Minggu, 11 Oktober 2026
02:52 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Tulang prefrontal

Tulang prefrontal

Tulang lakrimal dan frotal pada tengkorak tetrapoda

Bagikan:
250px-Dromaeosaurus_skull_en.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tengkorak Dromaeosaurus.

Tulang prefrontal adalah sebuah tulang yang memisahkan tulang lakrimal dan frontal pada banyak tengkorak tetrapoda. Tulang ini pertama berevolusi pada klad Sarcopterygii yaitu Rhipidistia, yang mencakup ikan paru dan Tetrapodomorpha.[1] Prefrontal ditemukan pada sebgaian besar ikan paru sintas maupun punah, begitu juga pada amfibi dan reptil. Tulang prefrontal hilang pada mammaliaformes awal, sehingga tidak ditemukan pada mamalia.[2]

Pada dinosaurus

Tulang prefrontal adalah sebuah tulang yang sangat kecil di dekat atas tengkorak, yang hilang pada banyak kelompok dinosaurus theropoda coelurosauria, sehingga sama sekali tidak ada pada keturunan modern mereka, yaitu burung. Kebalikannya, sebuah prefrontal yang berkembang dengan baik dianggap sebagai ciri primitif pada dinosaurus. Prefrontal bersinggungan dengan beberapa tulang lainnya di tengkorak. Bagian anteriornya terartikulasi dengan tulang nasal dan lakrimal. Sementara itu, bagian posteriornya terartikulasi dengan tulang frontal dan, meski lebih langka, juga tulang palpebral. Tulang prefrontal terkadang membentuk sebagian tepi atas orbit. Tulang ini adalah bagian dari atap tengkorak, yaitu serangkaian tulang yang menutupi otak, mata, dan lubang hidung.

Referensi

  1. ↑ Cloutier, Richard; Ahlberg, Per E. (1996). "Morphology, characters, and the interrelationships of basal sarcopterygians". Dalam Stiassny, Melanie L.J.; Parenti, Lynn R.; Johnson, G. David (ed.). Interrelationships of Fishes. San Diego: Academic Press. hlm. 445–479. ISBN 978-0-12-670951-3.
  2. ↑ "Mammaliformes". Palaeos: The Trace of Life on Earth. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-06-04. Diakses tanggal 2008-01-25.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan