan kemakmuran dan terlindung dari gangguan roh jahat. Yang bertanggung jawab memimpin upacara adalah seorang dukun wanita (noro atau tsukasa).[1]

Utaki-utaki yang terutama

  • Seifa Utaki, merupakan utaki yang berada di hutan Okinawa Selatan yang masih terjaga.[3] Utaki ini merupakan salah satu dari tujuh utaki paling keramat, tempat bersemayam Amamikiyo, dewa utama Agama Ryukyu.[3] Seorang dukun wanita yang berpangkat tertinggi (Kikoe no Okimi) merupakan juru kunci Seifa Utaki pada masa kerajaan.[3] Utaki ini adalah tempat terlarang bagi orang biasa (terutama pria), bahkan jika raja ingin masuk, ia diharuskan memakai pakaian wanita. Seifa Utaki bersama Istana Shuri ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.[3]
  • Sonohyan Utaki, adalah utaki tempat Kerajaan Ryukyu berdoa. Sebuah gerbang batu dibangun pada tahun 1519.[2]
  • Utaki Pulau Iheya, adalah utaki tempat pemujaan dewa Tanoue no Sonohiyabu.

Referensi

  1. 1 2 3 (Inggris) Miyako Folklore Diarsipkan 2012-02-26 di Wayback Machine., wlcm.net. 27-07-2016
  2. 1 2 3 4 (Inggris) Sonohyan-utaki Ishimon, Sonohyan-utaki Stone Gate, okinawastory.jp. 27-07-2016
  3. 1 2 3 4 (Inggris) Seifa Utaki, jnto.go.jp. 27-07-2016


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan