Jumat, 16 Oktober 2026
12:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo
Topeng Sidakarya

Topeng Sidakarya

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
250px-Topeng_Sidakarya_Bali.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tari Topeng Sidakarya di Bali
250px-Tari_Topeng_Sidakarya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tari Topeng Sidakarya adalah bagian dari pementasan tari topeng yang mengiringi upacara besar di Bali, seperti upacara ngaben.
250px-Topeng_Sidakarya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tari Topeng Sidakarya dalam salah satu upacara di Bali

Topeng Sidakarya merupakan salah satu seni tari pertunjukan sakral di Bali yang termasuk dalam Daftar Warisan Budaya Tak Benda Indonesia UNESCO tahun 2015.[1] Nama Tari Topeng Sidakarya berasal dari dua kata, yaitu "topeng" dan "Sidakarya". Topeng berasal dari kata "tup" yang artinya tutup, Sidakarya berasal dari kata "sida" yang artinya mencapai dan "karya" yang artinya tujuan atau pekerjaan. Sehingga, makna dari kata Sidakarya memiliki makna mencapai tujuan atau menyelesaikan pekerjaan. Tari Topeng Sidakarya pun menjadi lambang bahwa pekerjaan atau karya yang digelar telah diselesaikan dengan baik.[2][3]

Saat ini, Tari Topeng Sidakarya merupakan pelengkap dari upacara Yadnya di Bali. Di desa Rianggede, Penebel, Tabanan. Tari Topeng Sidakarya wajib dilaksanakan disetiap upacara keagamaan. Tari Topeng Sidakarya ditampilkan sebagai tari persembahan (wewalen) sebelum acara pemujaan bersama yang dipimpin sulinggih dengan tujuan agar upacara yang berlangsung dapat berjalan dengan baik, lancar, dan terhindar dari segala bahaya. Pada akhir tari ini, secara simbolis penari akan menghamburkan uang kepeng dan beras kuning (sekarura) sebagai lambang pemberian berkat kesempurnaan dan kemakmuran.[4]

Sejarah

Sumber tertulis yang mengungkap bahwa sejarah Dalem Sidakarya adalah berupa lontar Bebali Sidakarya, koleksi Ida Pedanda Gede Nyoman Gunung dari Biau, Desa Muncan, Karangasem serta Babad Sidakarya yang disusun I Nyoman Kantun, S.H., M.H. dan Drs. I Ketut Yadnya. Dalam sumber tersebut dinyatakan bahwa, Brahmana Keling merupakan sebutan salah seorang pendeta dari Jawa Timur. Dalam sumber tersebut disebutkan Ida Dalem Sidakarya adalah seorang brahmana wulaka keturunan sakya dari Keling atau disebut juga brahmana Keling. Ia adalah putra dari Dang Hyang Kayu Manis, cucu dari Mpu Candra, kumpi dari Mpu Bahula dan cicit dari Mpu Bharada. Dang Hyang Kayu Manis sendiri menjadi nabe dari Dalem Baturenggong, raja Gelgel, Klungkung.

Sebelum ke Bali, ia pernah memimpin upacara mohon keselamatan (selamatan) di Madura. Ketika Dang Hyang Kayu Manis datang ke Jawa, ia kemudian bertemu ayahnya.[a] Tidak dikisahkan perjalanan dari Jawa ke Bali, tetapi sesampainya ia di Puri Gelgel, puri tersebut sepi karena raja Waturenggong sedang berada di Pura Besakih mempersiapkan pelaksanaan suatu upacara. Brahmana langsung menuju pura tersebut. Sesampainya disana, ia disapa para pembantu raja dan menanyakan maksud kedatangannya. Para pembantu (pengayah) ragu atas pengakuan Brahmana Keling yang hendak bertemu raja. Karena kelelahan, ia menuju pelinggih dan memutuskan beristirahat sejenak. Tak berselang lama datang raja dan melihat seseorang berpakaian lusuh itu.

Ketika raja melihat bahwa ada seseorang dengan pakaian lusuh datang hendak menemuinya, ia tidak mengakui brahmana Keling dan mengusirnya. Ia akhirnya meninggalkan Pura Besakih dan sempat mengucapkan Kutu Pastu yang isinya kurang lebih: Wastu tata astu, karya sane kalaksanayang tan sidakarya (tidak sukses), bumi kekeringan, rakyat kegeringan, sarwa gumatat-gumititi ngrubeda. Tak berselang lama, kutukan tersebut terbukti sehingga kerajaan Bali diserang hama dan penyakit. Raja kemudian mengutus rakyatnya untuk mencari Brahmana Keling dan menemukannya di daerah Bandanda Negara yang sekarang dikenal sebagai Desa Sidakarya. Ia pun bersedia mengembalikan keadaan seperti sedia kala.

Untuk mengenang jasa Dalem Sidakarya dan demi adanya tempat persembahyangan (parahyangan), sekitar tahun 1518 M, Dalem Waturenggong memerintahkan pendirian Pura Dalem Sidakarya (tahun Saka 1615).[5]

250px-Pembuat_tapel_barong_dan_topeng.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pembuat tapel barong dan topeng di Bali

Selepas tragedi tersebut, masyarakat membuat Topeng Sidakarya. Bentuk wajahnya dibuat tidak tampan, giginya meranggas sebagai perlambang bahwa saat itu Pandita yang datang ke kerajaan berpenampilan compang-camping. Hanya seniman khusus yang bisa membuatnya dan harus ada prosesi khusus yang dilalui. Begitu pula dengan penari yang menampilkan tarian ini. Mereka juga harus melakukan ritual terlebih dahulu sebelum menari. Penampilan tarian ini biasanya disisipkan juga dengan pesan-pesan pengingat kebaikan.[2][6]

Referensi

  1. ↑ Kementerian, Pendidikan dan Kebudayaan (2018). Katalog Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2018 Buku Satu. Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 "Topeng Sidakarya, Kesenian Khas Bali yang Unik dan Penuh Makna - Semua Halaman - Bobo". bobo.grid.id. Diakses tanggal 2020-07-04.
  3. ↑ JawaPos.com (2017-10-11). "Topeng Sidakarya Bermula dari Brahmana Dekil Muncul di Besakih". baliexpress.jawapos.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-04. Diakses tanggal 2020-07-04.
  4. ↑ Putu Melani Chandra Dewi, I Putu Putrayana Wardana (Juni 2018). "Mengenal Sejarah dan Perkembangan Topeng Sidakarya". Acarya Pustaka. 5 (1): 16.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tahun (link)
  5. 1 2 Sugiarta, Nopen (2016-06-14). "Sejarah dan Makna Topeng Sidakarya". Mantra Hindu Bali. Diakses tanggal 2020-07-04.
  6. ↑ "The Sacred Topeng Sidakarya Dance". NOW! Bali (dalam bahasa American English). 2017-04-11. Diakses tanggal 2020-07-04.

Catatan

  1. ↑ Disini cerita masih samar. Diceritakan, ayahnya datang menemuinya ketika ia sedang menikmati panorama selat Bali. Setelah pertemuan itu ia buru-buru ingin ke Bali untuk bertemu dengan raja Dalem Baturenggong setelah, sepertinya, diceritakan bahwa ia masih bersaudara kandung dengan sang raja.[5]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan