Jumat, 09 Oktober 2026
20:44 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Gletang

Gletang

Bagikan:
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Gletang.
Gletang
500px-Arya.GLETANG-Tridax_procumbens.2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gletang di Majalengka
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Tridax
Spesies:
T. procumbens
Nama binomial
Tridax procumbens
250px-Tridax_procumbens_IMG_20160715_110352.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Gletang (Tridax procumbens) adalah sejenis tumbuhan, kebanyakan ditemukan liar sebagai gulma, anggota suku Asteraceae. Berasal dari Amerika tropis, gletang biasa dijumpai di tempat-tempat yang kering, cerah matahari. Nama-nama lainnya, di antaranya: katumpang (Sd.); gletangan, cemondelan, gobesan, londotan, orang-aring, prepes, sangga langit, randha mopol, sidawala, srunen (Jw.); tar-sentaran, taroto (Md.).[1] Serta coat buttons, tridax daisy (Ingg.); cadillo chisaca (Spanyol), dan herbe caille (Prancis).

Pemerian botanis

250px-Tridax_procum_100228-0143_ipb.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perawakan

Terna menahun, dengan akar tombak, mula-mula rebah kemudian menaik, hingga 0,8 m, bercabang-cabang sejak di pangkalnya. Batang bulat, sering keunguan, berambut panjang. Daun-daun berhadapan, bertangkai; helaian daun bundar telur memanjang, 2,5–6 × 2–4,5 cm, bergerigi kasar hingga berlekuk menyirip, tebal berair (sukulen), berambut.[2]

Bunga majemuk dalam bongkol terminal atau seolah-olah di ketiak, 2 × 1 cm, bertangkai panjang. Pembalutnya berbentuk lonceng. Bunga tepi 5-6 kuntum, betina, dengan lidah bentuk oval lebar, bercangap 3-4, putih atau kuning pucat. Bunga cakram banyak, padat berjejal-jejal, berkelamin-2, dengan mahkota kuning terang dan tabung benang sari berwarna kuning. Buah keras (achene) bersegi, lk. 2 mm, coklat tua atau hitam, berambut rapat; dimahkotai oleh 15-20 rambut sikat (pappus) yang serupa bulu, kuat dan runcing.[2][3]

Ekologi dan penyebaran

250px-Tridax_procum_100228-0132_ipb.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bunga gletang dikunjungi kupu-kupu belerang, Eurema blanda

Gletang biasa didapati di tempat-tempat yang tidak becek, banyak kena cahaya matahari atau hanya sedikit ternaungi, terutama di tanah berpasir atau berbatu. Di lapangan-lapangan rumput, persawahan yang mengering, tepi jalan atau jalan kereta api, tepi sungai, bukit pasir, lahan-lahan telantar, dan lain-lain. Dari pantai hingga ketinggian 1.500 m dpl.[3]

Asalnya dari Amerika tropis, kemudian tersebar luas ke India dan Asia Tenggara. Di Jawa, gletang pertama kali tercatat pada tahun 1875, dan semenjak itu merambah ke seluruh Nusantara. Memencarkan biji-biji atau buahnya dengan bantuan angin (anemokori), gulma ini lekas menyebar, tetapi bukan merupakan gangguan yang berat.[3]

Kegunaan

Gletang dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, biasanya dicampur dengan rumput-rumputan.[1] Bunga gletang banyak dikunjungi oleh aneka jenis kupu-kupu.

Catatan kaki

  1. 1 2 Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 3:1840. Terj. Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta
  2. 1 2 Steenis, CGGJ van. 1981. Flora, untuk sekolah di Indonesia. PT Pradnya Paramita, Jakarta. Hal. 428-429
  3. 1 2 3 Soerjani, M., AJGH Kostermans dan G. Tjitrosoepomo (Eds.). 1987. Weeds of Rice in Indonesia. Balai Pustaka, Jakarta. p. 108–109 (illust.)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tridax procumbens.


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan