Jumat, 09 Oktober 2026
13:36 WIB
TERKINI
Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP
Urang-aring

Urang-aring

Bagikan:
Urang-aring
250px-Eclipta_prostrata_W_IMG_2239.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Urang-aring, Eclipta prostrata
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Eclipta
Spesies:
E. prostrata
Nama binomial
Eclipta prostrata
Sinonim

Eclipta erecta
Eclipta alba
Verbesina alba
Verbesina prostrata

Urang-aring (Eclipta prostrata L.) adalah sejenis tumbuhan, kebanyakan ditemukan liar sebagai gulma, anggota suku Asteraceae. Terna ini terkenal oleh kegunaannya sebagai penyubur rambut. Di samping itu, urang-aring juga memiliki khasiat sebagai tumbuhan obat. Beberapa nama-nama lainnya, di antaranya orang-aring (Jw.); te-lenteyan (Md.); daun tinta (Banda); daun sipat, keremak jantan (Mly.); dan false daisy (Ingg.).[2]

Pengenalan

250px-Eclipta_prostrata_in_AP_W2_IMG_9785.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Close up bunga

Terna semusim, dengan batang tegak atau berbaring, kerap bercabang-cabang, hingga 0,8 m. Batang bulat pejal, sering keunguan, dengan rambut putih. Daun berhadapan, duduk, lanset memanjang hingga bundar telur memanjang, 2–12,5 × 0,5–3,5 cm, dengan pangkal menyempit dan ujung runcing, tepi daun bergerigi atau hampir rata, kedua permukaannya berambut.[3]

Bunga-bunga tergabung dalam bongkol bunga majemuk bertangkai panjang, selanjutnya 2-3 bongkol bersama-sama berkumpul di ujung (terminal) atau di ketiak. Daun pembalut dalam 2 lingkaran, panjang 5 mm, membentuk mangkuk. Bunga tepi dengan mahkota bentuk pita sempit, bergigi dua. Bunga cakram bentuk tabung, berwarna putih. Buah keras (achene) memanjang hingga serupa baji pendek, 2 mm, berbintil-bintil.[3]

Kegunaan

250px-Eclipta_prostrata-linedrawing1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan menurut Britton & Brown, 1913

Urang-aring menghasilkan zat pewarna hitam. Cairan sarinya digunakan untuk menghitamkan rambut dan untuk membuat tato.[4] Daun urang-aring diremas-remas dalam air, yang kemudian digunakan untuk mendinginkan kepala serta untuk menyuburkan dan menghitamkan rambut. Cairan urang-aring dioleskan pada kepala bayi agar lekas mendapatkan rambut yang hitam. Seduhan urang-aring dalam minyak kelapa digunakan sebagai minyak penyubur rambut.[2] Minyak urang-aring semacam ini populer di Jawa hingga sekitar tahun ’70-an.

Dalam Ayurveda (ilmu pengobatan India), urang aring diyakini sebagai semacam rasayana yang memiliki khasiat panjang usia dan awet muda. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa tumbuhan ini memiliki daya pengobatan terhadap gangguan hati (hepar) dan lambung.[5]

Di tempat-tempat lain, urang-aring digunakan sebagai obat luar untuk penyakit kulit, eksem, "kutu air", bahkan untuk mengatasi serangan hewan berbisa seperti sengatan kalajengking atau gigitan ular.

Daun urang-aring juga dimanfaatkan sebagai lalap, atau di Bali, dicampurkan ke dalam sayur.[2]

Ekologi dan penyebaran

250px-Eclip_alba_100221-1185_tdp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bongkol-bongkol buah

Terna ini asal-usulnya tidak diketahui. Menyebar luas di seluruh dunia, di wilayah tropika dan subtropika, pada banyak tempat telah berkembang menjadi gulma yang sangat mengganggu bagi beberapa banyak jenis tanaman pertanian.[6] Di India, Cina, Thailand, dan Brasil; didapati pula di seluruh Indonesia.

Urang-aring mampu beradaptasi pada lingkungan yang berubah, terutama di tempat-tempat yang berdrainase buruk, daerah-daerah basah di sekitar sungai, parit, atau rawa, namun kaya akan sinar matahari. Mulai dari wilayah pantai –gulma ini tahan hidup di tanah bergaram– hingga ketinggian 2000 m. Kemampuan berbiaknya tinggi: berbunga di sepanjang tahun, urang-aring mampu menghasilkan 17.000 biji per individu tumbuhan.[6]

Fitokimia

Urang-aring mengandung berbagai fitokimia, seperti koumestan, polipeptida, poliasetilen, turunan tiofena, steroid, sterol, triterpen, dan flavonoid.[7]

Catatan kaki

  1. ↑ "Eclipta prostrata (L.) L." The Plant List version 1.1. Diakses tanggal 26 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 3:1833. Terj. Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta
  3. 1 2 Steenis, CGGJ van. 1981. Flora, untuk sekolah di Indonesia. PT Pradnya Paramita, Jakarta. Hal. 423-424
  4. ↑ Jukema, J., N.Wulijarni-Soetjipto, R.H.M.J. Lemmens & J.W.Hildebrand. 1991. Eclipta alba (L.) Hassk. Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine Internet Record from Proseabase. Lemmens, R.H.M.J. and Wulijarni-Soetjipto, N. (Editors). PROSEA (Plant Resources of South-East Asia) Foundation, Bogor, Indonesia
  5. ↑ Puri, HS. 2003. Rasayana: Ayurvedic Herbs for Longevity and Rejuvenation. Taylor & Francis, London, p. 80–85
  6. 1 2 Soerjani, M., AJGH Kostermans dan G. Tjitrosoepomo (Eds.). 1987. Weeds of Rice in Indonesia. Balai Pustaka, Jakarta. p. 76-77 (illust.)
  7. ↑ Chung, I. M; Rajakumar, G; Lee, J. H; Kim, S. H; Thiruvengadam, M (2017). "Ethnopharmacological uses, phytochemistry, biological activities, and biotechnological applications of Eclipta prostrata". Applied Microbiology and Biotechnology. 101 (13): 5247–5257. doi:10.1007/s00253-017-8363-9. PMID 28623383. S2CID 9288894.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Eclipta prostrata.
Eclipta prostrata
Verbesina prostrata
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan