Minggu, 04 Oktober 2026
19:25 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Titie Said

Bagikan:

Titie Said merupakan nama pena dari Sitti Raya Kusumowardani (1935–2011), seorang penulis dan jurnalis asal Indonesia.[1][2][3] Ia dikenal karena karya cerita pendek dan novelnya.[1]

Biografi

Lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, Hindia Belanda pada 11 Juli 1935.[1][2] Ibunya bernama Hastuti Suwanti dan Bapaknya bernama Muhammad Said; Titie pernah menjadi guru, tentara, dan penulis selama masa penjajahan Belanda.[1] Ia mendapatkan pendidikan sekolah dasar di Bojonegoro pada 1948.[1] Ia kemudian pindah ke Malang untuk melanjutkan pendidikannya.[1][4] Setelah tahun 1959, ia pindah ke Jakarta untuk belajar di departemen literatur, Univesitas Indonesia tetapi ia tidak menyelesaikan pendidikannya.[1][2]

Karier

Pada 1958, ia menjadi jurnalis untuk majalah wanita. Pada tahun yang sama ia menikah dengan H. Sadikun Sugihwaras.[1] Ia menjadi editor di Majalah Kartini dan menjadi Pemimpin Redaksi di Majalah Famili.[3]

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Sensor Film pada tahun 2003 s.d 2006 dan dari 2006 s.d 2009.[2]

Ia menulis lebih dari 25 judul novel, termasuk Jangan Ambil Nyawaku (Don't take my life), Reinkarnasi (Reincarnation), Fatima, Ke Ujung Dunia (To the end of the world) and Prahara Cinta (Tempest of love). Beberapa karyanya telah dibuat menjadi film.[3]

Ia wafat karena penyakit strok di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.[2]

Filmografi

Film

Sebagai penulis cerita
Tahun Judul Catatan
1980 Bukan Sandiwara Adaptasi dari novel karya Titie Said
1981 Lembah Duka
Jangan Ambil Nyawaku
1983 Budak Nafsu
Ke Ujung Dunia
1987 Selamat Tinggal, Jeanette
1990 Perasaan Perempuan

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Sugono, Dendy (2003). Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern. Pusat Bahasa. hlm. 245–7. ISBN 978-979-685-308-3.
  2. 1 2 3 4 5 "Senior novelist Titie Said dies". Jakarta Post. Oktober 24, 2011. Diarsipkan dari asli tanggal April 2, 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 Sabarini, Prodita (Maret 29, 2011). "Titie Said: Writing with passion". Jakarta Post.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Miller, Jane Eldridge (2002). Who's who in Contemporary Women's Writing. Psychology Press. hlm. 286–87. ISBN 0415159814.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan