Selasa, 22 September 2026
05:38 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Unit imajiner

Unit imajiner

250px-ImaginaryUnit5.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
i {\displaystyle i} {\displaystyle i} terletak di bidang kompleks. Bilangan riil terletak pada sumbu horizontal, dan bilangan imajiner terletak pada sumbu vertikal.

Unit imajiner atau bilangan imajiner unit ( i {\displaystyle i} {\displaystyle i}) adalah solusi untuk persamaan kuadrat x {\displaystyle x} {\displaystyle x}2 + 1 = 0 {\displaystyle +1=0} {\displaystyle +1=0}. Meskipun tidak ada bilangan riil dengan sifat ini, i {\displaystyle i} {\displaystyle i} dapat digunakan untuk memperluas bilangan riil menjadi bilangan kompleks, bilangan yang menggunakan operasi penambahan dan perkalian; contoh sederhananya adalah 2 + 3 i {\displaystyle 2+3i} {\displaystyle 2+3i}.

Bilangan imajiner adalah konsep matematika yang penting, sebab bilangan ini memperluas sistem bilangan riil R {\displaystyle \mathbb {R} } {\displaystyle \mathbb {R} } ke sistem bilangan kompleks C {\displaystyle \mathbb {C} } {\displaystyle \mathbb {C} }, dan pada sistem bilangan tersebut setidaknya terdapat satu buah akar fungsi untuk setiap polinomial P ( x ) {\displaystyle P(x)} {\displaystyle P(x)} yang tak konstan. Istilah "imajiner" digunakan karena tidak ada bilangan riil yang memiliki kuadrat negatif.

Terdapat dua buah akar kuadrat kompleks dari −1, yaitu i {\displaystyle i} {\displaystyle i} dan − i {\displaystyle -i} {\displaystyle -i}, sama seperti terdapat dua buah akar kuadrat kompleks dari setiap bilangan riil selain nol, yang memiliki satu buah akar kuadrat berganda.

Bilangan kompleks j {\displaystyle j} {\displaystyle j} yang juga terkadang digunakan untuk menggantikan i {\displaystyle i} {\displaystyle i}, sebab i {\displaystyle i} {\displaystyle i} dapat bermakna ambigu. Sebagai contoh, dalam ilmu teknik listrik dan teknik kendali, unit imajiner biasanya dilambangkan dengan j {\displaystyle j} {\displaystyle j} alih-alih i {\displaystyle i} {\displaystyle i}, karena i {\displaystyle i} {\displaystyle i} biasanya digunakan untuk menyatakan arus listrik.[1]

Definisi

Nilai siklus perpangkatan dari i
:
. . . {\displaystyle ...} {\displaystyle ...} (daerah yang berwarna biru
menandakan pola berulang)
i − 3 = i {\displaystyle i^{-3}=i} {\displaystyle i^{-3}=i}
i − 2 = − 1 {\displaystyle i^{-2}=-1} {\displaystyle i^{-2}=-1}
i − 1 = − i {\displaystyle i^{-1}=-i} {\displaystyle i^{-1}=-i}
i 0 = 1 {\displaystyle i^{0}=1} {\displaystyle i^{0}=1}
i 1 = i {\displaystyle i^{1}=i} {\displaystyle i^{1}=i}
i 2 = − 1 {\displaystyle i^{2}=-1} {\displaystyle i^{2}=-1}
i 3 = − i {\displaystyle i^{3}=-i} {\displaystyle i^{3}=-i}
i 4 = 1 {\displaystyle i^{4}=1} {\displaystyle i^{4}=1}
i 5 = i {\displaystyle i^{5}=i} {\displaystyle i^{5}=i}
i 6 = − 1 {\displaystyle i^{6}=-1} {\displaystyle i^{6}=-1}
. . . {\displaystyle ...} {\displaystyle ...} (daerah yang berwarna biru
menandakan pola berulang)

Bilangan imajiner i {\displaystyle i} {\displaystyle i} didefinisikan hanya dengan menggunakan sifat bahwa akar kuadratnya adalah − 1 {\displaystyle -1} {\displaystyle -1}: i 2 = − 1. {\displaystyle i^{2}=-1.} {\displaystyle i^{2}=-1.} Oleh karena itu, i {\displaystyle i} {\displaystyle i} dan − i {\displaystyle -i} {\displaystyle -i} sama-sama merupakan akar kuadrat dari − 1 {\displaystyle -1} {\displaystyle -1}.

Operasi bilangan real dapat diperluas ke bilangan imajiner dan bilangan kompleks, dengan memperlakukan i {\displaystyle i} {\displaystyle i} sebagai kuantitas yang tidak diketahui saat memanipulasi ekspresi (dan menggunakan definisi untuk menggantikan i 2 {\displaystyle i^{2}} {\displaystyle i^{2}} dengan −1). Perpangkatan dari i {\displaystyle i} {\displaystyle i} yang lebih tinggi dapat digantikan dengan − i {\displaystyle -i} {\displaystyle -i}, 1 {\displaystyle 1} {\displaystyle 1}, i {\displaystyle i} {\displaystyle i}, atau − 1 {\displaystyle -1} {\displaystyle -1}: i 3 = i 2 i = ( − 1 ) i = − i i 4 = i 3 i = ( − i ) i = − ( i 2 ) = − ( − 1 ) = 1 i 5 = i 4 i = ( 1 ) i = i . {\displaystyle {\begin{aligned}i^{3}&=i^{2}i=(-1)i=-i\\i^{4}&=i^{3}i=(-i)i=-(i^{2})=-(-1)=1\\i^{5}&=i^{4}i=(1)i=i.\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}i^{3}&=i^{2}i=(-1)i=-i\\i^{4}&=i^{3}i=(-i)i=-(i^{2})=-(-1)=1\\i^{5}&=i^{4}i=(1)i=i.\end{aligned}}}

Hal ini dapat diperlakukan cara yang serupa untuk sebarang bilangan real tak nol: i 0 = i 1 − 1 = i 1 i − 1 = i 1 1 i = i 1 i = i i = 1. {\displaystyle i^{0}=i^{1-1}=i^{1}i^{-1}=i^{1}{\frac {1}{i}}=i{\frac {1}{i}}={\frac {i}{i}}=1.} {\displaystyle i^{0}=i^{1-1}=i^{1}i^{-1}=i^{1}{\frac {1}{i}}=i{\frac {1}{i}}={\frac {i}{i}}=1.}

Sebagai bilangan kompleks, i {\displaystyle i} {\displaystyle i} dapat dinyatakan dalam sistem koordinat Cartesius berdimensi dua sebagai 0 + 1 i {\displaystyle 0+1i} {\displaystyle 0+1i}, yang terdiri dari nol buah komponen real dan satu buah komponen imajiner. Dalam bentuk polar, i {\displaystyle i} {\displaystyle i} dapat dinyatakan sebagai 1 × e i π / 2 {\displaystyle 1\times e^{i\pi /2}} {\displaystyle 1\times e^{i\pi /2}} (atau cukup tulis e i π / 2 {\displaystyle e^{i\pi /2}} {\displaystyle e^{i\pi /2}}), dengan nilai mutlak dari 1 dan argumen dari π / 2 {\displaystyle \pi /2} {\displaystyle \pi /2} radian (dan juga ditambahkan dengan sebarang kelipatan dari 2 π {\displaystyle 2\pi } {\displaystyle 2\pi }). Dalam bilangan kompleks, atau disebut bidang Argand, yang merupakan pandangan bidang Cartesius yang khusus, i {\displaystyle i} {\displaystyle i} adalah titik yang terletak dengan jarak 1 satuan dari titik asal di sepanjang sumbu imajiner.

Sifat

Akar kuadrat dan akar kubik

250px-Imaginary2Root.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua buah akar kuadrat dari i {\displaystyle i} {\displaystyle i} dalam bidang kompleks
250px-Imaginary3Root.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tiga buah akar kubik dari i {\displaystyle i} {\displaystyle i} dalam bidang kompleks

Sama seperti semua bilangan kompleks tak nol, i {\displaystyle i} {\displaystyle i} mempunyai dua buah akar kuadrat, yaitu [a]

± ( 2 2 + 2 2 i ) = ± 2 2 ( 1 + i ) . {\displaystyle \pm \left({\frac {\sqrt {2}}{2}}+{\frac {\sqrt {2}}{2}}i\right)=\pm {\frac {\sqrt {2}}{2}}(1+i).} {\displaystyle \pm \left({\frac {\sqrt {2}}{2}}+{\frac {\sqrt {2}}{2}}i\right)=\pm {\frac {\sqrt {2}}{2}}(1+i).}

Dengan menguadratkan kedua ekspresi tersebut, akan menghasilkan: ( ± 2 2 ( 1 + i ) ) 2   = ( ± 2 2 ) 2 ( 1 + i ) 2   = 1 2 ( 1 + 2 i + i 2 ) = 1 2 ( 1 + 2 i − 1 )   = i . {\displaystyle {\begin{aligned}\left(\pm {\frac {\sqrt {2}}{2}}(1+i)\right)^{2}\ &=\left(\pm {\frac {\sqrt {2}}{2}}\right)^{2}(1+i)^{2}\ \\&={\frac {1}{2}}(1+2i+i^{2})\\&={\frac {1}{2}}(1+2i-1)\ \\&=i.\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}\left(\pm {\frac {\sqrt {2}}{2}}(1+i)\right)^{2}\ &=\left(\pm {\frac {\sqrt {2}}{2}}\right)^{2}(1+i)^{2}\ \\&={\frac {1}{2}}(1+2i+i^{2})\\&={\frac {1}{2}}(1+2i-1)\ \\&=i.\end{aligned}}}

Dengan mengakarkuadratkan kedua ruas, akan didapatkan i = 2 2 ( 1 + i ) . {\displaystyle {\sqrt {i}}={\frac {\sqrt {2}}{2}}(1+i).} {\displaystyle {\sqrt {i}}={\frac {\sqrt {2}}{2}}(1+i).}

Tiga buah akar kubik dari i {\displaystyle i} {\displaystyle i} adalah:[3] ( − i , 3 2 + i 2 , − 3 2 + i 2 ) . {\displaystyle \left(-i,{\frac {\sqrt {3}}{2}}+{\frac {i}{2}},-{\frac {\sqrt {3}}{2}}+{\frac {i}{2}}\right).} {\displaystyle \left(-i,{\frac {\sqrt {3}}{2}}+{\frac {i}{2}},-{\frac {\sqrt {3}}{2}}+{\frac {i}{2}}\right).}

Sama seperti semua akar dari 1, semua akar dari i {\displaystyle i} {\displaystyle i} adalah titik sudut poligon beraturan yang terletak di dalam lingkaran satuan di bidang kompleks.

Catatan

  1. Cara mencari akar kuadrat dari i {\displaystyle i} {\displaystyle i} adalah dengan menyelesaikan persamaan ( x + i y ) 2 = i {\textstyle (x+iy)^{2}=i} {\textstyle (x+iy)^{2}=i} dengan x dan y adalah parameter real yang akan dicari; persamaan tersebut sama saja dengan menulis x 2 + 2 i x y − y 2 = i . {\displaystyle x^{2}+2ixy-y^{2}=i.} {\displaystyle x^{2}+2ixy-y^{2}=i.} Karena bagian riil dan imajiner selalu terpisah, maka suku-suku di persamaan dapat disusun menjadi x 2 − y 2 + 2 i x y = 0 + i . {\displaystyle x^{2}-y^{2}+2ixy=0+i.} {\displaystyle x^{2}-y^{2}+2ixy=0+i.} Dengan menyamakan koefisien dan memisahkan bagian riil dan imajiner, maka didapatkan sistem dari dua persamaan: x 2 − y 2 = 0 2 x y = 1. {\displaystyle {\begin{aligned}x^{2}-y^{2}&=0\\[3mu]2xy&=1.\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}x^{2}-y^{2}&=0\\[3mu]2xy&=1.\end{aligned}}} Dengan mensubstitusi y = 1 2 x − 1 {\displaystyle y={\tfrac {1}{2}}x^{-1}} {\displaystyle y={\tfrac {1}{2}}x^{-1}} ke persamaan pertama, maka didapatkan x 2 − 1 4 x − 2 = 0 ⟹ 4 x 4 = 1. {\displaystyle x^{2}-{\tfrac {1}{4}}x^{-2}=0\implies 4x^{4}=1.} {\displaystyle x^{2}-{\tfrac {1}{4}}x^{-2}=0\implies 4x^{4}=1.} Karena x {\displaystyle x} {\displaystyle x} bilangan riil, maka persamaan ini mempunyai dua buah solusi riil untuk x {\displaystyle x} {\displaystyle x}. yaitu x = 1 2 {\displaystyle x={\tfrac {1}{\sqrt {2}}}} {\displaystyle x={\tfrac {1}{\sqrt {2}}}} dan x = − 1 2 {\displaystyle x=-{\tfrac {1}{\sqrt {2}}}} {\displaystyle x=-{\tfrac {1}{\sqrt {2}}}}. Dengan mensubstitusikan hasil tersebut ke persamaan 2 x y = 1 {\displaystyle 2xy=1} {\displaystyle 2xy=1}, maka didapatkan hasil yang sama untuk y {\displaystyle y} {\displaystyle y}. Dengan demikian, akar kuadrat dari i {\displaystyle i} {\displaystyle i} adalah 1 2 + 1 2 i {\displaystyle {\tfrac {1}{\sqrt {2}}}+{\tfrac {1}{\sqrt {2}}}i} {\displaystyle {\tfrac {1}{\sqrt {2}}}+{\tfrac {1}{\sqrt {2}}}i} dan − 1 2 − 1 2 i {\displaystyle -{\tfrac {1}{\sqrt {2}}}-{\tfrac {1}{\sqrt {2}}}i} {\displaystyle -{\tfrac {1}{\sqrt {2}}}-{\tfrac {1}{\sqrt {2}}}i}.[2]

Rujukan

  1. Boas, Mary L. (2006). Mathematical Methods in the Physical Sciences (Edisi 3). New York [u.a.]: Wiley. hlm. 49. ISBN 0-471-19826-9.
  2. "What is the square root of i {\displaystyle i} {\displaystyle i}?". University of Toronto Mathematics Network. Diakses tanggal 26 Maret 2007.
  3. Zill, Dennis G.; Shanahan, Patrick D. (2003). A first course in complex analysis with applications. Boston: Jones and Bartlett. hlm. 24–25. ISBN 0-7637-1437-2. OCLC 50495529.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan