Sabtu, 03 Oktober 2026
22:53 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Trikromasi

Trikromasi

Bagikan:
250px-Cones_SMJ2_E.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tiga pigmen sel kerucut pada mata manusia menyebapkan penglihatan trikromatik.

Trikromasi atau trikromatisme adalah keadaan yang membuat mata mampu membedakan tiga kanal warna yang berbeda, atau keadaan adanya tiga jenis sel kerucut yang berbeda pada matanya.[1] Teori trikromatik ini dicetuskan pada abad ke 18 oleh Thomas Young yang mengatakan bahwa penglihatan warna adalah hasil dari tiga jenis sel fotoreseptor yang berbeda. Teori ini dikembangkan oleh Hermann von Helmholtz dengan menggunakan percobaan pencocokan warna yang menunjukkan bahwa manusia dengan penglihatan normal membutuhkan tiga panjang gelombang untuk menciptakan rentang warna yang normal. Bukti fisiologi tentang trikromasi diberikan oleh Gunnar Svaetichin pada tahun 1956.[2]

Sesuatu (mis. mata atau penglihatan) yang memiliki sifat trikromasi disebut trikromatik, sedangkan seseorang yang memiliki mata atau penglihatan trikromatik disebut trikromat.[3]

Trikromasi pada primata

Primata adalah satu-satunya mamalia plasenta dengan mata trikromatik.[4] Di dalam mata memiliki tiga jenis sel kerucut, masing-masing sel kerucut mengandung pigmen warna yang berbeda (opsin). Sel kerucut gelombang pendek (S) (bahasa Inggris:short-wavelength) memiliki puncak sensitifitas pada warna biru, Sel kerucut gelombang menengah (M) (bahasa Inggris:medium-wavelength) memiliki puncak sensitifitas pada warna hijau dan Sel kerucut gelombang panjang (L) (bahasa Inggris:long-wavelength) memiliki puncak sensitifitas pada warna kuning-hijau.

Mekanisme penglihatan trikromatik

Penglihatan warna trikromatik adalah kemampuan manusia dan beberapa jenis spesies lain untuk melihat warna-warna yang berbeda. Ini dimungkinkan dengan interaksi antara ketiga jenis sel kerucut untuk mendeteksi warna. Teori warna trikromatik berawal pada abat ke-18, ketika Thomas Young mengusulkan bahwa penglihata warna adalah hasil dari tiga sel photoreceptor. Herman von Helmholtz kemudian mengembangkan ide Young dengan menggunakan eksperimen pencocokan warna yang menunjukkan bahwa orang dengan penglihatan normal membutuhkan tiga panjang-gelombang untuk membuat kisaran warna normal. Bukti fisiologi dari teori trikromatik didapatkan kemudian oleh Gunnar Svaetichin (1956).

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Color Glossary". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-04. Diakses tanggal 2012-06-27.
  2. ↑ Svaetichin,G. (1956). Spectral response curves from single cones, Actaphysiol. scand. 39, Suppl. 134, 17-46.
  3. ↑ "Trikromat". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  4. ↑ Ronald G. Boothe (2002). Perception of the visual environment. Springer. hlm. 219. ISBN 978-0-387-98790-3.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan