Sabtu, 17 Oktober 2026
02:30 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Beruang hitam formosa

Beruang hitam formosa

Bagikan:
Beruang hitam formosa
330px-Formosan_Black_Bear01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Subspesies:
U. t. formosanus
Nama trinomial
Ursus thibetanus formosanus
Sinonim

Selenarctos thibetanus formosanus

Artikel takson sembarang

Beruang hitam formosa (台湾 黑熊, Ursus thibetanus formosanus, atau Selenarctos thibetanus formosanus), adalah subspesies dari beruang hitam Asia. Beruang hitam formosa adalah hewan endemik di Taiwan. Pada tahun 2001, mereka terpilih sebagai satwa liar yang paling mewakili Taiwan dalam kampanye pemungutan suara di seluruh negeri selama setengah tahun. Mereka juga hewan darat terbesar dan satu-satunya beruang (Ursidae) asli Taiwan.[1]

Karena eksploitasi dan degradasi habitat yang parah dalam beberapa dekade terakhir, populasi beruang hitam formosa liar telah menurun. Spesies ini terdaftar sebagai "terancam punah" di bawah Hukum Pelestarian dan Warisan Budaya Taiwan (Hanzi tradisional: 文化資產保存法) pada tahun 1989. Penyebaran geografis mereka terbatas pada daerah terpencil yang kasar di ketinggian 1,000-3,500 meter (3,300-11,500 kaki).

Karakteristik fisik

250px-Ursus_thibetanus_formosanus_V_character.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanda putih berbentuk V di dada beruang

Beruang hitam formosa memiliki badan tegap dan kepala bulat, leher pendek, mata kecil, dan moncong panjang. Kepalanya berukuran panjang 26–35 cm dan keliling 40–60 cm. Telinganya memiliki panjang 8–12 cm. Moncongnya menyerupai anjing, maka sering disebut adalah "beruang anjing". Ekornya tidak mencolok dan pendek - biasanya kurang dari 10 cm. Tubuhnya ditutupi dengan bulu hitam yang kasar dan mengkilap, yang dapat tumbuh lebih dari 10 cm di sekitar leher. Ujung dagunya berwarna putih. Pada dada, ada tanda kekuningan atau keputihan khas yang berbentuk seperti karakter "V" atau bulan sabit. Beruang ini juga mendapatkan julukan "beruang bulan".[2]

Makanan

250px-Acorn-20.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buah ek
250px-19-Formosan_Black_Bear.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seekor beruang sedang makan buah beri

Mereka biasanya memakan daun, tunas, buah, akar, meskipun mereka juga memakan serangga, hewan kecil, dan bangkai. Makanan beruang dipantau di Taman Nasional Yushan, termasuk tumbuhan sukulen di musim semi, buah-buahan lembut kaya karbohidrat di musim panas, dan makanan penuh lemak (misalnya, buah ek dan walnut) di musim gugur atau musim dingin.

Habitat dan perilaku

Beruang Formosa hidup di hutan pegunungan di dua-pertiga bagian timur Taiwan di ketinggian 3.300 sampai 10.000 kaki. Pada musim dingin, daripada berhibernasi seperti beruang hitam Asia di daerah beriklim, mereka pindah ke ketinggian yang lebih rendah untuk mencari makanan. Mereka aktif sekitar 54-57% di siang hari, dan lebih aktif selama musim panas (60%) dan musim gugur/dingin (60%) dibandingkan musim semi (47%). Mereka terutama aktif di siang hari pada musim semi dan musim panas, dan makin aktif pada malam hari di musim gugur/musim dingin ketika buah ek melimpah. Mereka hidup menyendiri (soliter) dan biasanya berpindah secara meluas kecuali selama musim kawin atau saat merawat anaknya.

Meskipun mereka terlihat canggung dan lambat, beruang hitam formosa dengan mudah dapat berlari lebih cepat dari manusia, mencapai kecepatan 30–40 km per jam. Mereka terampil berenang dan mendaki. Karena status spesies terancamnya dan kebiasaan mereka menghindari manusia, beruang hitam formosa jarang terlihat di alam liar. Dalam sebagian besar penglihatan, beruang biasanya menghindar dan melarikan diri dari manusia. Meskipun beruang dapat menjadi agresif, mereka jarang menyerang manusia tanpa membuat marah atau menghasut mereka terlebih dahulu.

Reproduksi

  • Sebuah sarang di tanah yang dibuat oleh beruang
    Sebuah sarang di tanah yang dibuat oleh beruang
  • Induk beruang sedang merawat anaknya
    Induk beruang sedang merawat anaknya
  • Seekor bayi beruang berumur 44 hari
    Seekor bayi beruang berumur 44 hari
  • Bayi beruang sedang memanjat pohon
    Bayi beruang sedang memanjat pohon

Sebagai hewan soliter, beruang hitam formosa tidak tinggal di tempat penampungan secara tetap, kecuali untuk perempuan selama periode berkembang biak mereka. Masa pacaran beruang sangat singkat. Seekor jantan mengencani betina untuk beberapa hari. Setelah kawin, mereka kembali ke kehidupan soliter mereka. Betina mencapai kematangan seksual pada usia 3-4 tahun dan jantan mencapai kematangan seksual pada usia 4-5 tahun, biasanya satu tahun kemudian dari betina. Musim kawin biasanya dari bulan Juni sampai Agustus dan kehamilan dapat berlangsung selama 6-7 bulan. Jadi, betina liar biasanya melahirkan antara Desember dan Februari tahun berikutnya.[3]

Setiap melahirkan, betina menghasilkan 1-3 anak. Anak beruang akan dirawat oleh ibunya selama sekitar enam bulan. Ketika mereka cukup kuat untuk meninggalkan sarang, anak beruang akan tetap dengan ibunya selama kurang lebih dua tahun, sampai ibunya kembali memasuki siklus estrus berikutnya dan melepaskan anaknya. Ini membentuk siklus 2 tahun reproduksi beruang hitam formosa.[3]

Referensi

  1. ↑ Taiwan's Ecological Conservation. Gio.gov.tw. Diakses pada 26 September 2011.
  2. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-10-10. Diakses tanggal 2011-10-26.
  3. 1 2 [pranala nonaktif]

Pranala luar

Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Ursus thibetanus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan