Sabtu, 17 Oktober 2026
22:34 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Bisu

Bisu

seseorang yang ketidakmampuan dengan mengeluarkan nada pita suara atau berbicara lewat mulut

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Bissu.
Untuk kegunaan lain, lihat Bisu (disambiguasi).
250px-Yes_no_en.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Komunikasi nonverbal

Bisu atau disebut pula dengan gagu, tunawicara, dan gangguan bicara, adalah ketidakmampuan seseorang untuk berbicara. Bisu disebabkan oleh gangguan pada organ-organ seperti tenggorokan, pita suara, paru-paru, mulut, lidah, dan sebagainya. Bisu umumnya dikaitkan dengan tuli. Bayi terlahir tuli dan bisu dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Bisa terjadi akibat faktor genetika (keturunan, perkawinan antar kerabat yang terlalu dekat, seperti antara sepupu kandung, sehingga terjadi mutasi gen yang tidak wajar.[1] Selain itu, kurang atau tidak berfungsinya organ pendengaran, keterlambatan perkembangan bahasa, kerusakan pada sistem saraf dan struktur otot, serta ketidakmampuan dalam kontrol gerak juga dapat mengakibatkan keterbatasan dalam berbicara.[2] Penyebab lainnya adalah cacat intelektual dan autisme. Seseorang dapat lahir bisu, atau menjadi bisu di kemudian hari karena cedera atau penyakit.[3]

Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa satu dari seribu bayi yang lahir mengalami tuli (tunarungu) dan bisu (tunawicara) dan hampir 50 persen kondisi tuli dan bisu tersebut dialami oleh anak-anak karena faktor keturunan.[1] Namun adapun penyebab lainnya adalah karena trauma atau cedera pada daerah broca di bagian otak.[4]

Adapun ciri-ciri bisu antara lain:[2]

  • Berbicara keras dan tidak jelas
  • Suka melihat gerak bibir atau gerak tubuh teman bicaranya
  • Telinga mengeluarkan cairan
  • Menggunakan alat bantu dengar
  • Bibir sumbing
  • Suka melakukan gerakan tubuh
  • Cenderung pendiam
  • Suara sengau
  • Cadel

Diagnosis dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan bicara. Pemeriksaan dapat meliputi pemeriksaan pendengaran, pemeriksaan saraf, serta penilaian kemampuan bicara dan bahasa. Pada kondisi tertentu, pemeriksaan seperti CT scan atau MRI dapat dilakukan untuk mengetahui adanya gangguan pada otak.[5][6]

Penanganan disesuaikan dengan penyebab gangguan bicara. Terapi wicara dan bahasa dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan komunikasi. Pada gangguan pendengaran tertentu, alat bantu dengar atau implan koklea dapat digunakan. Bahasa isyarat dan alat komunikasi alternatif juga dapat digunakan sebagai sarana komunikasi.[7]

Tidak semua anak-anak yang menyandang kondisi tunawicara mengekspresikan gejala yang sama. Beberapa dari mereka mungkin dengan berdiri dan tak bergerak dalam pengaturan sosial tertentu dan tidak memiliki komunikasi apa pun. Kecemasan dapat disebabkan oleh anak yang dimasukkan ke dalam situasi di mana sesuatu yang diharapkan dari mereka atau ketika beberapa orang berada di daerah di mana mereka dihadapkan dengan banyak pertanyaan.[8] Hal itu biasa disebut dengan bisu selektif yaitu kondisi di mana seseorang anak yang biasanya fasih bicara tidak mau berbicara dalam situasi tertentu. Diduga bahwa anak yang mengalami kecenderungan seperti ini mengalami sejenis kecemasan akut yang situasional.[9]

Referensi

  1. 1 2 MomDad&I. Penanganan Anak Tuna Rungu dan Tuna Wicara. http://www.momdadi.com/berita-170-penanganan-anak-tuna-rungu-dan-tuna-wicara.{{cite book}}: Tautan eksternal dalam |publisher=
  2. 1 2 Rafik Akbar. Kenali Tunawicara Lebih Jauh. http://www.kartunet.or.id/kenali-tunawicara-lebih-jauh-1075/.{{cite book}}: Tautan eksternal dalam |publisher=
  3. ↑ Revolvy. Aphonia. http://www.revolvy.com/main/index.php?s=Aphonia.{{cite book}}: Tautan eksternal dalam |publisher=
  4. ↑ The Free Dictonary. Aphasia. http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/Aphasia.{{cite book}}: Tautan eksternal dalam |publisher=
  5. ↑ "Aphasia: Communications disorder can be disabling-Aphasia - Diagnosis & treatment - Mayo Clinic". Mayo Clinic (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-18.
  6. ↑ "What Is Apraxia of Speech? | NIDCD". www.nidcd.nih.gov (dalam bahasa Inggris). 2017-10-31. Diakses tanggal 2026-09-18.
  7. ↑ "Cochlear Implants". American Speech-Language-Hearing Association (dalam bahasa Inggris). American Speech-Language-Hearing Association. Diakses tanggal 2026-09-18.
  8. ↑ Christine Stanley, Lori Dabney, Laurie Gorski. What is Selective Mutism. http://www.selectivemutismcenter.org/aboutus/whatisselectivemutism.{{cite book}}: Tautan eksternal dalam |publisher=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  9. ↑ Teguh Budi Santoso. Bisu Selektif. http://health.detik.com/read/2009/12/11/170229/1258693/770/bisu-selektif.{{cite book}}: Tautan eksternal dalam |publisher=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan