Minggu, 27 September 2026
09:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Tiger Parenting

Ada usul agar artikel ini digabungkan dengan Pengasuhan harimau. (Diskusikan)
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2022)

Tiger Parenting adalah gabungan dari pola asuh otoriter dan kontrol yang ketat dengan berkesinambungan. Pola Asuh Tiger Parenting menerapkan cara yang ekstrem dan mengontrol anak agar berhasil di kehidupannya, khususnya dalam pencapaian akademik. Gaya pengasuhan ini cenderung dingin, banyak menutut dari anak dan tidak memberikan dukungan secara emosional.[1] Semua itu diterapkan oleh orang tua dan pengasuh dengan harapan sang anak akan memperoleh kesuksesan di masa depan. Terlepas dari manfaatnya pola pengasuhan seperti ini juga mempunya dampak yang buruk bagi anak.[2]

Ciri-ciri tiger parenting

Tiger parenting dapat diidentifikasi melalui beberapa ciri seperti banyaknya kekangan yang diterapkan kepada anak dalam pergaulan, menuntut anak untuk mendapatkan nilai yang sangat memuaskan disekolah dan akan memberikan hukuman jika tuntutan tersebut tidak terpenuhi dengan baik, orang tua atau pengasuh lebih mengedepankan keinginan mereka dibandingkan mendengarkan pendapat dan keluh kesah anak dan apa yang dirasakan oleh anak, lebih mementingkan hasil daripada proses yang sudah dilewati oleh anak. Anak yang diasuh dengan pola pengasuhan seperti ini biasanya sangat takut untuk terbuka dan bercerita kepada orang tuanya disebabkan khawatir terkena kemarahan orang tua.Bagi orang tua yang seperti ini, peraturan tidak boleh dilanggar sama sekali sehingga terkesan sangat kaku. Anak biasanya hanya mendapat waktu yang sedikit untuk bermain dan mengeksplorasi dunianya.Sebagai gantinya, anak lebih banyka disuruh untuk belajar dengan cara yang konvensional atau melakukan hal-hal yang dituntut oleh orang tua.[2]

Sejarah dan Asal-usul

Pola asuh tiger parenting pertama kali diperkenalkan oleh Amy Chua, seorang profesor hukum di Sekolah Hukum Yale dalam bukunya Battle Hymn of the Tiger Mother (2011).[3] Amy Chua mengklaim terang-terangan bahwa pola asuh tiger parenting yang ia gunakan efektif dan berhasil.[4]

Referensi

  1. ↑ Wisnubrata, ed. (2021-09-07). "Apa itu Tiger Parenting? Metode yang Dewakan Kesuksesan Anak". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-04-26.
  2. 1 2 "Mengenal Tiger Parenting, Didikan Orang Tua yang Ekstrem". Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - DokterSehat. 2021-10-14. Diakses tanggal 2022-04-26.
  3. ↑ "Apa Itu Pola Asuh Tiger Parenting: Perpaduan Suportif & Otoriter". Tirto.id. Diakses tanggal 2021-04-21.
  4. ↑ Chua, Amy (2011-01-08). "Why Chinese Mothers Are Superior". Wall Street Journal (dalam bahasa American English). ISSN 0099-9660. Diakses tanggal 2021-04-21.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan