Sabtu, 24 Oktober 2026
02:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Testosteron sipionat

Testosteron sipionat

senyawa kimia

Bagikan:
Testosteron sipionat
250px-Testosterone_cypionate.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Testosterone_cypionate_molecule_ball.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
Nama dagangDepo-Testosterone, dll.
Nama lainTC; TCPP; Testosteron siklopentilpropionat; Testosteron siklopentanapropionat; Testosteron 17β-siklopentilpropionat
Rute
pemberian
Injeksi intramuskular
Kelas obatAndrogen; Steroid anabolik; Ester androgen
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
BioavailabilitasOral: sangat rendah
IM: sangat tinggi
MetabolismeHati
Waktu paruh eliminasi~8 hari (IM))[1]
Ekskresi90% urin; 6% feses[1]
Pengenal
  • [(8R,9S,10R,13S,14S,17S)-10,13-dimethyl-3-oxo-1,2,6,7,8,9,11,12,14,15,16,17-dodecahydrocyclopenta[a]phenanthren-17-yl] 3-cyclopentylpropanoate
Nomor CAS
PubChem CID
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.000.335 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC27H40O3
Massa molar412,614 g/mol
Model 3D (JSmol)
  • C[C@]12CC[C@H]3[C@H]([C@@H]1CC[C@@H]2OC(=O)CCC4CCCC4)CCC5=CC(=O)CC[C@]35C
  • InChI=1S/C27H40O3/c1-26-15-13-20(28)17-19(26)8-9-21-22-10-11-24(27(22,2)16-14-23(21)26)30-25(29)12-7-18-5-3-4-6-18/h17-18,21-24H,3-16H2,1-2H3/t21-,22-,23-,24-,26-,27-/m0/s1
  • Key:HPFVBGJFAYZEBE-ZLQWOROUSA-N

Testosteron sipionat, dikenal pula dengan nama dagang seperti Depo-Testosterone, adalah sebuah obat androgen dan steroid anabolik yang utamanya digunakan untuk mengobati tingkat testosteron rendah pada pria.[2][3][4] Testosteron sipionat juga digunakan dalam terapi hormon bagi pria transgender.[5] Rute pemberian obat ini adalah melalui injeksi ke dalam otot atau subkutan satu hingga empat minggu sekali.[6][7][8]

Efek samping dari testosteron sipionat mencakup gejala-gejala maskulinisasi seperti jerawat, pertumbuhan bulu badan, suara yang memberat, serta meningkatnya libido.[4] Testosteron sipionat adalah androgen dan steroid anabolik sintetik sehingga merupakan agonis reseptor androgen (AR)—target biologis dari androgen seperti testosteron dan dihidrotestosteron (DHT).[4][9] Testosteron sipionat juga memiliki efek androgenik yang kuat dan efek anabolik yang sedang sehingga berguna dalam memunculkan maskulinisasi pada terapi penyulihan androgen.[4] Testosteron sipionat adalah ester testosteron dan merupakan bakal obat testosteron di tubuh.[2][3][6] Karena itu, testosteron sipionat dinilai sebagai bentuk natural dan bioidentik dari testosteron.[10]

Testosteron sipionat pertama kali digunakan secara medis pada tahun 1951.[11][12] Obat ini merupakan salah satu ester testosteron yang paling banyak digunakan, bersama dengan testosteron enantat, testosteron undekanoat, dan testosteron propionat.[4][9] Testosteron sipionat paling banyak Selain dari penggunaannya secara medis, testosteron sipionat juga digunakan sebagai obat peningkat performa.[4] Penggunaan testosteron sipionat diatur sebagai bukan obat bebas di banyak negara.[4]

Kegunaan medis

Testosteron sipionat utamanya digunakan dalam terapi penyulihan androgen. Food and Drug Administration Amerika Serikat mengindikasikan obat ini untuk pengobatan hipogonadisme. Penggunaannya untuk penanganan andropause belum diuji keamanannnya.[1] Testosteron sipionat juga digunakan secara off-label (di luar indikasi) dalam pengobatan kanker payudara dan penyakit payudara lainnya, pubertas tertunda pada anak laki-laki, oligospermia (jumlah sperma rendah), terapi penyulihan hormon pada pria transgender,[8] serta untuk osteoporosis.[1][13]

Efek samping

Salah satu efek samping testotsteron sipionat adalah munculnya gejala virilisasi.[4]

Ketersediaan

Testosteron sipionat paling banyak digunakan di Amerika Serikat. Obat ini sulit ditemukan di luar Amerika Serikat meskipun terdaftar di Kanada, Australia, Spanyol, Brasil, dan Afrika Selatan.[4][14]

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Depo-Testosterone; testosterone cypionate injection, USP" (PDF). United States Food and Drug Administration.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  2. 1 2 Nieschlag, E.; Behre, H. M.; Nieschlag, S. (2012). Testosterone: Action, Deficiency, Substitution. Cambridge University Press. hlm. 315–. ISBN 978-1-107-01290-5.
  3. 1 2 Nieschlag, E.; Behre, H. M.; Nieschlag, S. (2010). Andrology: Male Reproductive Health and Dysfunction. Springer Science & Business Media. hlm. 442–. ISBN 978-3-540-78355-8.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Llewellyn, W. (2011). Anabolics. Molecular Nutrition Llc. hlm. 212–216. ISBN 978-0-9828280-1-4.
  5. ↑ Irwig, M. S. (2017). "Testosterone therapy for transgender men". Lancet Diabetes Endocrinol. 5 (4): 301–311. doi:10.1016/S2213-8587(16)00036-X. PMID 27084565.
  6. 1 2 Becker, K. L. (2001). Principles and Practice of Endocrinology and Metabolism. Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 1185, 1187. ISBN 978-0-7817-1750-2.
  7. ↑ Ayd, F. J. (2000). Lexicon of Psychiatry, Neurology, and the Neurosciences. Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 974–. ISBN 978-0-7817-2468-5.
  8. 1 2 Hembree WC, Cohen-Kettenis PT, Gooren L, Hannema SE, Meyer WJ, Murad MH, et al. (2017). "Endocrine Treatment of Gender-Dysphoric/Gender-Incongruent Persons: An Endocrine Society Clinical Practice Guideline". The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism. 102 (11): 3869–3903. doi:10.1210/jc.2017-01658. PMID 28945902.
  9. 1 2 Kicman AT (2008). "Pharmacology of anabolic steroids". British Journal of Pharmacology. 154 (3): 502–21. doi:10.1038/bjp.2008.165. PMC 2439524. PMID 18500378.
  10. ↑ Santoro N, Braunstein GD, Butts CL, Martin KA, McDermott M, Pinkerton JV (2016). "Compounded Bioidentical Hormones in Endocrinology Practice: An Endocrine Society Scientific Statement". The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism. 101 (4): 1318–1343. doi:10.1210/jc.2016-1271. PMID 27032319.
  11. ↑ William Andrew Publishing (2013). Pharmaceutical Manufacturing Encyclopedia, 3rd Edition. Elsevier. hlm. 3170–. ISBN 978-0-8155-1856-3.
  12. ↑ Hoberman, John (2005). Testosterone Dreams: Rejuvenation, Aphrodisia, Doping. University of California Press. hlm. 134–. ISBN 978-0-520-93978-3.
  13. ↑ "Testosterone cypionate drug profile". Adis Insight.
  14. ↑ Index Nominum 2000: International Drug Directory. Taylor & Francis. 2000. hlm. 1002–1004. ISBN 978-3-88763-075-1.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan