Kamis, 05 November 2026
09:42 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Tiangou

Bagikan:

Tiangou (Hanzi:天狗; Pinyin:tiān gǒu; Wade–Giles:t'ien1-kou3; harfiah: 'Anjing Langit') atau Tianggou Xing (Hanzi:天狗星; Pinyin:tiān gǒu xīng; Wade–Giles:t'ien1-kou3; harfiah: 'Bintang Anjing Langit') adalah salah satu makhluk mitologis dari Tiongkok. Dalam cerita rakyat Tiongkok, tiangou dikenal sebagai penyebab terjadinya bulan dan menculik anak-anak.[1]

Klasik Gunung dan Laut

Artikel utama: Shan Hai Jing

Klasik Gunung dan Laut, salah satu klasik Tiongkok kuno, menggambarkan Tiangou menyerupai kucing liar dan dapat mengusir kekuatan jahat.

Tiga ratus li ke baratnya lagi terdapat Gunung Gelap.
Sungai Mandi-Berlumpur keluar dari dalamnya dan mengalir ke selatan menuju Danau Tanaman-Kipas.
Di sana terdapat banyak kerang cowry.
Terdapat seekor binatang di sana yang menyerupai seekor kucing liar tetapi dengan kepala berwarna putih.
Ia disebut Anjing Langit dan mengeluarkan suara seperti kucing.
Ia dapat mengusir kekuatan-kekuatan jahat.[2]

Catatan Guo Pu menyebutkan bahwa tiangou memiliki ukuran kecil dan dapat membantu para penguasa untuk mengusir pengaruh-pengaruh jahat dengan cara memakannya atau mengenakannya sebagai sabuk.[2] Dalam terjemahan kanon agama Buddha ke dalam bahasa Mandarin, istilah tengu merujuk pada bahasa Sanskrit ulka yang berarti "api langit" atau "meteor". Istilah yang sama juga digunakan untuk merujuk bintang jatuh yang membunuh orang atau nama konstelasi bintang.[3]

Legenda

Anjing Langit menelan bulan

Masyarakat Tiongkok kuno percaya bahwa gerhana bulan disebabkan oleh anjing langit yang berusaha menelan bulan dan menculik anak-anak. Oleh sebab itu, terdapat kebiasaan kuno untuk membuat keributan pada saat gerhana terjadi, seperti membunyikan bel, menabuh gong, atau menyalakan kembang api, agar anjing langit ketakutan dan melepaskan bulan. Legenda mengatakan bahwa Zhang Xian berhasil mengusir anjing tersebut sehingga hingga kini masyarakat memujanya untuk memohon perlindungan.[1]

Zhang Xian memanah Anjing Langit

250px-Zhangxian02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Zhang Xian memanah anjing langit

Zhang Xian (Hanzi:張仙; Pinyin:Zhāng Xiān) adalah dewa pelindung bayi dan janin yang belum dilahirkan. Semasa ia masih muda, seorang pria tua bermata empat memberinya sebuah busur dan sebutir permata emas yang dapat membantunya menolong orang-orang. Pada suatu ketika, kampung halamannya diserang wabah yang tidak dapat disembuhkan. Zhang Xian mencari tahu apa yang terjadi dan akhirnya menemukan bahwa seekor anjing langit bewarna hitamlah yang menjadi penyebabnya. Ia mengambil busurnya kemudian memanahkan permatanya ke arah anjing tersebut sehingga si anjing akhirnya melarikan diri kembali ke langit.[4]

Anjing Langit di Jepang

Artikel utama: Tengu

Tengu (天狗) merupakan makluk mitologis Jepang yang namanya berasal dari tiangou (天狗). Meskipun demikian, Tengu memiliki wujud humanoid yang memiliki hidung panjang dan memiliki karakteristik burung lainnya.[5]

Kultur

  • Tiangou merupakan salah satu nama dari dua anjing beagle hasil rekayasa genetika para ilmuwan dari Universitas Nanjing, Tiongkok; anjing yang lain diberi nama Hercules. Kedua anjing ini memiliki massa otot dua kali lipat dibandingkan beagle biasa.[6][7]

Lihat pula

Media terkait Tiangou di Wikimedia Commons

Referensi

  1. 1 2 Jeremy Roberts (2010). Chinese Mythology A to Z, Edisi kedua. New York: Chelsea House Publishers. hlm. 86-87, 152. ISBN 978-1-4381-2799-6.
  2. 1 2 Richard E. Strassberg (2002). A Chinese bestiary : strange creatures from the guideways through mountains and seas. Berkeley dan Los Angeles, California: University of California Press. hlm. 111. ISBN 0-520-21844-2. {{cite book}}: line feed karakter dalam |title= pada posisi 66
  3. ↑ Duncan Ryūken Williams (2005). The Other Side of Zen: A Social History of Sōtō Zen : Buddhism in Tokugawa Japan. Princeton dan Oxford: Princeton University Press. hlm. 63. ISBN 0-691-11928-7.
  4. ↑ "Pictures of Zhang Xian Da Di (護產送子張仙大帝)". Currencies & Foreign Exchange. Diakses tanggal 11 November 2015.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  5. ↑ de Visser, M. W. (1908). "The Tengu". Transactions of the Asiatic Society of Japan 34 (2): pp. 25-99. Z. P. Maruya & Co.
  6. ↑ "Meet the SUPERDOGS: Chinese researchers reveal 'mutant' beagles genetically engineered to be extra muscular". Daily Mail UK. 20 Oktober 2015. Diakses tanggal 11 November 2015.{{cite news}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Super-strong, genetically-engineered dogs -- Could they cure Parkinson's disease?". CNN. 28 Oktober 2015. Diakses tanggal 11 November 2015.{{cite news}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan