Rabu, 28 Oktober 2026
12:15 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Tetraksenonoemas(II)

Tetraksenonoemas(II)

senyawa kimia

Bagikan:
Tetraksenonoemas(II)
250px-Tetraxenonogold%28II%29-3D-balls.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama
Nama IUPAC
Tetraxenonoemas(II)
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
  • InChI=1S/Au.4Xe/q+2;;;;
    Key: FIAFJDZYGVZLAJ-UHFFFAOYSA-N
  • InChI=1/Au.4Xe/q+2;;;;/rAuXe4/c2-1(3,4)5/q+2
    Key: FIAFJDZYGVZLAJ-YSLMZIHEAX
  • [Xe+][Au-2]([Xe+])([Xe+])[Xe+]
Sifat
AuXe2+4
Massa molar 722,138
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
Referensi

Tetraksenonoemas(II), emas tetraksenida(II), atau AuXe2+4, adalah sebuah kompleks kationik dengan konfigurasi atom persegi planar. Kompleks ini ditemukan dalam senyawa AuXe2+4(Sb2F−11)2 (tetraxenonoemas(II) undekafluorodiantimonat), yang eksis dalam modifikasi kristal triklinik dan tetragonal.[1] Ion AuXe2+4 distabilkan oleh interaksi dengan atom fluorida dari ion lawan. Panjang ikatan Au−Xe dalam kompleks ini adalah 274 pm (2,74 Å).[2][3] Tetraxenonoemas(II) tidaklah biasa karena merupakan kompleks koordinasi dari xenon, yang bersifat basa lemah. Kompleks ini juga tidak biasa karena mengandung emas dalam keadaan oksidasi +2. Ia dapat diproduksi melalui reduksi AuF3 dengan xenon dengan adanya asam fluoroantimonat. Garam tersebut akan mengkristal pada suhu rendah.[4] Empat atom xenon berikatan dengan ion emas(II) untuk membuat kompleks ini.

Kompleks ini merupakan deskripsi pertama dari senyawa antara gas mulia dan logam mulia. Ia pertama kali dideskripsikan pada tahun 2000 oleh Konrad Seppelt dan Stefan Seidel. Beberapa senyawa terkait yang mengandung ikatan emas(III)–xenon dan emas(I)–xenon telah diisolasi. Sebuah senyawa yang mengandung ikatan raksa–xenon, [HgXe]2+[Sb2F11]–[SbF6]– (xenonoraksa(II) undekafluorodiantimonat heksafluoroantimonat), juga telah diisolasi.[5]

Referensi

  1. ↑ Wai-Kee Li; Gong-Du Zhou; Thomas C. W. Mak (2008). Gong-Du Zhou; Thomas C. W. Mak (ed.). Advanced Structural Inorganic Chemistry. Oxford University Press. hlm. 678. ISBN 978-0-19-921694-9.
  2. ↑ Li, Wai-Kee; Zhou, Gong-Du (2008). Advanced Structural Inorganic Chemistry. Thomas C. W. Mak. Oxford University Press. hlm. 74. ISBN 978-0-19-921694-9.
  3. ↑ Mackay, Kenneth Malcolm; Mackay, Rosemary Ann; Henderson, W. (2002). Introduction to modern inorganic chemistry (Edisi 6). CRC Press. hlm. 496. ISBN 0-7487-6420-8.
  4. ↑ Konrad Seppelt, Stefan Seidel; Seppelt, K (6 Oktober 2000). "Xenon as a Complex Ligand: The Tetraxenonogold(II) Cation in AuXe2+4(Sb2F−11)2". Science. 290 (5489): 117–118. Bibcode:2000Sci...290..117S. doi:10.1126/science.290.5489.117. PMID 11021792.
  5. ↑ Hwang, In-Chul; Seidel, Stefan; Seppelt, Konrad (22 September 2003). "Gold( I ) and Mercury( II ) Xenon Complexes". Angewandte Chemie International Edition (dalam bahasa Inggris). 42 (36): 4392–4395. doi:10.1002/anie.200351208. ISSN 1433-7851. PMID 14502720.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Xenon(0)
Xenon(I)
Xenon(II)
Senyawa organoxenon(II)
  • XeC6F5F
  • XeC6F5C2F3
  • XeC6F5CF3
  • Xe(C6F5)2
  • XeC6F5C6H2F3
  • XeC6F5CN
  • Xe(CF3)2
Xenon(IV)
Senyawa organoxenon(IV)
  • XeF2C6F5BF4
Xenon(VI)
Xenon(VIII)
Ikon rintisan

Artikel bertopik senyawa anorganik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan