Senin, 02 November 2026
09:20 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Tionghoa-Timor Leste

Tionghoa-Timor Leste

suku bangsa di Timor Leste

Bagikan:
Orang Tionghoa di Timor Leste
250px-Chinese_Cemetery_%286395938199%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kuburan Tionghoa di Dili
Bahasa
Portugis, Tionghoa (Hakka, Kanton, Mandarin), Tetum
Agama
Katolik (Mayoritas), Kong Hu Cu, Buddha, Tao
Kelompok etnik terkait
Tionghoa Indonesia

Orang Tionghoa di Timor Leste terdiri dari migran Tionghoa di Timor Leste dan keturunan-keturunan mereka. Minoritas Tionghoa merupakan bagian kecil dari penduduk Timor Leste, dan kebanyakan adalah Hakka. Beberapa Tionghoa pergi pada pertengahan 1970an.[1][2]

Era Pra-Kolonial

Pada awal abad ke-10 Masehi, cendana Timor dibawa ke Tiongkok melalui Selat Malaka.

Pejabat Tiongkok Zhao Rukuo pada 1225 Masehi menyebut Timor dalam kumpulan catatannya dari para pedagang sebagai tempat yang kaya akan cendana. Walau Santalum album ditemukan di beberapa bagian kawasan Samudera Hindia dan Pasifik, cendana putih kualitas tertinggi dianggap berasal dari Timor, Kepulauan Sunda dan Solor.

Tokoh keturunan Tionghoa Timor Leste terkenal

Referensi dan catatan kaki

  1. ↑ Constâncio Pinto; Matthew Jardine (1997). East Timor's Unfinished Struggle: Inside the East Timorese Resistance. South End Press. hlm. 263. ISBN 978-0-89608-541-1.
  2. ↑ "CIA - The World Factbook -- East Timor". CIA. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-01-28. Diakses tanggal 2014-02-23.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan