Kamis, 24 September 2026
07:47 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Terapi kognitif

kognitif

Terapi kognitif merupakan terapi terstruktur jangka pendek yang menggunakan kerjasama aktif antara pasien dan ahli terapi untuk mencapai tujuan terapetik (Kaplan, 1997).

Manfaat

Selain terbukti mampu menangani gangguan kecemasan dan depresi, terapi kognitif juga efektif dalam menangani:

  1. Fobia
  2. Gangguan pola makan
  3. Gangguan tidur
  4. Penyalahgunaan alkohol
  5. Gangguan panik
  6. Gangguan seksual
  7. Gangguan bipolar
  8. Skizofrenia
  9. Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
  10. Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)[1]

Tujuan

  1. Menghilangkan sindrom depresi dan mencegah kekambuhan
  2. Menempatkan individu pada situasi yang biasanya memicu perilaku gangguan obsesif kompulsif dan selanjutnya mencegah responnya.
  3. Membantu mengubah pemikiran individu dan menggunakan latihan praktik untuk meningkatkan aktivitas sosialnya.
  4. Membantu menargetkan proses berpikir serta perilaku yang menyebabkan panik atau cemas.
  5. Membantu individu memandang dirinya sebagai seseorang yang berhaail bertahan hidup, bukan sebagai korban.[2]

Jenis-jenis

  1. Terapi musik
  2. Terapi konseling
  3. Terapi obat-obatan
  4. Terapi hipnotis
  5. Terapi rehabilitasi[3]

Tahap saat terapi

  1. Mengidentifikasi pemicu yang membuat seseorang mengalami masalah.
  2. Klien mulai berbagi masalah yang dirasakan.
  3. Terapis mengidentifikasi masalah yanng sebenarnya.
  4. Mengubahh cara berfikir negatif menjadi positif.[4]

Hasil dari terapi kognitif

  1. Klien mulai menyadari kesalahan cara berfikirnya selama ini yang ternyata menjadi sumber rasa cemas.
  2. Klien mulai mendapatkan cara agar berani berhadapan dengan masalah dan menyikapinya dengan bijak.
  1. Klien menjadi lebih percaya terhadap diri sendiri.
  2. Klien berani menghadapi ketakutan dann memiliki strategi untuk menghadapinya.
  3. Klien menjadi lebih tenang dan rileks dalam menjalani aktivitas.[4]

Risiko

Klien akan merasa tidak nyaman saat terapi kognitif berlangsung. Biasanya, klien akan menangis, marah, cemas, lelah, dan merasa stress sementara waktu.[4]

Referensi

  1. "Terapi Kognitif Perilaku untuk Menangani Berbagai Masalah Psikologis". Alodokter. 2018-03-20. Diakses tanggal 2021-12-06.
  2. "Langkah Langkah CBT | PDF". Scribd. Diakses tanggal 2021-12-06.
  3. "Kenali Manfaat Terapi Kognitif untuk Mengatasi Berbagai Masalah Psikologis | Orami". www.orami.co.id. 2019-09-09. Diakses tanggal 2021-12-06.
  4. 1 2 3 "Terapi Perilaku Kognitif: Manfaat, Tahapan, dan Hasil". SehatQ. Diakses tanggal 2021-12-06.


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan