Sabtu, 24 Oktober 2026
03:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Oposisi Suriah

Oposisi Suriah

Bagikan:
Oposisi Suriah
المعارضة السورية (Arab)
al-Muʻaraḍatu al-Sūrīyah
Bendera Oposisi Suriah
Bendera
Lambang Oposisi Suriah
Lambang
Daerah yang dikuasai berbagai kelompok oposisi pada Desember 2024      Pemerintahan Sementara (Tentara Nasional)     Pemerintahan Keselamatan (Tahrir al-Sham)     al-Tanf (Tentara Komando Revolusioner)     Ruang Operasi Selatan     Dataran Tinggi Golan (diduduki oleh  Israel sejak 1967)
Daerah yang dikuasai berbagai kelompok oposisi pada Desember 2024
Ibu kotaDamaskus (diklaim)
Azaz (de facto oleh Pemerintah Sementara)[1][2]

Idlib (de facto oleh Pemerintahan Keselamatan)

Pangkalan Al-Tanf (digunakan oleh Tentara Komando Revolusioner)
Kota terbesarDamaskus (diklaim)
Bahasa resmiArab
DemonimSuriah
PemerintahanPemerintahan Kesatuan Sementara
Hadi al-Bahra
• Perdana Menteri Pemerintahan Sementara
Abdurrahman Mustafa
LegislatifMajelis Umum/Majelis Syura Umum
Pendirian
• Terbentuk
15 Maret 2011
• Pembubaran
8 Desember 2024
Mata uangLira Turki,[3][4] Euro, Dolar Amerika Serikat dan Pound Suriah (SYP)
Zona waktuUTC+3 (EET)
Kode telepon+963
Kode ISO 3166SY
Ranah Internet.sy
سوريا.
Didahului olehDigantikan oleh
Republik Arab Suriah
Pemerintahan Transisi Suriah

Oposisi Suriah adalah istilah yang mengacu pada kelompok politik yang menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad di Suriah, terutama yang diwakili oleh Koalisi Nasional Suriah. Kelompok-kelompok ini memiliki beragam ideologi, dari sekularisme hingga Islamisme, dan memiliki struktur kepemimpinan yang berbeda-beda serta memiliki kendali teritorial di seluruh negeri.[5][6] Sebelum perang saudara, istilah oposisi telah digunakan untuk merujuk pada aktor politik tradisional, misalnya Komite Koordinasi Nasional untuk Perubahan Demokratis; yakni kelompok dan individu yang memiliki sejarah pembangkangan terhadap negara Suriah.[7]

Sejarah

Setelah beberapa dekade Suriah menjadi negara republik pasca pengusiran pasukan Prancis, Partai Ba'ath merebut kekuasaan dalam sebuah kudeta pada tahun 1963. Sejak tahun 1971, pemerintahan dikuasai oleh dinasti Assad, dimulai dengan Hafez al-Assad (1971–2000).[8] Pemerintahannya ditandai dengan penindasan berat terhadap faksi oposisi sekuler seperti Nasseris nasionalis Arab dan demokrat liberal. Sejak saat itu, Oposisi Suriah mulai berkembang dari kelompok yang menyerukan penggulingan pemerintahan Assad.[9]

Struktur pertama yang terbentuk ialah komite pengorganisasian unjuk rasa tanpa kekerasan pada April 2011.[10] Penentangan terhadap pemerintahan Assad itu kemudian berkembang menjadi Perang Saudara ketika unit-unit tentara membelot sebagai tanggapan atas tindakan keras pemerintah terhadap pengunjuk rasa.[11][12] Gerakan oposisi terpecah menjadi berbagai kelompok dengan tujuan dan strategi yang berbeda, termasuk oposisi politik moderat dan kelompok militan bersenjata. Namun pada akhir tahun 2011, kelompok-kelompok tersebut membentuk organisasi payung Dewan Nasional Suriah (NSC) yang didukung dalam kapasitas tertentu oleh setidaknya 17 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan tiga di antaranya (Prancis, Britania Raya, dan Amerika Serikat) anggota tetap Dewan Keamanan.[13][14]

Organisasi payung oposisi yang lebih luas, Koalisi Nasional untuk Pasukan Revolusioner dan Oposisi Suriah (SNRC), dibentuk pada bulan November 2012 dan telah memperoleh pengakuan sebagai "perwakilan sah rakyat Suriah" oleh Dewan Kerjasama Negara-negara Teluk Arab dan sebagai "perwakilan aspirasi rakyat Suriah" oleh Liga Arab.[15]

Setelah beberapa tahun berkoalisi, oposisi Suriah awalnya tidak mampu untuk menggulingkan pemerintahan Assad, utamanya karena fragmentasi politik dan militer yang kental.[5][6] Akibatnya timbul konflik internal, seperti pengunduran diri NSC dari koalisi pada 20 Januari 2014 sebagai protes atas keputusan koalisi untuk menghadiri perundingan Jenewa.[16]

Namun pada tanggal 27 November 2024, koalisi oposisi Suriah yang disebut Komando Operasi Militer yang dipimpin oleh Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) melancarkan serangan terhadap pasukan Tentara Arab Suriah (SAA) yang pro-pemerintah di Kegubernuran Aleppo dan Idlib di Suriah.[17] Pada tanggal 8 Desember 2024, oposisi berhasil merebut ibu kota Damaskus, menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad dan mengakhiri kekuasaan keluarga Assad selama 53 tahun di negara tersebut.[18]

Referensi

  1. ↑ Charles Lister (31 Oktober 2017). "Turkey's Idlib Incursion and the HTS Question: Understanding the Long Game in Syria". War on the Rocks. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Juni 2019. Diakses tanggal 8 Mei 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ al-Khateb, Khaled (19 September 2018). "Idlib still wary of attack despite Turkish-Russian agreement". Al-Monitor. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Mei 2019. Diakses tanggal 8 Mei 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Ashawi, Khalil (28 Agustus 2018). "Falling lira hits Syrian enclave backed by Turkey". Reuters.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Ghuraibi, Yousef (1 Juli 2020). "Residents of northwestern Syria replace Syrian pound with Turkish lira". Enab Baladi. Idlib. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Juli 2020. Diakses tanggal 28 Januari 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Kurtz, Lester R. & Kurtz, Mariam M. (editor) (2015). Women, War, and Violence. Bloomsbury Publishing. ISBN 9798216167259.{{cite book}}: |first= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 Mabley, Bruce (2024). Vectors of Freedom in World Diplomacy. Dorrance Publishing Company. ISBN 9798893415858.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Sayigh, Yezid. "The Syrian Opposition's Leadership Problem". Carnegie Middle East Center (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-01-29.
  8. ↑ Syria's state of emergency Diarsipkan 24 Mei 2013 di Wayback Machine, Al Jazeera, 17 April 2011.
  9. ↑ "Bashar al-Assad: Facing down rebellion". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2018-09-03. Diakses tanggal 2020-01-29.
  10. ↑ Ghattas, Kim (2011-04-22). "Syria's spontaneously organised protests". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2020-01-29.
  11. ↑ "Asad's Armed Opposition: The Free Syrian Army". www.washingtoninstitute.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-09-19.
  12. ↑ "We Live as in War". Human Rights Watch (dalam bahasa Inggris). 2011-11-11. Diakses tanggal 2020-09-19.
  13. ↑ "The main components of the Syrian opposition". London: BBC Arabic. 24 Februari 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Februari 2014. Diakses tanggal 1 September 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ thejournal.ie (27 Februari 2012). "EU ministers recognise Syrian National Council as legitimate representatives". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Februari 2012. Diakses tanggal 29 Februari 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ "Syria's newly-formed opposition coalition draws mixed reaction". Xinhua. 13 November 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 16 November 2012. Diakses tanggal 25 Januari 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ "Main bloc quits Syrian National Coalition over Geneva". The Times of Israel. 21 Januari 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Januari 2014. Diakses tanggal 20 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ "Syrian rebels enter Aleppo for first time in eight years during shock offensive". CNN. 29 November 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ "Syrian rebels topple President Assad, prime minister calls for free elections". Reuters. 8 Desember 2024. Diakses tanggal 8 Desember 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan