Selasa, 22 September 2026
05:07 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Shureimon

Shureimon

250px-Naha_Shuri_Castle32bs5s4592.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Shureimon atau Shurei no mon
250px-P103-2000Yen-%282000%29_front.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pecahan 2000 yen menampilkan gerbang Shureimon

Shureimon (守礼門) adalah sebuah gerbang di Distrik Shuri di Naha, ibu kota Prefektur Okinawa, Jepang. Bangunan ini adalah gerbang terutama kedua Istana Shuri.

Konstruksi

Shureimon pertama kali dibangun pada abad ke-16, dan struktur gerbangnya mirip dengan gerbang tradisional Tionghoa, dan ditutupi dengan atap berwarna merah. Empat karakter Hanzi yang ditulis di gerbang - Shu, rei, no, dan kuni, yang berarti 'Tanah Properti' - dipasang setelah gerbang selesai dibangun. Gerbang ini juga disebut Shurimon (首里門, "gerbang Shuri") dan Wī nu Aijō (上ぬ綾門, "Gerbang indah di bagian atas") dalam dialek lokal.[1][2] Gerbang tersebut mencerminkan pengaruh kebudayaan Tionghoa yang kuat, di samping tradisi agama asli Ryukyu.

Rekonstruksi

Shureimon dihancurkan pada tahun 1945 selama Pertempuran Okinawa dan dibangun kembali melalui kampanye dan dukungan pemerintah lokal pada 1950-an dan 1960-an. Gerbang ini menjadi bagian pertama dari Istana Shuri yang dipugar, dan selama beberapa waktu berikutnya bagian lain dari istana ikut direstorasi. Dua tiang utama terpisah sejauh 7,94 meter. Tingkatan atas gapura setinggi 7,05 meter, dan tingkatan bawah setinggi 5,11 meter. Keempat pilar berdiri di atas batu fondasi, dan ditopang di depan dan belakang oleh pilar tambahan untuk stabilitas yang lebih baik. Gambar gerbang yang telah rampung dipugar muncul pada uang kertas pecahan 2000 yen yang dikeluarkan pada tahun 2000 untuk memperingati KTT G8 ke-26 yang digelar di Okinawa.

Referensi

  1. 正殿への道. Shurijo Castle Park Management Center.
  2. 綾門大道 Diarsipkan 2016-08-16 di Wayback Machine.. Kadokawa Corporation

Pranala luar

26°13′05.3″N 127°43′00.8″E / 26.218139°N 127.716889°E / 26.218139; 127.716889

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan