Jumat, 23 Oktober 2026
02:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Usamah al-Rifai

Usamah al-Rifai

Bagikan:
Usamah al-Rifai
أسامة الرفاعي
250px-%D8%B5%D9%88%D8%B1%D8%A9_%D8%B4%D8%AE%D8%B5%D9%8A%D8%A9_%D8%A7%D9%84%D8%B4%D9%8A%D8%AE_%D8%A3%D8%B3%D8%A7%D9%85%D8%A9_%D8%A7%D9%84%D8%B1%D9%81%D8%A7%D8%B9%D9%8A.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Al-Rifai pada 2015
Mufti Agung Suriah
Mulai menjabat
28 Maret 2025
Sebagai pihak oposisi: 14 November 2021 – 28 Maret 2025
PendahuluAhmad Badruddin Hassoun
Kehidupan pribadi
Lahir1944 (umur 81–82)
Damaskus, Suriah
AlmamaterUniversitas Damaskus
KerabatKeluarga Al-Rifai
Kehidupan religius
AgamaIslam
DenominasiSunni
MazhabShafi'i[1]
KepercayaanAsy'ariyah
ProfesiUlama, pendakwah

Sheikh Usamah al-Rifai[a] (lahir 1944) adalah seorang ulama Muslim Sunni asal Suriah yang menjabat sebagai Mufti Agung Suriah sejak Maret 2025,[2] otoritas keagamaan tertinggi di negara tersebut.[3] Ia menganut mazhab teologi Asy'ari[4] dan berafiliasi dengan 'Kelompok Zayd', sebuah gerakan sufi yang didirikan oleh ayahnya. Ia secara aktif mendukung revolusi Suriah hingga berakhir pada tahun 2024.[5]

Kehidupan awal

Al-Rifai lahir pada tahun 1944 di Damaskus, Suriah. Ia merupakan anak dari Sheikh Abdul Karim al-Rifai. Ia mempelajari bahasa Arab dan ilmu-ilmu terkait di Universitas Damaskus dan lulus pada tahun 1971. Ia kemudian menjadi imam di Masjid Abdul Karim al-Rifai di Damaskus, sebuah masjid yang dinamai menurut ayahnya.[2][6]

Karier

Al-Rifai telah aktif dalam keilmuan Islam Sunni sejak tahun 1970-an. Ia merupakan anggota 'Kelompok Zayd', sebuah gerakan sufi yang dipimpin oleh ayahnya dan muncul pada tahun 1940-an.[7] Pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, pengaruhnya di kalangan keagamaan membuatnya mendapat perhatian dari pemerintah Suriah.[8] Pada tahun 1981, ia meninggalkan Suriah menuju Arab Saudi setelah keterkaitannya dengan Ikhwanul Muslimin di tengah penindasan pemerintah terhadap kelompok-kelompok Islam.[5] Selama berada di Arab Saudi, ia melanjutkan kegiatan keagamaan dan ilmiahnya dengan fokus pada pelayanan masyarakat.[8] Setelah upaya mediasi, ia kembali ke Suriah pada tahun 1993.[7]

Setelah pembunuhan perdana menteri Lebanon Rafic Hariri pada tahun 2005, Suriah mengalami periode singkat keterbukaan politik, sebagian akibat tekanan internasional. Pada masa ini, kelompok al-Rifai memulai proyek Maintain the Grace, sebuah upaya yang berfokus pada membantu kaum miskin di Damaskus. Proyek tersebut mendapatkan popularitas, tetapi menghadapi pembatasan pada tahun 2008, ketika pemerintah Suriah mulai membatasi kegiatan berbagai organisasi keagamaan dan sosial seiring dengan upaya menegaskan kembali kontrol politik.[8]

Perang saudara Suriah

Al-Rifai menjadi pendukung aktif pemberontakan Suriah pada tahun 2011, dilaporkan menggunakan Masjid Abdul Karim al-Rifai sebagai basis untuk kegiatan keagamaan dan politik, dengan menyampaikan khotbah yang berisi pesan perlawanan terhadap pemerintah Bashar al-Assad.[9] Pada 27 Agustus 2011, pasukan keamanan dan milisi Suriah dilaporkan menyerang masjid tersebut saat shalat tahajud pada malam Lailatul Qadar, yang menyebabkan al-Rifai dan sejumlah jemaah mengalami luka-luka.[5] Ia kemudian dirawat di rumah sakit, dan rekaman pemulihannya yang dikelilingi para pendukungnya tersebar luas.[8]

Setelah meninggalkan Suriah, al-Rifai pindah ke Turki pada Juni 2012, di mana ia membentuk koalisi ulama Islam Suriah dan pihak lain untuk menghidupkan kembali Liga Ulama Syam, sebuah organisasi yang didirikan pada tahun 1937 dan beroperasi secara rahasia hingga 2011.[10] Selama berada di Turki, ia mengelola lembaga pendidikan tingkat dasar hingga perguruan tinggi.[2] Pada tahun 2014, ia diangkat oleh presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan sebagai kepala Dewan Islam Suriah di Istanbul. Penunjukan ini merupakan bagian dari upaya Turki untuk membentuk organisasi payung yang bertujuan menyatukan para pemimpin agama dalam mendukung oposisi terhadap rezim Assad.[11][8]

Al-Rifai, bersama para rekan dalam Ikhwanul Muslimin dan jaringan sufi, aktif di Turki serta wilayah Suriah utara yang berada di bawah kendali angkatan bersenjata Turki, dan dilaporkan mempromosikan narasi keagamaan yang selaras dengan pandangan politik pemerintahan Erdoğan.[2][10][12] Setelah pecahnya bentrokan di Kegubernuran Idlib pada tahun 2017, al-Rifai berpihak pada faksi pemberontak Suriah yang dipimpin oleh Ahrar al-Syam dan menyatakan Front al-Nusra sebagai Khawarij yang sesat, serta menyerukan kepada seluruh anggotanya untuk meninggalkan organisasi tersebut.[13] Ia mengecam 'ideologi takfiri' dan menuduh baik al-Qaeda maupun Negara Islam menganut paham tersebut.[7]

Pada November 2021, oposisi Suriah menunjuknya sebagai Mufti Agung Suriah. Ia menjadi orang pertama yang memegang gelar tersebut sejak jabatan itu dihapus pada tahun 2021 oleh pemerintah Assad.[2] Setelah jatuhnya rezim Assad pada Desember 2024, ia secara resmi diangkat sebagai Mufti Agung pada 28 Maret 2025 oleh Presiden Ahmed al-Sharaa.[14]

Kontroversi

Penunjukan

Beberapa tokoh Salafi, termasuk ulama Tariq Abdul Halim dan kanal Telegram Aqwal al-Arab, mengkritik otoritas Suriah karena mengangkat seorang “penyembah kubur yang musyrik, Asy'ari, Mu'tazilah” sebagai mufti agung. Al-Rifai juga diserang oleh mereka karena sebelumnya mengeluarkan fatwa yang mendukung pengusiran pejuang asing dari Suriah.[15]

Peran gender

Al-Rifai telah dikritik atas pernyataannya mengenai peran gender dan pengaruh asing di Suriah. Dalam sebuah khotbah di Azaz, ia menuduh para pekerja Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi lainnya mempromosikan gagasan pembebasan perempuan yang menurutnya mengganggu struktur keluarga di Suriah.[16]

Pandangan terhadap Syiah

Al-Rifai dituduh memiliki pandangan sektarian terhadap Muslim Syiah, setelah dalam sebuah khotbah pada tahun 2020 ia menyatakan bahwa kaum Syiah adalah murtad dan “bahaya bagi Islam” serta memiliki “kebencian besar terhadap Muslim Sunni”.[17][18]

Pertemuan dengan Ismail Haniyeh

Pada Juli 2022, al-Rifai menghadiri sebuah pertemuan yang memberikan penghormatan kepada cucu pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, karena telah menjadi hafizah Al-Qur'an. Hal ini menimbulkan kontroversi di kalangan oposisi Suriah, karena Hamas baru saja memulihkan hubungannya dengan pemerintah Suriah di bawah Bashar al-Assad. Juru bicara Dewan Islam Suriah kemudian menyatakan bahwa mereka telah berupaya mencegah Hamas mengambil langkah tersebut selama pertemuan itu.[19]

Catatan

  1. ↑ /oʊˈsɑːməælrɪfaɪ/ oh-SAM AL-ree-FYE al-REE-fai; Arab: أسامة الرفاعي, alih aksara: Usāmah al-Rifāʻī

Referensi

  1. ↑ https://en.zamanalwsl.net/news/article/69373/
  2. 1 2 3 4 5 "Pro-Erdoğan grand mufti of Syria set up a foundation in Turkey to run schools, including a university". Nordic Monitor. 3 Mar 2022. Diakses tanggal 4 Nov 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Syrian president abolishes position of Grand Mufti". Al Jazeera. 16 Nov 2021. Diakses tanggal 4 Nov 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "أشعري وصوفي أم سلفي؟.. جدل يشتعل بين السوريين بعد قرار الشرع بتعيين مجلس الإفتاء | وكالة ستيب نيوز" (dalam bahasa Arab). 2025-03-29. Diakses tanggal 2025-03-29.
  5. 1 2 3 "إعادة انتخاب الشيخ أسامة الرفاعي رئيساً للمجلس الإسلامي السوري". تلفزيون سوريا (dalam bahasa Arab). 27 Nov 2023. Diakses tanggal 4 Nov 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ صالح, حسام (20 Nov 2021). ""المجلس الإسلامي" ينتخب أسامة الرفاعي "مفتياً عاماً لسورية"". السورية نت (dalam bahasa Arab). Diakses tanggal 4 Nov 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 3 "عارض عائلة الأسد وعاش في المنفى.. تعرّف على المفتي الجديد لسوريا" [He opposed the Assad family and lived in exile.. Meet Syria's new mufti]. Al Jazeera Arabic (dalam bahasa Arab). Diakses tanggal 2025-03-29.
  8. 1 2 3 4 5 "The Opposition's Grand Mufti of Syria: Who is Sheikh Osama al-Rifai?". The Syrian Observer -. 1 Des 2021. Diakses tanggal 4 Nov 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ The New Arab (21 Nov 2021). "Syrian opposition appoints mufti after Assad abolishes post". The New Arab. Diakses tanggal 4 Nov 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 "قراءة في قرار انتخاب الشيخ أسامة الرفاعي مفتيًا لسوريا • نون بوست". نون بوست (dalam bahasa Arab). 21 Nov 2021. Diakses tanggal 4 Nov 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ العاصي, أمين (20 Nov 2021). "انتخاب الرفاعي مفتياً عاماً لسورية.. ردّ لم يتأخر على الأسد". العربي الجديد (dalam bahasa Arab). Diakses tanggal 4 Nov 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ ""الإسلامي السوري" ينتخب أسامة الرفاعي مفتيًا لسوريا". عنب بلدي (dalam bahasa Arab). 20 Nov 2021. Diakses tanggal 4 Nov 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ شاهد.. الشيخ الرفاعي يعلن الحرب على النصرة !! [Watch: Sheikh Al-Rifai declares war on Al-Nusra!!]. Al-Alam News Network. 25 Januari 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-03-30. Diakses tanggal 2025-07-19.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "عارض عائلة الأسد وعاش في المنفى.. تعرّف على المفتي الجديد لسوريا". الجزيرة نت (dalam bahasa Arab). Diakses tanggal 2025-03-29.
  15. ↑ "Briefing: Islamists question Sunni credentials of Syria's new Grand Mufti". BBC Monitoring. 31 Maret 2025. Diakses tanggal 2025-07-19.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Shami, Ishtar Al (20 Okt 2021). "Syrian Women Navigate the Patriarchy of War and Women's Rights". The Washington Institute. Diakses tanggal 4 Nov 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ "Syria's Sharaa appoints Assad opponent as grand mufti". Rudaw Media Network. 29 Maret 2025. Diakses tanggal 2025-07-19.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ مفتي سوريا الجديد يشعل الجدل بفتوى تكفير الشيعة السابقة (فيديو) [Syria's new mufti ignites controversy with fatwa declaring Shiites infidels (video)]. Al-Mutalee (dalam bahasa Arab). 31 Maret 2025. Diakses tanggal 2025-07-19.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ "Syrian Islamic Council: Mufti's Meeting with Haniyeh to Discourage Hamas from Normalizing with Regime". The Syrian Observer (dalam bahasa American English). 2022-07-05. Diakses tanggal 2025-07-19.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan