Minggu, 18 Oktober 2026
00:14 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Uray Faisal Hamid

politisi Indonesia

Bagikan:
Uray Faisal Hamid
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Masa jabatan
1992–2009
Presiden
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Barat
Masa jabatan
1977–1992
PresidenSoeharto
Informasi pribadi
Lahir(1943-05-20)20 Mei 1943
Meninggal6 Agustus 2013(2013-08-06) (umur 70)
Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
Partai politikPartai Persatuan Pembangunan
Suami/istriSilvina
AlmamaterFakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Uray Faisal Hamid (20 Juli 1943 – 8 Juni 2013) dan dikenal pula dengan nama Om Ca adalah seorang politisi Indonesia. Dia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun 1992 sampai dengan 2009 dari Partai Persatuan Pembangunan. Sebelumnya, ia merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Barat sejak tahun 1977.

Riwayat Hidup

Uray Faisal Hamid lahir di Pontianak, Kalimantan Barat pada masa Pendudukan Jepang tanggal 20 Juli 1943.[1] Pada masa mudanya dia diterima di SMA Negeri 2 Pontianak dan Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura.[2] Ia tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat sejak tahun 1977 hingga tahun 1992. Kemudian, tahun 1992 hingga tahun 2009, menjadi anggota DPR-RI. Saat Pemilu legislatif tahun 2004, ia menempati nomor urut satu dari PPP daerah pemilihan Kalbar. Ia memperoleh 38.237 suara.[1] Hamid meninggal selang 6 jam pada pukul 23.00 WIB setelah kematian Taufik Kiemas. Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Santo Antonius dengan penyakit yang dideritanya.[3]

Politik

Hamid mulai menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat pada 1977-92. Uray Faisal Hamid adalah legislator asal Kalbar yang melampaui jabatan lima Presiden RI dalam karier politiknya di kancah nasional.[3][4] Pada tahun 1992-2009, dia menjadi anggota DPR-RI. Di Senayan, sebagai anggota DPR Faisal Hamid yang sering dikenal dengan nama Om Ca ini adalah tokoh pengorbit Suryadharma Ali sebagai Menteri Agama dan Hamzah Haz sebagai Wakil Presiden asal Kalimantan Barat. Faisal Hamid sering melakukan kegiatan sosial di desa perbatasan Kalimantan Barat. Hamid juga selalu memberikan sumbangsih saran pendapatnya untuk kebaikan NU, khususnya ketika pelaksanaan Muktamar NU ia selalu pro aktif memberikan pendapat. Seiring kesehatannya yang menurun, ia mulai tidak begitu aktif mengikuti kegiatan NU.[3]

Pada kasus dugaan suap kepada sejumlah anggota DPR terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) pada 2004, ia diperiksa sebagai saksi.[5] Namun, dia membantah telah menerima uang dalam bentuk traveller's cheque (TC) sebanyak lima lembar, dengan nilai per lembarnya Rp 50 juta. Padahal dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus itu dan saat pemeriksaan di KPK, ia sempat mengaku telah menerimanya dan juga telah mengembalikan sebanyak Rp 250 juta.[6]

Kematian

Kakaknya, Nurwati (80) mengatakan bahwa wafatnya Uray Faisal Hamid diduga karena terserang penyakit jantung. Penyakit jantung itu diduga menyerangnya secara tiba-tiba saat menerima tamu di Hotel Kapuas Palace pada Sabtu, 9 Juni 2013. Sebelumnya, dia baik-baik saja. Bahkan, "beberapa hari sebelum ia meninggal dunia, ia pamitan ke keponakan, adik, kakak dan abang ia bahwa ia akan pergi ke Jakarta pada Sabtu atau Minggu. Tiketnya sudah dipesan. Ternyata ia pergi untuk selama-lamanya," kata Nurwati kakaknya.[4]

Kehidupan pribadi

Uray Faisal Hamid memiliki istri bernama Silviana dan dari pernikahan mereka, ia mendapat 2 orang anak. Pernah menjadi Ketua GP Ansor Kalimantan Barat dan dan Wakil Ketua PMII Kalbar.[1][2]

Referensi

  1. 1 2 3 Rahadi, Fernan (9 Juni 2013). "Politisi Senior PPP Meninggal Dunia". Republika. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-07-20. Diakses tanggal 2013-07-20.
  2. 1 2 "H. Uray Faisal Hamid, SH". VIVA.co.id. 17 Oktober 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-07-20. Diakses tanggal 2013-07-20.
  3. 1 2 3 Kafli, Zulkifli; Syukri, Abdu (10 Juni 2013). Hamka Saptono (ed.). "Perginya H Uray Faisal Hamid SH, Sang Tokoh Karismatik:Politisi Egaliter, Komunikator, dan Humoris". Harian Rakyat Kalbar. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-07-20. Diakses tanggal 2013-07-20.
  4. 1 2 Jamadin. "Uray Faisal Hamid Tutup Usia". Tribunnews.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-07-20. Diakses tanggal 2013-07-20.
  5. ↑ "KPK Periksa Anggota DPR Uray Faisal Hamid". ANTARA News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-07-20. Diakses tanggal 2013-07-20.
  6. ↑ "Uray Faisal Hamid Bantah Terima TC". JPNN.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-07-20. Diakses tanggal 2013-07-20.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan