Kamis, 15 Oktober 2026
07:58 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus

Undius Kogoya

Bagikan:
Undius Kogoya
Meninggal22 Oktober 2025
Jae, Wandai, Intan Jaya, Papua Tengah
PengabdianOrganisasi Papua Merdeka
KesatuanTentara Pembebasan Nasional Papua Barat
Perang/pertempuranKonflik Papua

Undius Kogoya (meninggal 22 Oktober 2025) adalah seorang tokoh separatis Papua dan komandan TPNPB-OPM di Intan Jaya.

Biografi

Undius bergabung dengan OPM pada tahun yang tidak diketahui. Namanya pertama kali tercatat dalam catatan kriminal kepolisian pada tanggal 30 Mei 2020 ketika ia dan kelompoknya membunuh Yunus Sani. Pada tanggal yang sama, ia masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).[1] Pada tanggal 9 Agustus 2022, Undius terpilih sebagai Panglima KODAP VIII Intan Jaya setelah kematian Ayub Waker.[2]

Selama menjadi komandan OPM, Undius beserta dengan pasukannya melancarkan aksi geriliya di Tembagapura, Timika, Intan Jaya dan Paniai.[3] Di Paniai, ia mendirikan markasnya di Distrik Bibida, Paniai.[4] Ia juga merekrut pembelot TNI bernama Danis Murib ke dalam pasukannya.[5] Kelompok pimpinannya dikenal suka melancarkan aksi kekerasan terhadap warga sipil dan juga pembakaran terhadap fasilitas umum. Pada bulan Juni 2024, pemerintah mengatakan bahwa kelompok Undius Kogoya telah melancarkan 21 aksi kejahatan.[6] Pada tahun 2025, kelompoknya melancarkan 12 aksi kekerasan.[7] Ia juga menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Intan Jaya dengan mengatakan bahwa program tersebut adalah senjata biologis pemerintah untuk meracuni generasi orang Papua di masa depan melewati makanannya. Di samping itu juga, ia tidak segan-segan untuk membakar sekolah dan pembunuh "pengkhianat" di Intan Jaya.[8]

Selain melancarkan serangan terhadap Pasukan TNI, ia juga menyerang pasukan West Papua Army (WPA) yang merupakan bagian dari ULMWP pimpinan Benny Wenda. Aksi perlawanan terhadap WPA pertama kali ia lakukan pada bulan Januari 2023 ketika ia menangkap anggota WPA yang memasuki wilayahnya di Paniai. Setelah menahan mereka, ia memberikan peringatan kepada anggota WPA untuk tidak memasuki Intan Jaya. Pada tanggal 20 April 2023, pasukannya melancarkan serangan pertama kali terhadap kelompok WPA pimpinan Joni Botak Beanal di Intan Jaya dan menewaskan empat pasukan Joni.[9]

Undius meninggal dunia pada tanggal 22 Oktober 2025 di Kampung Jae, Distrik Wandai karena sakit.[10] Tujuh hari sebelum kematiannya, ia pemimpin Penyerangan Soanggama. Dalam penyerangan tersebut, 14 anak buahnya tewas.[7]

Referensi

  1. ↑ Nadzib, Abu. "Ini Sosok Undius Kogoya, Salah Satu Dalang Penyerangan di Papua". news.espos.id. Espos News. Diakses tanggal 18 Juni 2026.
  2. ↑ Jubi, Jubi. "Undius Kogoya pimpin KODAP VIII Intan Jaya". jubi.id. Tabloid Jubi. Diakses tanggal 18 Juni 2026.
  3. ↑ Suara Papua, Suara Papua. "TPNPB Umumkan Duka Nasional Atas Meninggalnya Pangkodap VIII Intan Jaya". suarapapua.com. Suara Papua. Diakses tanggal 18 Juni 2026.
  4. ↑ Kumparan, Kumparan. "KKB Pimpinan Undius Kogoya di Paniai Kabur saat Digerebek, Senjata-Peluru Disita". kumparan.com. Kumparan. Diakses tanggal 18 Juni 2026.
  5. ↑ Luthfiani, Desty. "Anggota TPNPB OPM Undius Kogoya yang Tewas dalam Baku Tembak di Paniai Baru Bergabung 4 Bulan". tempo.co. Tempo. Diakses tanggal 18 Juni 2026.
  6. ↑ Loen, Alexander. "Satgas Damai Cartens beberkan 21 kejahatan TPNPB Undius Kogoya". jubi.id. Tabloid Jubi. Diakses tanggal 18 Juni 2026.
  7. 1 2 Detik, Detik. "Jejak Berdarah Pimpinan KKB Undius Kogoya Sebelum Meninggal gegara Sakit". detik.com. Detik. Diakses tanggal 18 Juni 2026.
  8. ↑ BBC, BBC. "Mengapa siswa sekolah di Yahukimo Papua menolak program makan bergizi gratis?". detik.com. BBC. Diakses tanggal 18 Juni 2026.
  9. ↑ IPAC (6 Februari 2024). Managing Conflict in Papua:Suggestions for a New President (PDF) (Laporan). Institute for Policy Analysis of Conflict.
  10. ↑ Janur, Katharina. "Meninggal Karena Sakit, Ini Sederet Aksi Mengerikan KKB Undius Kogoya". liputan6.com. Liputan 6. Diakses tanggal 18 Juni 2026.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan