Rabu, 23 September 2026
05:47 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Timun Mas

cerita rakyat

Timun Mas (atau Timun Emas) adalah cerita rakyat Jawa yang menceritakan tentang perjuangan seorang gadis cantik untuk menyelamatkan diri dari raksasa jahat yang ingin menyantapnya. Cerita ini mengandung pesan moral tentang keberanian, kemandirian, dan upaya keras untuk menghadapi tantangan hidup.[1]

Ringkasan cerita

Perjanjian dengan Raksasa

Alkisah, ada sepasang suami-istri petani tua yang sangat menginginkan seorang anak. Mereka kemudian bertemu dengan seorang raksasa (sering disebut Buto Ijo) yang memberikan mereka biji mentimun ajaib. Raksasa tersebut berjanji bahwa dari biji itu akan lahir seorang anak, tetapi dengan syarat: saat anak tersebut berusia 17 tahun, ia harus diserahkan kembali kepada raksasa untuk dimakan.[2]

Kelahiran Timun Mas

Setelah menanam biji tersebut, tumbuhlah sebuah mentimun besar berwarna emas. Di dalamnya terdapat bayi perempuan yang cantik, yang kemudian diberi nama Timun Mas. Pasangan petani itu merawatnya dengan penuh kasih sayang, tetapi seiring berjalannya waktu, mereka mulai khawatir akan janji yang telah dibuat kepada raksasa.

Pelarian

Ketika hari ulang tahun ke-17 tiba, raksasa datang menagih janji. Sebelum Timun Mas pergi, sang ayah memberinya empat bungkusan kecil berisi bekal ajaib untuk melawan raksasa hijau gendut dan jelek:[3]

  • Biji mentimun: Saat dilempar, berubah menjadi ladang mentimun yang lebat yang melilit tubuh raksasa.
  • Jarum: Berubah menjadi hutan bambu yang rimbun dan tajam, melukai kaki raksasa.
  • Garam: Berubah menjadi lautan luas yang menghambat langkah raksasa.
  • Terasi: Bekal terakhir yang berubah menjadi lautan lumpur panas yang mendidih.

Akhir Cerita

Raksasa akhirnya tenggelam dan tewas di dalam lautan lumpur tersebut. Timun Mas berhasil kembali ke rumah orang tuanya dengan selamat, dan mereka hidup bahagia selamanya tanpa ancaman dari raksasa.

Analisis budaya

Cerita Timun Mas mencerminkan beberapa aspek budaya dan nilai sosial masyarakat Jawa, di antaranya:

  • Keberanian Individu: Berbeda dengan banyak dongeng di mana protagonis wanita diselamatkan oleh pangeran, Timun Mas menyelamatkan dirinya sendiri dengan kecerdikan dan bantuan alat yang diberikan orang tuanya.
  • Konsep Perjanjian: Cerita ini menjadi peringatan tentang bahaya membuat janji dengan entitas jahat atau mengambil jalan pintas dalam mencapai keinginan.[4]

Referensi

  1. Danandjaja, James (1984). Folklore Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Grafiti. ISBN 9794440051.
  2. Kusumawati, A. (2007). Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara. Jakarta: Grasindo. hlm. 12–15.
  3. Nugroho, W. (2019). "Analisis Struktur Naratif Cerita Rakyat Jawa". Jurnal Budaya Nusantara. 3 (1): 45–50.
  4. "Dokumentasi Cerita Rakyat Jawa Tengah". Kemendikbud. Diakses tanggal 2024-05-20.

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan