Minggu, 04 Oktober 2026
16:16 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Ion kriptonium

senyawa kimia

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Kriptonium.
Ion kriptonium
Penanda
Model 3D (JSmol)
ECHA InfoCard Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'. Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Nomor EC
Nomor E Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Nomor RTECS {{{value}}}
  • InChI=1S/HKr/h1H/q+1
    Key: YDDYRYFCLMHJOO-UHFFFAOYSA-N
  • [KrH+]
Senyawa terkait
Senyawa terkait
Helonium
Neonium
Argonium
Xenonium
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
Referensi

Ion kriptonium, KrH+, adalah sebuah ion onium, yang terdiri dari kripton terprotonasi. Kriptonium dikenal dalam fase gas encer.[1] Meskipun garam-garam ion fluorokriptonium, KrF+, diketahui eksis, keberadaan garam kriptonium belum terbuktikan.[2]

Referensi

  1. ↑ Linnartz, H.; Zink, L.R.; Evenson, K.M. (Juli 1997). "The Pure Rotational Spectra of 84KrH+ and 86KrH+" (PDF). Journal of Molecular Spectroscopy. 184 (1): 56–59. doi:10.1006/jmsp.1997.7297.
  2. ↑ Lehmann, J (2002). "The chemistry of krypton". Coordination Chemistry Reviews. 233–234: 1–39. doi:10.1016/S0010-8545(02)00202-3.
Ikon rintisan

Artikel bertopik senyawa anorganik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan