Selasa, 13 Oktober 2026
17:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
André Joseph Guillaume Henri Kostermans

André Joseph Guillaume Henri Kostermans

Bagikan:
250px-Bogor_Dutch_Graveyard_9.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kubur (Kebun Raya Bogor)

Prof. Dr. André Joseph Guillaume Henri Kostermans (atau Achmad Jahja Goh Hartono Kostermans setelah menjadi WNI ; 1 Juli 1906 – 10 Juli 1994) adalah seorang pakar botani Belanda dan Indonesia.

Sebagian besar karyanya membahas tentang flora Asia Tenggara. Gelar doktor diperolehnya dari Universitas Utrecht, Belanda, pada tanggal 20 Januari 1936 dengan penelitian berjudul Studies in South American Malpighiaceae, Lauraceae and Hernandiaceae, Especially of Surinam di bawah bimbingan Prof. August Adriaan Pulle. Pada awal kariernya, ia menyumbang beberapa bagian pada Flora Suriname (karya A.A. Pulle).

Minat utamanya pada Lauraceae, beberapa suku Malvales (Bombacaceae dan Sterculiaceae) dan Dipterocarpaceae. Pada tahun-tahun akhir ia juga bekerja untuk Anacardiaceae (buku tentang ini diterbitkan oleh Academic Press). Kostermans, yang biasa dipanggil Dok oleh rekan dan anak buahnya, sangat produktif dan banyak menulis di berbagai media publikasi. Ialah juga yang membesarkan nama Herbarium Bogoriensis.

Sebelum meninggal pada tahun 1994, ia terlebih dahulu terkena serangan jantung pada tahun 1991. Kostermans tidak menikah tetapi meninggalkan banyak anak asuh, seperti ahli jamur (mikolog) utama Indonesia Prof. Dr. Mien Rifai, pakar mikologi dan Dr. Soegeng Reksodihardjo, seorang pakar botani untuk suku Bombacaceae.

Satu nama marga dari suku Malvaceae (sebelumnya Bombacaceae) diberi nama Kostermansia. Banyak pula spesies yang diberi nama untuk menghormatinya, seperti Cryptocarya kostermansiana (Lauraceae). Singkatan Kosterm. dipakai untuk dirinya dalam literatur botani.

Kostermans meninggal dunia di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta dan dimakamkan di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.

Referensi


Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan