Jumat, 16 Oktober 2026
01:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Tep Vong

Tep Vong

Bagikan:
250px-Supreme_Patriarch_Tep_Vong.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tep Vong

Samdech Preah Agga Maha Sangharajadhipati Tep Vong (bahasa Khmer:សម្ដេចព្រះអគ្គមហាសង្ឃរាជាធិបតី ទេព វង្ស; 12 Januari 1932 – 26 Februari 2024) adalah seorang Sangharaja Kamboja. Ia memulai perjalanannya sebagai bhikkhu pada tahun 1952, tetapi terpaksa lepas jubah pada era Khmer Merah. Ia menjabat sebagai bhikkhu senior hingga tahun 1991, ketika tradisi Maha Nikaya dan Dhammayuttika Nikaya berpisah lagi, dan beliau naik ke posisi Sangharaja dari tradisi Maha Nikaya. Pada tahun 2006, ia kemudian diangkat menjadi Sangharaja Agung, yang memperkuat posisinya sebagai kepala dari kedua nikaya. Ia memainkan peran penting dalam merevitalisasi Agama Buddha di Kamboja setelah dampak buruk rezim Khmer Merah pada tahun 1975–1979, yang melibatkan upaya pemberantasan agama terorganisir dan mengakibatkan kematian sekitar 1,7 juta orang, termasuk hilangnya hidup sekitar lima dari setiap delapan bhikkhu di negara tersebut.[1]

Referensi

Flag of KambojaBiography icon

Artikel bertopik biografi Kamboja ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan