Selasa, 20 Oktober 2026
00:48 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Toleransi nol

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang jenis umum dari kebijakan hukuman. Untuk kegunaan lain, lihat Toleransi nol (disambiguasi).

Toleransi nol (bahasa Inggris:zero tolerance) adalah sebuah kebijakan yang memberikan hukuman ketat bagi para pelanggar suatu aturan, dengan tujuan menyingkirkan para pelanggar tanpa pandang bulu.[1][2][3]

Kebijakan toleransi nol dipelajari dalam kriminologi dan umum dalam sistem kebijakan formal dan informal di seluruh dunia. Kebijakan tersebut juga muncul dalam keadaan informal di mana terdapat penyimpangan seksual atau penyalahgunaan Internet di lingkungan tempat kerja dan pendidikan. Pada 2014, inkarkerasi massal di Amerika Serikat berdasarkan pada tawaran-tawaran kecil timbul akibat pemakaian toleransi nol di sekolah dan masyarakat.[4][5]

Sedikit bukti mendukung efektivitas yang diklaim dari kebijakan toleransi nol.[6] Satu masalah terkait adalah bahwa terdapat beberapa alasan besar kenapa orang enggan untuk berintervensi, atau melaporkan perilaku yang mereka anggap tak dapat diterima atau melanggar hukum. Kebijakan toleransi nol setidaknya dilakukan untuk sedikit alasan.[7]

Catatan

  1. ↑ zero tolerance, n. (under zero, n.). The Oxford English Dictionary, Second Edition 1989. Retrieved 10 November 2009 from oed.com website.
  2. ↑ zero tolerance. (n.d.). The American Heritage Dictionary of the English Language, Fourth Edition. Retrieved 10 November 2009, from Dictionary.com website.
  3. ↑ "Zero Tolerance - Cambridge English Dictionary". Cambridge Dictionaries Online. Cambridge University. Diakses tanggal 3 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Ben-Moshe, L., Chapman, C. & Carey, A.C. (2014). Disability Incarcerated: Imprisonment and Disability in the United States and Canada. NY, NY: Palgrave Macmillan.
  5. ↑ Ervelles, N. (2014). Crippin' Jim Crow: Disability, Dis-location, and the School to Prison Pipeline. In: Carey, A., Ben-Moshe, L., & Chapman, C., Disability Incarcerated: Imprisonment and Disability in the United States and Canada. NY, NY: Palgrave MacMillan.
  6. ↑ Rowe and Bendersky, 2002
  7. ↑ "Dealing with—or Reporting—"Unacceptable" Behavior - with additional thoughts about the Bystander Effect" © 2009 Mary Rowe MIT, Linda Wilcox HMS, Howard Gadlin NIH, JIOA, vol 2, no 1, p52.

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan