Selasa, 20 Oktober 2026
07:40 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Tuanku Lintau

Tuanku Lintau

Bagikan:
250px-Rumah_Tuanku_Lintau.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah Tuanku Lintau

Tuanku Lintau atau Tuanku Pasaman (lahir di Tapi Selo, Lintau Buo Utara, Tanah Datar tahun 1750 – meninggal di Pelalawan, Riau tahun 1832) adalah salah seorang panglima Kaum Padri dalam Perang Padri, yang berkedudukan di Lintau.

Kehidupan awal

Belum banyak diketahui data mengenai tokoh ini. Menurut catatan Belanda, Tuanku Lintau bernama asli Saidi Muning, anak dari Datuk Sinaro.[1] Sang ayah adalah seorang pedagang gambir. Ia dikirim ayahnya ke Pasaman untuk belajar Islam. Di sana, ia mengajar ilmu kebatinan dan memiliki surau sendiri sehingga akhirnya terkenal sebagai Tuanku Pasaman.

Salah seorang muridnya yang terkenal yakni Syekh Bustami.[2]

Perang Padri

Tuanku Lintau memiliki hubungan kekerabatan dengan penguasa Pagaruyung, sehingga dengan kedekatan ini, ia memimpin pertemuan Kaum Padri dengan Raja Adat Yamtuan Nan Bakumih.[3][4] Dalam pertemuan itu, Yamtuan Nan Bakumih menyatakan dukungannya terhadap gerakan Padri. Dari situ, Tuanku Lintau terus memperluas pengaruhnya hingga ke wilayah Tanah Datar lainnya, termasuk Lintau kampung halamannya.

Sejumlah nagari akhirnya tunduk pada Kaum Padri. Peralawanan baru muncul di Tanjuang Barulak. Kerabat dari pangeran Pagaruyung meminta Tuanku Lintau untuk meninggalkan nagari tersebut. Untuk menyelesaikan persoalan, Tuanku Lintau mengadakan perundingan dengan para pembesar kerajaan dan penghulu di Koto Tangah pada 1809 (versi lain 1815), yang berakhir tanpa kata sepakat. Catatan Belanda menulis, Tuanku Lintau lantas memerintahkan pembunuhan terhadap Yang Dipertuan Raja Naro, Yang Dipertuan Raja Talang. serta seorang anak dari Sultan Arifin Muningsyah.[4]

Rujukan

  1. ↑ Radjab, Muhamad (1964). Perang Paderi di Sumatera Barat, 1803-1838 (dalam bahasa Melayu). Balai Pustaka.
  2. ↑ Beberapa ulama di Sumatera Barat. Pemerintah Propinsi Sumatera Barat, Dinas Pariwisata Seni dan Budaya, UPTD Museum Adityawarman. 2008.
  3. ↑ Nain, Sjafnir Aboe, (2004), Memorie Tuanku Imam Bonjol (MTIB), transl., Padang: PPIM.
  4. 1 2 Amran, Rusli (1981). Sumatera Barat hingga Plakat Panjang. Penerbit Sinar Harapan.
20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan