Tumpal Dorianus Pardede | |
|---|---|
| Menteri diperbantukan pada Menteri Koordinator Kompartimen Perindustrian Rakyat untuk "Berdikari" | |
| Masa jabatan 25 Juni 1965 –27 Maret 1966 | |
| Presiden | Sukarno |
| Pendahulu | Tidak ada, jabatan baru |
| Pengganti | Tidak ada, jabatan dihapuskan |
| Asisten V Wakil Perdana Menteri untuk urusan Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan | |
| Presiden | Sukarno |
| Pendahulu | Tidak ada, jabatan baru |
| Pengganti | Dradjad Wibowo |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia | |
| Masa jabatan 28 Oktober 1971 –30 September 1977 | |
| Presiden | Sukarno Suharto |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1916-10-16)16 Oktober 1916 |
| Meninggal | 18 November 1991(1991-11-18) (umur 75) |
| Partai politik | PDI (1973-) |
| Suami/istri | Hermina br. Napitupulu |
| Anak | 9, termasuk Rudolf Pardede |
| Orang tua |
|
| Pekerjaan |
|
| Profesi | Politisi, pengusaha |
| Karier militer | |
| Pangkat | Letnan Satu |
Tumpal Dorianus Pardede (dikenal sebagai T.D. Pardede; 16 Oktober 1916 – 18 November 1991) adalah pengusaha Indonesia yang ikut mendirikan klub Pardedetex, Harimau Tapanuli, dan PSMS Medan. Dia pernah menjadi salah satu pengusaha terkaya di Indonesia pada era tahun 1980-an dengan taksiran kekayaan mencapai 550 miliar rupiah.[1] Pardedetex merupakan salah satu klub sepak bola yang disegani pada era itu. Pardede merekrut sejumlah bintang timnas era 1970-an, seperti Iswadi Idris, Sucipto Suntoro, Abdul Kadir, dan M. Basri. Sayangnya, lantaran kecewa dengan kondisi persepakbolaan Indonesia yang penuh suap dan "main sabun", pada awal dekade 1980-an Pardedetex dibubarkan dan mundur dari kompetisi Galatama.
Galeri
- Pelantikan Menteri Perindustrian Ringan M. Yusuf dan Menteri di perbantukan pada Menteri Koordinator Kompartimen Perindustrian Rakyat untuk "Berdikari" T.D. Pardede di Istana Negara
- Foto TD. Pardede Journey
- Foto Patung T.D. Pardede
- Foto Lapangan bola T.D. pardede
- Foto TD. Pardede
Referensi
- ↑ "T.D. Pardede, Raja Tekstil dari Medan". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. 2017-11-23. Diakses tanggal 2021-08-13.