Titiek Puspa | |
|---|---|
Titiek Puspa, sampul Varia (1963) | |
| Lahir | (1937-11-01)1 November 1937 |
| Meninggal | 10 April 2025(2025-04-10) (umur 87) Jakarta Selatan, Indonesia |
Penyebab kematian | Pecah pembuluh darah bagian otak |
Tempat peristirahatan terakhir | Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir |
| Pekerjaan | |
| Masa aktif | 1950—2025 |
| Gaya | |
| Pasangan menikah | Zainal Ardi
(m. 1959;c. 1968) |
| Anak | 2 |
| Orang tua |
|
| Tanda tangan | |
Sumarti[a] (1 November 1937 – 10 April 2025) atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Titiek Puspa,[4] adalah penyanyi-pencipta lagu, penggubah dan pemeran Indonesia yang telah berkarier lebih dari 70 tahun sejak debut profesionalnya pada tahun 1954 di RRI.[5] Rolling Stone Indonesia telah memilih dua lagu Titiek Puspa sebagai salah satu lagu Indonesia terbaik sepanjang masa.[6][7] Beliau adalah seorang suara kontralto, dengan timbre yang "hangat, serak, dan kuat," tidak seperti banyak penyanyi soprano populer di tahun 1960-an.[8]
Biografi
Kehidupan awal
Titiek terlahir dengan nama Sudarwati di Tanjung, Tabalong, Borneo, 1 November 1937,[9] dari pasangan Tugeno Puspowidjojo dan Siti Mariam, yang berdarah Jawa. Keluarganya kemudian mengganti namanya menjadi Kadarwati dan akhirnya menjadi Sumarti.[10] Saat kecil, ia bercita-cita ingin menjadi guru taman kanak-kanak. Namun, setelah memenangkan beberapa kompetisi menyanyi, ia memutuskan untuk menjadi seorang penghibur, membuat keputusan tersebut sekitar usia 14 tahun. Namun, kedua orang tuanya menentang keputusannya tersebut.[11][12]
Dalam suatu kesempatan, Sumarti terpaksa mengikuti lomba tanpa sepengetahuan orang tuanya. Untuk itu, seorang teman menyarankannya untuk menggunakan nama samaran "Titiek Puspo", yang diambil dari Titiek, nama panggilannya sehari-hari, dan "Puspo", nama ayahnya. Sumarti setuju dan mengganti "Puspo" menjadi "Puspa". Sejak itulah ia dikenal sebagai Titiek Puspa. Nama ini pula yang diambilnya sebagai nama orkes pengiringnya, "PUSPA SARI", yang dipimpinnya sendiri dan mengiringinya menyanyi di awal kariernya.[13]
Karier

Awal kariernya di dunia tarik suara dimulai di Semarang saat ia mengikuti kontes menyanyi Bintang Radio di RRI. Tidak hanya di bidang menyanyi, Titiek juga menunjukkan totalitasnya dalam menggarap beberapa operet bersama grup Papiko yang sempat sangat disukai pemirsa TVRI, seperti operet Bawang Merah Bawang Putih, Ketupat Lebaran, Kartini Manusiawi, dan Ronce-ronce.
Rekaman piringan hitam pertama Titiek yang berlabel GEMBIRA berisi lagu Di Sudut Bibirmu, Esok Malam Kau Kujelang, dan duet bersama Tuty Daulay dalam lagu Indada Siririton, dengan iringan musik Empat Sekawan Sariman. Pada pertengahan 1960, Titiek sempat menjadi penyanyi tetap pada Orkes Studio Jakarta. Saat itu ia banyak mendapat bimbingan dari Iskandar (pencipta lagu dan pemimpin orkes) dan Zainal Ardi (suaminya sendiri seorang penyiar RRI Jakarta).[10] Sebagai penyanyi yang mulai menanjak popularitasnya, Titiek belum menciptakan banyak lagu dalam albumnya. Lagu-lagunya banyak diciptakan oleh Iskandar, Mus Mualim, dan Wedasmara. Barulah pada album "Si Hitam" dan "Pita" (1963), yang masing-masing berisi 12 lagu, semuanya adalah karyanya sendiri dan menjadi populer saat itu. Selain itu, 11 lagu di album "Doa Ibu" adalah ciptaannya dan hanya satu lagu ciptaan Mus Mualim. Di album "Si Hitam", lagu yang semakin memopulerkan namanya adalah Si Hitam, Tinggalkan, Aku dan Asmara. Bisa juga dikatakan bahwa bersama album "Si Hitam", album "Doa Ibu" adalah album yang legendaris karena berisi lagu-lagu seperti "Minah Gadis Dusun" dan "Pantang Mundur", yang semakin melambungkan karier Titiek Puspa sebagai penyanyi dan pencipta lagu Indonesia yang baik. Titiek meninggalkan Orkes Studio Jakarta pada 1962.[12] Nama panggungnya dipilih oleh Presiden Soekarno pada tahun 1950—an.[11]
Pada 1957, Titiek menikah dengan Zainal Ardi, seorang karyawan RRI. Pada 1963 mereka memiliki dua anak perempuan. Selama periode ini Titiek mulai belajar menulis lagu, belajar dari suaminya.[12] Selain menyanyi dan menulis lagu, Titiek juga berakting dalam beberapa film seperti Karminem, Inem Pelayan Sexy, dan Apanya Dong.[10]
Ia pernah disidang untuk kasus pemberian mobil oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Teuku Jusuf Muda Dalam yang disangkutpautkan dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965. Di dalam persidangan, Ia mengaku hanya membayar setengah dari harga mobil yang ditawarkan oleh Jusuf Muda Dalam.[14]
Selain itu, di era Orde Baru, Ia pernah menjadi juru kampanye Golongan Karya pada Pemilu 1987 bahkan namanya termasuk ke dalam daftar calon anggota legislatif di dalam Pemilu 1987 untuk daerah pemilihan Jawa Tengah. Meskipun demikian, namanya tidak lolos sebagai anggota DPR terpilih. Ia mengaku di dalam kampanye hanya untuk sekadar bertemu dengan penggemarnya saja dan dibuat bergembira. Tidak lebih dari itu.[14]
Pada 2009, Titiek didiagnosis kanker serviks. Setelah beberapa bulan pengobatan, termasuk dua bulan kemoterapi di Rumah Sakit Mount Elizabeth di Singapura (di mana dia menulis 61 lagu),[15] dia dinyatakan bebas dari kanker. Dia mengungkapkan bahwa doa yang ia panjatkan serta terapinya di rumah sakit menjadi faktor keberhasilannya melawan kanker.[16]
Titiek memiliki kepedulian besar pada dunia anak-anak. Hal ini diwujudkannya dengan menciptakan beberapa lagu anak. Pada 1990—an, ia dikenal saat membawakan lagu ciptaannya, "Menabung" dan "Aku Suka Musik" bersama Saskia dan Geofanny.
Berangkat dari keprihatinannya pada menurunnya tren lagu anak, pada 2014, Titiek membentuk sebuah grup vokal yang beranggotakan 10 orang anak dari berbagai latar belakang etnis bernama Duta Cinta.[17] Pada 2017, grup vokal ini juga hadir di sejumlah episode Pesta Sahabat dari episode 3 ("Aku Anak Sehat") sampai episode 6 ("Kasih Ibu"). Namun, pada 25 Juli 2018, Duta Cinta juga hadir kembali dalam episode "Anak Indonesia" bersama dengan Titiek.
Sejak 2017 hingga 2019, Titiek tampil di episode drama musikal keluarga Pesta Sahabat yang tayang di RTV mulai dari episode "Cinta Indonesia" (kecuali episode "Lebaran Sebentar Lagi" dan "17-an di Kampung Halaman").
Konser
Untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-60, Titiek menggelar konser Citra Karya Titiek Puspa pada 18 November 1997. Konser yang diiringi oleh Paduan Suara Anak Indonesia arahan Aida Swenson dan Orkes Fantasi Indonesia arahan Dwiki Dharmawan ini menampilkan penari dari Acan Studio arahan Acan Rahman, serta penyanyi dan grup seperti Acil Bimbo, Aning dan Pranawengrum Katamsi, Harvey Malaihollo, Ita Purnamasari, Krisdayanti, Vina Panduwinata, Trie Utami, Shakila, Laila Sari, Saskia, Geofanny, Iis Dahlia, Bagito, Marini Sardi, P-Project, Eddy Silitonga, Grace Simon, Lilis Suryani, Oppie Andaresta, Ruth Sahanaya, Yatie Pesek, Delly Rollies, Mamiek Prakoso, Ateng, Dorce Gamalama, Dewi Yull, Gigi, Yana Julio, Andre Hehanussa, Rita Effendy, Cindy Fatika Sari dan Koes Hendratmo.[18]
Untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-70, Titiek menggelar konser bertajuk Karya Abadi Sang Legenda: 70 Tahun Titiek Puspa pada November 2007. Konser ini adalah perwujudan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang pernah bekerja sama dengannya dalam mendedikasikan diri kepada negeri ini, khususnya terima kasih tak terhingga kepada para penonton dan penggemarnya. Konser yang diriingi musisi Dian HP Orchestra dengan melibatkan Ari Lasso, Andi /rif, 3 Diva (KD, Titi DJ, Ruth Sahanaya), Melly Goeslaw, Vina Panduwinata, Pinkan Mambo, Yovie Widianto, Hedi Yunus, Kevin Aprilio, Rio Febrian, Delon Thamrin, Bob Tutupoly, Dewi Sandra, Emilia Contessa, Marini, Euis Darliah, Elvy Sukaesih, Inul Daratista, Warna, Project Pop, Gita Gutawa, artis Mamamia, dan Host Ringgo Agus Rahman, Daniel Mananta, dan Tamara Bleszynski ini turut pula disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta menteri, pejabat negara, dan mantan pejabat negara.[19]
Dalam Budaya Populer
Pada film Srimulat (baik bagian I dan II), dirinya diperankan oleh aktris Inayma.
Kehidupan pribadi
Pada tahun 1959, Titiek menikah dengan Zainal Ardi, seorang penyiar RRI, dan dikaruniai dua orang putri, yaitu Petty Tunjungsari (lahir pada 12 Januari 1960) dan Ella Puspasari (lahir pada 23 September 1961). Namun, Titiek dan Zainal kemudian bercerai pada 1968. Pada 1970, Titiek menikah lagi dengan musisi Mus Mualim. [10] Hingga2008[update], Titiek tinggal di Jakarta Selatan.[11]
Bisnis
Sejak tahun 1984, Titiek mendirikan usaha katering dengan nama Puspa Catering. Ia mengelola usaha tersebut bersama kakak dan adik-adiknya. Hingga kini, Puspa Catering telah menjadi langganan berbagai kalangan, mulai dari stasiun televisi, perusahaan, hingga istana negara.[20]
Kematian
Titiek Puspa meninggal dunia pada 10 April 2025 pukul 16.25 WIB di Rumah Sakit Medistra,[21] setelah menjalani perawatan selama 15 hari akibat pendarahan otak, sebelumnya ia sempat mengeluh sakit kepala. Serangan stroke terjadi pada Rabu, 26 Maret 2025 malam. Titiek jatuh pingsan saat tengah menjalani proses pengambilan acara realitas di salah satu stasiun televisi swasta. Saat itu, Titiek langsung dilarikan untuk dirawat di RS Medistra, Jakarta, dan sempat menjalani operasi pembuluh darah sebelum akhirnya meninggal dunia.[22]
Titiek Puspa dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir pada Jumat, 11 April 2025, siang. Dalam prosesi pemakaman tersebut turut hadir sejumlah tokoh seperti Inul Daratista, Vina Panduwinata, Ernie Djohan, Slamet Rahardjo, Indrawati Widjaja (Acin), Dwiki Dharmawan, Agus Wisman, Yana Julio, Dhea Ananda dan suami, Denny Chasmala, Netta Kusumah Dewi, Jan Djuhana, Dewi Motik dan Itang Yunasz.[23]
Filmografi
Film
| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 1966 | Di Balik Tjahaja Gemerlapan | ||
| Minah Gadis Dusun | |||
| 1972 | Pemburu Mayat | ||
| Bing Slamet Setan Djalanan | |||
| 1973 | Rio Anakku | ||
| 1974 | Bawang Putih | Mak Bakung | |
| Ateng Minta Kawin | Emak Ateng | ||
| 1975 | Tiga Cewek Badung | Titiek | |
| 1976 | Inem Pelayan Sexy | Nyonya Cokro | |
| 1977 | Karminem | Karminem | |
| Inem Pelayan Sexy II | Nyonya Cokro | ||
| Inem Pelayan Sexy III | |||
| 1979 | Tuyul Perempuan | Tuyul Puspa | |
| Rojali dan Zuleha | Pemilik warung | ||
| 1980 | Gadis | Bu Titik | |
| Putri Giok | |||
| 1981 | Koboi Sutra Ungu | Nyonya Barkali | |
| 1983 | Apanya Dong | Pei-Pei | |
| 2008 | Cinta Setaman | ||
| 2012 | Musik untuk Cinta | ||
| 2016 | Ini Kisah Tiga Dara | Oma |
| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 1974 | Bawang Putih | Sebagai penulis | Debut dalam penulisan |
| 1980 | Gadis |
Televisi
| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 2004 | Gara-Gara Inul | ||
| 2008 | OB (Office Boy) | Oma Puspa | Bintang tamu |
Teater
- Operet Papiko (Persatuan Artis Pop Ibu kota) (1972—???)
- Operet Kupu Kupu (2006)
- Semut Merah Semut Hitam (2012)[24]
- Pesta Sahabat Cinta Indonesia (2017) (RTV)
- Pesta Sahabat Aku Anak Sehat (2017) (RTV) bersama Duta Cinta
- Pesta Sahabat Zona Ceria (2017) (RTV) bersama Duta Cinta
- Pesta Sahabat Pahlawanku (2017) (RTV) bersama Duta Cinta
- Pesta Sahabat Kasih Ibu (2017) (RTV) bersama Duta Cinta
- Pesta Sahabat Melompat Lebih Tinggi (2018) (RTV)
- Pesta Sahabat Kasih Sayang (2018) (RTV)
- Pesta Sahabat Hewan Kesayangan (2018) (RTV)
- Pesta Sahabat Kartini Cilik (2018) (RTV)
- Pesta Sahabat Makin Cakep (2018) (RTV)
- Pesta Sahabat Anak Indonesia (2018) (RTV) bersama Duta Cinta
- Pesta Sahabat Semangat Indonesia (2018) (RTV)
- Pesta Sahabat Sahabatku Si Belang (2018) (RTV)
- Pesta Sahabat Petualangan 3 Sekawan (2018) (RTV)
- Pesta Sahabat Ksatria Pendamai (2018) (RTV)
- Pesta Sahabat Seru Bersama Kodomo (2018, 2019) (RTV)
- Pesta Sahabat Cinta Untuk Mama (2018) (RTV) bersama Duta Cinta
- Pesta Sahabat Itik dan Kolam Ajaib (2019) (RTV)
- Pesta Sahabat Petualang Cilik dan Si Pemburu (2019) (RTV)
- Pesta Sahabat Dunia Sirkus Ceria (2019) (RTV)
- Pesta Sahabat Putri Duyung dan Bajak Laut (2019) (RTV)
- RTV 5 Makin Cakep: Hey Tayo (2019) (RTV)
- Pesta Sahabat Bintang Kebaikan (2019) (RTV)
- Pesta Sahabat Arti Persahabatan (2019) (RTV)
- Pesta Sahabat Indonesia Cakep (2019) (RTV)
- Pesta Sahabat Ceria bersama Jasjus (2019) (RTV)
- Pesta Sahabat Kurcaci dan Ikan Ajaib (2019) (RTV)
Karya

Diskografi
Album solo
- Kisah Hidup (1963)
- Puspa Dewi (Bali. ARN-1001)
- Tinggi Gunung Seribu Janji (Irama. EP-03)
- Daun Yang Gugur (Irama. EP-27)
- Ditinggal Kekasih (Extended Play / Irama. EP-85)
- Selamat Jalan, Selamat Berpisah (Extended Play /Irama. EP-86)
- Buka Pintu (Single Play /Irama. SP-50)
- Si Hitam (Irama. LPI 175116)
- Sampul Surat (Single Play /Irama. SP-61)
- Doa Ibu (Irama. LPI-17580)
- Sok Teu (J&B. JBL-28837)
- Aneka Gaya Titiek Puspa (Irama. LPI-175126)
- Pita (Irama. LPI 175138) (1963)
Album bersama
- Mari Bersukaria dengan Irama Lenso (Irama. LPI-17588) (1965)
- Gajah Dungkul - Titiek Puspa, Bing Slamet dan Indonesia Tiga (Bali Rec. BLP-7005)
- Duta Cinta & Titiek Puspa (Musica Studio's) (2015)[25]
Album kumpulan
- Papaya, Mangga, Pisang, Jambu (Bisikan Alam Maya - Irama. LPI—17522)
- Ini dan Itu volume 2 (Mata Sapi; Dulu dan Kini - Mesra. LP—19)
- Kroncong Parade (Bubuy Bulan; Bengawan Solo. - Pop Sound. 6417—001)
Lagu
- "Mama" (1964)[26]
- "Bing" dibawakan oleh Grace Simon
- "Kupu-Kupu Malam"
- "Apanya Dong" dibawakan oleh Euis Darliah
- "Hidupku Untuk Cinta" dibawakan oleh Chrisye
- "Selamat Malam" dibawakan oleh Iwan Fals
- "Horas Kasih" (1983)
- "Virus Cinta" (1997)
- "Gang Kelinci" dibawakan oleh Lilis Suryani
- "Mari Kemari" dibawakan oleh Ernie Djohan (1966)
- "Romo Ono Maling"
- "Rindu Setengah Mati" dibawakan oleh Eddy Silitonga
- "Adinda"
- "Cinta"
- "Jatuh Cinta"
- "Pantang Mundur"
- "Ayah"
- "Marilah Kemari" cover by Ariel Noah, Iwan Fals, Chrisye, Project Pop, David Bayu, Rossa, Sigit Purnomo Said, Kahitna dan Dian Dipa Chandra
- "Burung Kakaktua"
- "Bapak Pembangunan"
- "Menabung"
- "Aku Suka Musik"
- "Dansa Yo Dansa"
- "Bimbi"
- "Gadis"
- "Kepergian" dibawakan oleh Hetty Koes Endang
- "Bambu bambu" By titiek puspa ft bob Tutupoly (1986)
- "Mini si mini" (1989)
- "Cuma Dia" dibawakan oleh Richie Ricardo (1983)
- Syanana dibawakan oleh Itje Trisnawati (1991)
- Titik Titik Hujan dibawakan oleh Marini.
Lain-lain
- Menabung bersama Saskia & Geofanny (1996)
- Aku Suka Musik bersama Saskia & Geofanny (1997)
- Apanya Dong bersama Saskia & Geofanny (1999)
- Marilah Kemari bersama Saskia & Geofanny (1999)
- Terima Kasih Tuhan (2008)
Prestasi dan pengakuan
- Juara Bintang Radio Jenis Hiburan tingkat Jawa Tengah (1954)
- BASF Award ke-10 untuk kategori "Pengabdian Panjang di Dunia Musik" (1994)
- Satyalancana Wira Karya (1997)[27]
- Diabadikan oleh majalah Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu dari The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa pada tahun 2008
Penghargaan dan nominasi
| Tahun | Penghargaan | Kategori | Karya yang dinominasikan | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| 2001 | SCTV Awards | Lifetime Achievement Award | Penerima | |
| 2016 | Anugerah Musik Indonesia | Penerima | ||
| Festival Film Indonesia | Pemeran Pendukung Wanita Terbaik | Ini Kisah Tiga Dara | Nominasi | |
| Piala Maya | Aktris Pendukung Terpilih | Nominasi | ||
| 2017 | Usmar Ismail Awards | Pemeran Pendukung Wanita Terbaik | Nominasi | |
| 2018 | Indonesian Choice Awards | Lifetime Achievement Award | Penerima | |
| Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia | Pengabdian Seumur Hidup | Penerima | ||
| 2021 | Anugerah Musik Indonesia | Dedikasi untuk Musik Indonesia | Penerima | |
Tanda kehormatan
Indonesia
Bintang Mahaputera Nararya (25 Agustus 2025)[28]
Bintang Budaya Parama Dharma (10 Agustus 2011)[29]
Keterangan
Referensi
Catatan kaki
- 1 2 "Titiek Puspa Wafat, Presiden dan Wapres Kehilangan Seniman Lintas Zaman". Kompas.id. 2025-04-11. Diakses tanggal 2025-09-20.
- 1 2 "Kisah Hidup Titiek Puspa: Anak Kecil Penyakitan Jadi Legenda Indonesia". CNBC Indonesia. 11 April 2025. Diakses tanggal 2025-09-20.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Titiek Puspa dan Panggung Pohon Jambu di Pekarangan Rumah". CNN Indonesia. Diakses tanggal 28 November 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ antaranews.com (2025-04-11). "Profil penyanyi legendaris Titiek Puspa dan perjalanan kariernya". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-21.
- ↑ Azizah, Ulvia Nur. "Profil Titiek Puspa dan Perjalanan Kariernya hingga Meninggal di Usia 87 Tahun". detikjateng. Diakses tanggal 2025-04-24.
- ↑ "Titiek Puspa: [Bercerita Lewat Lagu]". Tokoh Indonesia. 21 Desember 2004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-26. Diakses tanggal 5 Juli 2022.
- ↑ Administrator. "Titiek Puspa". Tempo.co. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-27. Diakses tanggal 5 Juli 2022.
- ↑ Weintraub 2017.
- ↑ Endah 2008, hlm. 18.
- 1 2 3 4 KapanLagi.com, Titiek Puspa.
- 1 2 3 Edmond 2008, Titiek Puspa: 'Don't.
- 1 2 3 Varia 1963, Biduanita.
- ↑ "Berita Titiek Puspa Terkini dan Terbaru Hari Ini - SINDOnews". SINDOnews.com. Diakses tanggal 2025-04-10.
- 1 2 Harian Kompas (2025-04-10), Mengenang Titiek Puspa: dari Tarik Suara hingga Juru Kampanye, diakses tanggal 2025-04-11
- ↑ Jakarta Post 2010, Titiek Standing Tall.
- ↑ Jakarta Post 2010, Doctors give Titiek.
- ↑ "Duta Cinta: Persembahan Titiek Puspa untuk Anak Indonesia". CNN Indonesia.
- ↑ "Program Unggulan Hari Ini: Citra Karya Titiek Puspa". Bali Post. 18 November 1997. Diakses tanggal 14 Juni 2026 – via Monumen Pers Nasional.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Titiek Puspa Rayakan Ultah 70 Dengan Konser diakses 23 November 2007
- ↑ Kisah Titiek Puspa Kelola Bisnis Katering Jadi Langganan Istana
- ↑ Pratama, Febryantino Nur. "Titiek Puspa Meninggal Dunia". detikpop. Diarsipkan dari asli tanggal 2025-04-10. Diakses tanggal 2025-04-10.
- ↑ SKA/DWA (11 April 2025) "Sang Pengiring Zaman Itu Telah Pergi..." Kompas. hal 1
- ↑ PDS/HEI/NCA (12 April 2025) "Cinta hingga Akhir Perjalanan" Kompas. hal 15
- ↑ Drama Musikal ”SEMUT” Titiek Puspa Memang Luar Biasa ! diakses 6 Agustus 2012
- ↑ "Duta Cinta & Titiek Puspa". Musica Studio's. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-02. Diakses tanggal 2017-12-19.
{{cite web}}: Parameter tidak dikenal|dead-url=diabaikan (|url-status=disarankan) - ↑ "7 Lagu-Lagu Legendaris Titiek Puspa Paling Terkenal dan Masih Enak Didengarkan di 2025". KapanLagi. 10 April 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-04-11. Diakses tanggal 11 April 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "SESNEG ANUGERAH ONE LENCANA WIRA KARYA TO TITIEK PUS | ANTARA Foto". antarafoto.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-04-11.
- ↑ Negara, Kementerian Sekretariat. "Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Kepada 141 Tokoh | Sekretariat Negara". www.setneg.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-26.
- ↑ "Kristiani Herawati Dapat Bintang Tanda Jasa karena Temani Presiden SBY". REPUBLIKA.co.id. 12 Agustus 2011. Diakses tanggal 2021-04-24.
Daftar pustaka
- "150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa" [150 Best Indonesian Songs of All Time]. Rolling Stone Indonesia (56): 32–103. 2009. Diskusi lagu halaman 58 dan 61.
- "Biduanita Kesajangan Anda: Titiek Puspa" [Your Favourite Singer: Titiek Puspa]. Varia (282): 15, 31. 11 September 1963.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Doctors give Titiek Puspa `all-clear' from cancer". The Jakarta Post. 27 Maret 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-27. Diakses tanggal 1 Oktober 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Edmond, Bruce (29 Juli 2008). "Titiek Puspa: 'Don't let money make you stupid or poison you'". The Jakarta Post. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Juni 2011. Diakses tanggal 1 Oktober 2011.
- Endah, Alberthiene (2008). Titiek Puspa: A legendary diva. Gramedia Pustaka Utama. ISBN 9-7922-3643-0. LCCN 2008333017. OL 23184849M.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) - Kurniasari, Triwik (22 November 2009). "Alberthiene Endah: Life, She wrote". The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-10-10. Diakses tanggal 1 Oktober 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Titiek Puspa". KapanLagi.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-04-14. Diakses tanggal 1 Oktober 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Titiek standing tall against cancer". The Jakarta Post. 13 Januari 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-27. Diakses tanggal 1 Oktober 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Weintraub, Andrew N. (2017). "Chap. 7. Titiek Puspa: Gendered Modernity in 1960s and 1970s Indonesian Popular Music". Dalam Weintraub, Andrew N.; Barendregt, Bart (ed.). Vamping the Stage: Female Voices of Asian Modernities (dalam bahasa Inggris). Honolulu: University of Hawai'i Press. hlm. 144–173. ISBN 978-0-8248-6986-1.
Pranala luar
- (Indonesia)Profil di KapanLagi.com
- (Indonesia) Titiek Puspa di situs web Tokoh Indonesia Diarsipkan 2007-02-04 di Wayback Machine
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Seniman | |
| Lain-lain | |