Sabtu, 03 Oktober 2026
20:03 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Terapi kognitif

kognitif

Bagikan:

Terapi kognitif merupakan terapi terstruktur jangka pendek yang menggunakan kerjasama aktif antara pasien dan ahli terapi untuk mencapai tujuan terapetik (Kaplan, 1997).

Manfaat

Selain terbukti mampu menangani gangguan kecemasan dan depresi, terapi kognitif juga efektif dalam menangani:

  1. Fobia
  2. Gangguan pola makan
  3. Gangguan tidur
  4. Penyalahgunaan alkohol
  5. Gangguan panik
  6. Gangguan seksual
  7. Gangguan bipolar
  8. Skizofrenia
  9. Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
  10. Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)[1]

Tujuan

  1. Menghilangkan sindrom depresi dan mencegah kekambuhan
  2. Menempatkan individu pada situasi yang biasanya memicu perilaku gangguan obsesif kompulsif dan selanjutnya mencegah responnya.
  3. Membantu mengubah pemikiran individu dan menggunakan latihan praktik untuk meningkatkan aktivitas sosialnya.
  4. Membantu menargetkan proses berpikir serta perilaku yang menyebabkan panik atau cemas.
  5. Membantu individu memandang dirinya sebagai seseorang yang berhaail bertahan hidup, bukan sebagai korban.[2]

Jenis-jenis

  1. Terapi musik
  2. Terapi konseling
  3. Terapi obat-obatan
  4. Terapi hipnotis
  5. Terapi rehabilitasi[3]

Tahap saat terapi

  1. Mengidentifikasi pemicu yang membuat seseorang mengalami masalah.
  2. Klien mulai berbagi masalah yang dirasakan.
  3. Terapis mengidentifikasi masalah yanng sebenarnya.
  4. Mengubahh cara berfikir negatif menjadi positif.[4]

Hasil dari terapi kognitif

  1. Klien mulai menyadari kesalahan cara berfikirnya selama ini yang ternyata menjadi sumber rasa cemas.
  2. Klien mulai mendapatkan cara agar berani berhadapan dengan masalah dan menyikapinya dengan bijak.
  1. Klien menjadi lebih percaya terhadap diri sendiri.
  2. Klien berani menghadapi ketakutan dann memiliki strategi untuk menghadapinya.
  3. Klien menjadi lebih tenang dan rileks dalam menjalani aktivitas.[4]

Risiko

Klien akan merasa tidak nyaman saat terapi kognitif berlangsung. Biasanya, klien akan menangis, marah, cemas, lelah, dan merasa stress sementara waktu.[4]

Referensi

  1. ↑ "Terapi Kognitif Perilaku untuk Menangani Berbagai Masalah Psikologis". Alodokter. 2018-03-20. Diakses tanggal 2021-12-06.
  2. ↑ "Langkah Langkah CBT | PDF". Scribd. Diakses tanggal 2021-12-06.
  3. ↑ "Kenali Manfaat Terapi Kognitif untuk Mengatasi Berbagai Masalah Psikologis | Orami". www.orami.co.id. 2019-09-09. Diakses tanggal 2021-12-06.
  4. 1 2 3 "Terapi Perilaku Kognitif: Manfaat, Tahapan, dan Hasil". SehatQ. Diakses tanggal 2021-12-06.


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan