Rabu, 23 September 2026
02:17 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Tummo

Tummo

330px-%D0%9F%D1%80%D0%B0%D0%BA%D1%82%D0%B8%D0%BA%D0%B0_%D1%82%D1%83%D0%BC%D0%BC%D0%BE.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebagian dari mural dinding utara di Kuil Lukhang yang menggambarkan Tummo (api batin) dan Phowa (perpindahan kesadaran).

Dalam Buddhisme Tibet, tummo ( Tibet: གཏུམ་མོ; Wylie: gtum-mo Sanskerta: चण्डाली, alih aksara: caṇḍālī) adalah dewi ganas yang melambangkan panas dan gairah.[1] Konsep tummo dapat ditemukan dalam teks-teks seperti Mahasiddha Krishnacarya dan Tantra Hevajra.[2]

Tummo juga merupakan praktik tantra untuk panas batin, yang dikembangkan dari konsep dewi.[3][4][5] Keberadaannya ditemukan dalam Enam Dharma Naropa, Lamdre, Kalacakra, dan ajaran Anuyoga dari Vajrayana. Tujuan tummo adalah untuk memperoleh kendali atas proses-proses tubuh selama tahap penyempurnaan dalam Anuyoga atau Tantra Anuttarayoga (“tantra yoga tertinggi”).

Praktik ini dimulai dengan memvisualisasikan saluran energi tubuh, angin, tetesan, dan cakra. Panas batin, yang dihasilkan melalui latihan khusus menahan napas, membantu angin vital memasuki saluran pusat, yang mengarah pada pengalaman kebahagiaan batin. Praktik tummo juga melibatkan pemusatan perhatian pada suku kata benih di cakra-cakra dan menggabungkannya dengan meditasi tentang kekosongan. Seiring waktu, para praktisi bertujuan untuk menguasai proses ini, mencapai tingkat kejernihan, panas batin, dan kebahagiaan yang lebih tinggi.[6]

Etimologi

Tummo (gTum mo dalam transliterasi Wylie, juga dieja tumo, atau tum-mo; Sanskerta caṇḍālī) adalah sebuah kata Tibet yang secara harfiah berarti "wanita garang". Tummo juga merupakan kata Tibet untuk "api batin".[7]

Praktik

Latihan panas batin adalah dasar dari enam darma lainnya dan merupakan darma pertama dari enam darma.[8][9] Latihan ini bekerja dengan sistem badan halus (juga dikenal sebagai badan vajra) yang terdiri dari saluran (nadi), angin (lung, vayu), tetesan (bindu , dan cakra. Melalui panas batin, angin vital dialirkan ke saluran pusat (avadhuti), yang menyebabkan empat kebahagiaan atau kegembiraan yang kemudian disatukan dengan kebijaksanaan yang memahami kekosongan.[8]

Praktik ini merupakan salah satu jenis pranayama yang umumnya melibatkan duduk dengan punggung tegak, memvisualisasikan saluran-saluran energi, menahan napas dalam-dalam di perut untuk waktu yang lama (disebut kumbhaka), kemudian menerapkan visualisasi goresan pendek berapi-api suku kata AH pada pusar. Praktik ini mengarahkan angin vital ke saluran pusat yang dikatakan dapat melelehkan tetesan (bindu, yang merupakan bola-bola kecil energi halus) sehingga menyebabkan kebahagiaan yang luar biasa.[10] Pengalaman kebahagiaan yang dahsyat ini "dikatakan merupakan perumpamaan dari kebahagiaan sebenarnya yang dialami dalam kebangkitan spiritual (byang chub, bodhi)"

Menurut Glenn Mullin, kitab suci tantra menyatakan bahwa kebahagiaan tantra yang dialami dalam praktik ini "seratus kali lebih intens daripada orgasme seksual biasa, [dan] menimbulkan keadaan kesadaran khusus".[10] Keadaan pikiran ekstatis ini kemudian digunakan untuk merenungkan kekosongan. "Ekstasi yang digabungkan dengan (kebijaksanaan akan) kekosongan" inilah yang disebut sebagai Mahamudra ("Segel Agung").[10]

Penelitian ilmiah

Penelitian terhadap para biksu Tibet dan kelompok kontrol dari Barat menunjukkan adanya peningkatan produksi panas tubuh melalui teknik pernapasan kuat yang sebagian bergantung pada visualisasi meditasi. [11]

Dalam sebuah penelitian tahun 1982 oleh Benson dan rekan-rekannya, tiga biksu yang merupakan praktisi yoga tummo diteliti. Ketiga biksu tersebut telah berlatih tummo setiap hari selama enam tahun. Selain itu, mereka tinggal di gubuk batu yang hampir tidak memiliki isolasi dan tidak dipanaskan. Suhu kulit mereka diukur pada berbagai titik, yaitu di sekitar pusar, punggung bawah, dada, lengan bawah kiri, dasar kuku jari kelingking kiri, dan dahi. Pada biksu pertama, terjadi peningkatan suhu sebesar 5,9°C pada jarinya selama latihan tummo selama 55 menit; suhu jari kakinya meningkat sebesar 7°C; suhu udara meningkat dari 22°C menjadi 23,5°C. Pada biksu kedua, suhu jari meningkat sebesar 7,2°C, suhu jari kaki meningkat sebesar 4,0°C; suhu udara meningkat dari 16°C menjadi 19,2°C. Pada biksu ketiga, terjadi peningkatan suhu sebesar 3,15°C pada jarinya; suhu jari kaki meningkat sebesar 8,3°C; suhu ruangan menurun dari 20°C menjadi 18,5°C, tetapi kemudian meningkat kembali menjadi 19,5°C. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa praktik yoga tummo dapat menyebabkan peningkatan suhu yang signifikan pada jari tangan dan jari kaki.[12]

Referensi

Kutipan

  1. Crook & Low (1997), hlm. 89–90.
  2. Tseten (2008), hlm. 252–254.
  3. Crook & Low (1997).
  4. Senge (2015), hlm. 242.
  5. Dharmakirti (2002).
  6. Yeshe, T.; Courtin, R. (2003). Becoming the Compassion Buddha: Tantric Mahamudra for Everyday Life. Wisdom Publications. ISBN 978-0-86171-343-1. Diakses tanggal 2024-05-13.
  7. Yeshe (1998), hlm. 22.
  8. 1 2 Yeshe (2005), hlm. 22.
  9. Mullin (2005), hlm. 36.
  10. 1 2 3 Mullin (2005).
  11. Kozhevnikov et al. (2013).
  12. Benson (1982).
  13. Benson, Herbert; Lehmann, John W.; Malhotra, M. S.; Goldman, Ralph F.; Hopkins, Jeffrey; Epstein, Mark D. (1982). "Body temperature changes during the practice of g Tum-mo yoga". Nature. 295 (5846): 234–236. Bibcode:1982Natur.295..234B. doi:10.1038/295234a0.
  14. Maria Kozhevnikov; James Elliott; Jennifer Shephard; Klaus Gramann (2013). "Neurocognitive and Somatic Components of Temperature Increases during g-Tummo Meditation: Legend and Reality". PLOS ONE. 8 (3) e58244. Bibcode:2013PLoSO...858244K. doi:10.1371/journal.pone.0058244. PMC 3612090. PMID 23555572.
  15. Zunin, Ira D.; Ring, Alexander J.; Sakamoto, Audrey M.; Haverkort-Yeh, Roxanne D. (2025). "Effects of Tummo Meditation and Niguma Yoga on Brain Activity". Hawaiʻi Journal of Health & Social Welfare. 84 (9). doi:10.62547/XTZQ3941. PMID 40936621.


Daftar pustaka

Umum

Studi ilmiah

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan