Sabtu, 10 Oktober 2026
23:58 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Udang api

Udang api

spesies burung

Bagikan:
Udang api
250px-Oriental_dwarf_kingfisher_%28Ceyx_erithaca%29_Photograph_by_Shantanu_Kuveskar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Setelah memburu katak di Mangaon, Maharashtra, India
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Coraciiformes
Famili: Alcedinidae
Genus: Ceyx
Spesies:
C. erithaca
Nama binomial
Ceyx erithaca

Udang api[2] atau yang dikenal sebagai pekakak kerdil punggung hitam[3] (Ceyx erithaca) adalah spesies burung berukuran kecil dalam famili Alcedinidae. Sebelumnya spesies ini dianggap konspesifik dengan udang punggung merah.

Pekakak kerdil punggung hitam merupakan burung pemigran parsial yang endemik ke sebagian anak benua India dan Asia Tenggara daratan utama. Mereka tinggal di hutan dataran rendah, umumnya di dekat aliran air atau kolam, tempat mereka memakan serangga, laba-laba, cacing, kepiting, ikan, katak dan kadal. Pekakak kerdil punggung hitam dapat dengan mudah dibedakan dari burung-burung lainnya di persebarannya dengan paruh merahnya, perutnya yang oranye kekuningan, bagian atasnya yang pisangga-lilak, dan punggungnya yang hitam-biru.

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2023). "Ceyx erithaca". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2023 e.T22683135A234032210. doi:10.2305/IUCN.UK.2023-1.RLTS.T22683135A234032210.en. Diakses tanggal 5 Januari 2023.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Pramudihasan, Aghnan & Nugroho, Andri & Aji, Katon & Widodo, Rahmadiyono & Hariadi, Mohamad. (2015). Studi Populasi dan Persebaran Burung Udang Api (Ceyx Erithaca) di Kawasan Desa Wisata Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
  3. ↑ Liputan6.com (2025-02-05). "Keindahan dalam Sayap, Ini 32 Burung dengan Warna Paling Menakjubkan di Dunia". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-04-03.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan