Kamis, 01 Oktober 2026
20:03 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Topan Vera

Topan Vera

Bagikan:
Topan Vera
Isewan Topan
Peta posisi siklon tropis dan variabel meteorologi lainnya. Peta ini menampilkan isobar atau garis kontur tekanan barometrik sebagai garis-garis yang disertai angka penunjuk nilai tekanan.
Analisis cuaca permukaan Topan Vera saat mendekati intensitas puncak pada tanggal 23 September.
Sejarah meteorologi
Terbentuk20 September, 1959
Menghilang29 September 1959 (1959-09-29)
Topan dahsyat
10-minute sustained (JMA)
Tekanan terendah895 hPa (mbar); 26,43 inHg
Topan super setara Kategori 5
1-minute sustained (SSHWS/JTWC)
Angin tertinggi165
Tekanan terendah895 hPa (mbar); 26,43 inHg
Efek keseluruhan
Korban jiwa5,098
Kerusakan$261 Juta+ (USD 1959)
Daerah yang terkena dampakJepang
IBTrACSSunting di Wikidata / [1]
Bagian dari Musim topan Pasifik 1959

Topan Vera, yang juga dikenal sebagai Topan Isewan (伊勢湾台風, Ise-wan Taifū), adalah siklon tropis dengan intensitas luar biasa yang menghantam Jepang pada bulan September 1959. Topan ini tercatat sebagai topan terkuat dan paling mematikan yang pernah melanda daratan Jepang, serta satu-satunya topan yang mencapai daratan dengan kekuatan setara badai Kategori 5. Intensitas badai ini mengakibatkan kerusakan yang sangat parah dan meluas hingga taraf yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekaligus menjadi pukulan berat bagi perekonomian Jepang yang saat itu masih dalam tahap pemulihan pasca-Perang Dunia II. Pasca-topan Vera, sistem penanggulangan bencana dan bantuan di Jepang mengalami perombakan besar-besaran, dan dampak yang ditimbulkan oleh topan ini menjadi tolok ukur bagi penanganan badai-badai berikutnya yang melanda negara tersebut.

Vera terbentuk pada tanggal 20 September di antara Guam dan Negara Bagian Chuuk, dan awalnya bergerak ke arah barat sebelum beralih ke arah yang lebih condong ke utara, serta mencapai kekuatan badai tropis pada hari berikutnya. Pada tahap ini, Vera kembali bergerak ke arah barat dan mulai menguat dengan cepat, hingga mencapai intensitas puncaknya pada tanggal 23 September dengan kecepatan angin maksimum yang setara dengan badai Kategori 5 modern. Dengan kekuatan yang relatif stabil, Vera berbelok dan bergerak lebih cepat ke arah utara, lalu menghantam daratan pada tanggal 26 September di dekat Shionomisaki, Pulau Honshu. Pola angin atmosfer menyebabkan topan tersebut sempat bergerak keluar menuju Laut Jepang sebelum berbelok kembali ke arah timur dan menghantam daratan Honshu untuk kedua kalinya. Pergerakan di atas daratan melemahkan kekuatan Vera secara signifikan, dan setelah kembali ke Samudra Pasifik Utara pada hari yang sama, Vera berubah menjadi siklon ekstratropis pada tanggal 27 September; sisa-sisa sistem badai ini terus bertahan selama dua hari berikutnya.

330px-Vera_1959_path.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta yang menggambarkan jalur dan kekuatan badai, menurut skala Saffir–Simpson
Map key
  Depresi tropikal (≤38 mph, ≤62 km/h)
  Badai tropikal (39–73 mph, 63–118 km/h)
  Kategori 1 (74–95 mph, 119–153 km/h)
  Kategori 2 (96–110 mph, 154–177 km/h)
  Kategori 3 (111–129 mph, 178–208 km/h)
  Kategori 4 (130–156 mph, 209–251 km/h)
  Kategori 5 (≥157 mph, ≥252 km/h)
  Tidak diketahui
Tipe badai
▲ Siklon ekstratropikal / Sisa badai / Gangguan tropis / Depresi monsoon

Referensi

  1. ↑ 1959 伊勢湾台風 - 災害教訓の継承に関する専門調査会報告書
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan