Minggu, 25 Oktober 2026
22:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Kastel Shuri

Kastel Shuri

bangunan kuil di Jepang

Bagikan:
logo
logo
Istana Shuri
首里城
(Prefektur Okinawa)
Seiden (aula utama) Istana Shuri
Seiden (aula utama) Istana Shuri
JulukanUgushiku (御城)
Modelyamajiro
Model menaratidak memiliki menara (perkiraan)
Pendiritidak diketahui
Didirikanabad ke-14 (perkiraan)
Direnovasi olehShō Hashi
PenguasaDinasti Shō Pertama, Dinasti Shō Kedua
Dihapus1871
Sisa bangunan asligerbang batu, tembok batu
Aset budayaSitus Warisan Dunia UNESCO (Situs Gusuku dan Bangunan Milik Kerajaan Ryukyu)
Dibangun kembaliSeiden, gerbang, tembok istana
Lokasi26°13′1.31″N 127°43′10.11″E / 26.2170306°N 127.7194750°E / 26.2170306; 127.7194750
Kastel Shuri
Nama Jepang
Kanji: 首里城
Hiragana: しゅりじょう
Katakana: シュリジョウ
Alih aksara
- Romaji: Shuri-jō
250px-Naha_Shuri_Castle02s5s3200.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Shureimon

Istana Shuri (bahasa Okinawa: /suigusiku/,[1] bahasa Jepang: 首里城 Shurijō) adalah istana bekas milik Kerajaan Ryukyu di Shuri, Okinawa, Jepang. Istana ini termasuk salah satu gusuku yang ada di Kepulauan Ryukyu. Dalam Pertempuran Okinawa 1945, Istana Shuri seluruhnya hancur akibat serangan Sekutu. Hanya beberapa tembok setinggi beberapa puluh sentimeter yang tersisa seusai perang. Pada tahun 1992, istana ini dibangun kembali di lokasi semula berdasarkan foto dan catatan sejarah.

Sejarah

250px-Karate_ShuriCastle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berlatih karate di halaman Istana Shuri

Tahun pertama kali istana ini dibangun tidak diketahui secara jelas, tetapi pastinya sudah digunakan sebagai istana pada zaman Sanzan. Seperti halnya istana-istana lain di Okinawa, Istana Shuri kemungkinan dibangun pada zaman Gusuku. Setelah mempersatukan Okinawa yang sebelumnya terdiri dari tiga kerajaan dan mendirikan Kerajaan Ryukyu, Raja Shō Hashi memakai Istana Shuri sebagai kediaman resmi. Pada waktu itu pula Shuri berkembang sebagai ibu kota yang berlanjut hingga Dinasti Shō kedua.

Selama 450 tahun sejak abad ke-15, Istana Shuri dipakai sebagai istana kerajaan dan pusat administrasi Kerajaan Ryukyu. Istana ini merupakan pusat perdagangan Ryukyu dengan negara asing, sekaligus pusat budaya, ekonomi, dan politik Kepulauan Ryukyu.

250px-University_of_the_Ryukyus_in_1960s.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Universitas Ryukyu pada tahun 1960-an.

Istana ini pernah terbakar beberapa kali, dan beberapa kali pula dibangun kembali. Sebelum Perang Dunia II, istana ini ditetapkan pemerintah Jepang sebagai Harta Nasional. Namun selama perang, istana ini dijadikan markas besar bawah tanah militer Jepang. Sebagai akibatnya istana ini dijadikan target bombardemen selama tiga hari berturut-turut dari kapal perang Amerika Serikat USS Mississippi mulai 25 Mei 1945.[2] Istana ini terbakar habis pada 27 Mei 1945.[3] Setelah pertempuran berakhir, pasukan Marinir yang menyebut diri mereka "Kompi Pemberontak" (Kompi A Resimen Marinir 5) mengibarkan Bendera Pertempuran Konfederasi, satu-satunya bendera yang ada waktu itu, milik pribadi komandan kompi asal Carolina Selatan. Bendera Konfederasi berkibar selama tiga hari dan terlihat dari tempat-tempat yang jauhnya lebih dari 3 km sebelum diturunkan oleh Jenderal Simon B. Buckner, Jr. (putra dari Jenderal Konfederasi Simon Bolivar Buckner, Sr.) dengan alasan orang Amerika dari segala penjuru Amerika Serikat ikut membantu memenangkan Pertempuran Okinawa.

Setelah Perang Dunia II, Istana Shuri dijadikan kampus Universitas Ryukyu hingga tahun 1975. Pada tahun 1958, gerbang Shureimon dibangun kembali, dan rekonstruksi bangunan utama istana dimulai pada tahun 1992. Setelah selesai, kompleks dan keseluruhan kawasan istana dijadikan sebagai Taman Istana Shuri. Pada tahun 2000, Istana Shuri beserta gusuku dan situs bersejarah lainnya ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia.

Bagian istana

Gerbang batu Sonohyan-utaki

250px-Naha_Shuri_Castle04bs3200.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerbang batu Sonohyan Utaki.

Gerbang batu di depan Sonohyan-utaki (utaki berarti tempat pemujaan) didirikan pada 1519 oleh Raja Shō Shin (raja ketiga Dinasti Shō kedua). Di Sonohyan-utaki, raja-raja berdoa demi kesejahteraan kerajaan dan memohon keselamatan dalam perjalanan. Pembangunan gerbang batu mencerminkan kemajuan teknik bangunan batu kapur di Ryukyu. Gerbang batu di Sonohyan-utaki telah ditetapkan sebagai situs budaya nasional Jepang, dan salah satu bagian dari Situs Gusuku dan Bangunan Milik Kerajaan Ryukyu.

Taman Shikina

Artikel utama: Taman Shikina

Vila dan taman kerajaan ini dibangun pada tahun 1799. Taman Shikina tidak hanya dipakai sebagai tempat bangsawan istana bersantai, melainkan pula sebagai tempat menjamu duta yang datang dari Cina. Tata letak taman berbentuk lingkaran ini menyerupai tata letak taman Jepang modern, tetapi vila berlantai merah yang berada di dalam taman adalah khas Ryukyu. Kolam dan jembatan di pulau kecil di tengah kolam adalah arsitektur taman khas Cina. Taman Shikina merupakan contoh lanskap taman khas Ryukyu yang langka. Taman ini juga didaftar sebagai salah satu bagian dari Situs Gusuku dan Bangunan Milik Kerajaan Ryukyu.

Kankaimon

250px-Kankai-mon_in_Shuri-castle.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kankaimon

Kankaimon adalah gerbang depan yang pertama menuju Istana Shuri (kankai, 歓会 berarti selamat datang). Gerbang ini diberi nama untuk menyatakan kegembiraan atas kedatangan duta-duta Kaisar Cina yang mengunjungi Istana Shuri. Gerbang ini pertama kali dibangun semasa pemerintahan Raja Shō Shin (sekitar 1477-1500), dan pernah terbakar habis selama Pertempuran Okinawa. Kankaimon kemudian dibangun kembali pada tahun 1974.

Genta Jembatan Antarbangsa

Genta Antarbangsa (万国津梁の鐘, Bankoku shinryō no kane) adalah genta seberat 721 kg yang dibuat pada tahun 1458 semasa pemerintahan Raja Shō Taikyū. Genta ini dulunya digantung di Seiden (aula utama) Istana Shuri. Sekarang ini Genta Antarbangsa disimpan di Museum Prefektur Okinawa dan hanya genta replika ukuran sebenarnya yang sekarang digantung di Istana Shuri.[4]

Tulisan yang diukir pada genta menggambarkan pentingnya peran Ryukyu dalam perdagangan laut di Nanyang (Laut Selatan), serta hubungan dagang yang makmur antara Ryukyu dan Cina, Korea, Jepang, dan negara-negara Asia Tenggara. Oleh karena itu genta ini disebut Genta Jembatan Antarbangsa.[4]

Referensi

  • Motoo, Hinago (1986). Japanese Castles. Tokyo: Kodansha. hlm. 200 pages. ISBN 0-87011-766-1.
  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-07. Diakses tanggal 2010-06-13.
  2. ↑ Kerr, George. Okinawa: The History of an Island People. Revised Edition. Tokyo: Tuttle Publishing, 2000. p470.
  3. ↑ http://www.wonder-okinawa.jp/001/002-e/004_03.html
  4. 1 2 "Bankoku Shiryō no kane." Okinawa konpakuto jiten (沖縄コンパクト事典, "Okinawa Compact Encyclopedia"). Ryukyu Shimpo (琉球新報). 1 Maret 2003. Diakses pada 14 April 2009.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Shuri Castle.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan