Jumat, 09 Oktober 2026
14:15 WIB
TERKINI
Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP

Teorema Lagrange

Halaman disambiguasi

Bagikan:

Dalam teori grup, teorema Lagrange mengatakan bahwa untuk suatu grup hingga G {\displaystyle G} {\displaystyle G} berorde n {\displaystyle n} {\displaystyle n}, orde dari setiap subgrup H ≤ G {\displaystyle H\leq G} {\displaystyle H\leq G} haruslah membagi n {\displaystyle n} {\displaystyle n}. Teorema ini dinamai berdasarkan seorang matematikawan Prancis, Joseph-Louis de Lagrange.

Bukti

Untuk membuktikan teorema Lagrange, dapat digunakan koset dari suatu subgrup. Akan ditunjukkan bahwa setiap koset suatu subgrup berukuran sama, sehingga haruslah setiap koset dari suatu subgrup H {\displaystyle H} {\displaystyle H} memiliki anggota sebanyak orde dari H {\displaystyle H} {\displaystyle H}. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun suatu bijeksi f : a H → b H {\displaystyle f:aH\to bH} {\displaystyle f:aH\to bH} untuk sebarang a , b ∈ G {\displaystyle a,b\in G} {\displaystyle a,b\in G} dengan f ( x ) = b a − 1 x {\displaystyle f(x)=ba^{-1}x} {\displaystyle f(x)=ba^{-1}x}. Mudah ditunjukkan bahwa pemetaan tersebut merupakan bijeksi dengan invers f − 1 ( x ) = a b − 1 x {\displaystyle f^{-1}(x)=ab^{-1}x} {\displaystyle f^{-1}(x)=ab^{-1}x}. Akibatnya, kita dapatkan setiap koset dari subgrup H {\displaystyle H} {\displaystyle H} berukuran sama. Berikutnya, karena koset-koset dari H {\displaystyle H} {\displaystyle H} mempartisi grup G {\displaystyle G} {\displaystyle G} atas akibat dari relasi ekuivalensi a ∼ b ⟺ a H = b H {\displaystyle a\sim b\iff aH=bH} {\displaystyle a\sim b\iff aH=bH}, kita dapatkan banyaknya anggota dari G {\displaystyle G} {\displaystyle G} sama dengan banyaknya koset dari H {\displaystyle H} {\displaystyle H} dikali banyaknya anggota dari H {\displaystyle H} {\displaystyle H} (karena semua koset berukuran sama). Akibatnya, kita dapatkan | G | = [ G : H ] | H | {\displaystyle |G|=[G:H]|H|} {\displaystyle |G|=[G:H]|H|} sehingga orde tiap subgrup haruslah membagi orde grupnya. Dengan demikian kita selesai.

Konvers dari Teorema Lagrange

Secara umum, konvers dari teorema Lagrange tidak berlaku. Yakni, jika n {\displaystyle n} {\displaystyle n} membagi orde dari G {\displaystyle G} {\displaystyle G}, belum tentu terdapat suatu subgrup dari G {\displaystyle G} {\displaystyle G} yang berorde n {\displaystyle n} {\displaystyle n}. Sebagai contoh, grup berayun (yakni grup dari permutasi genap) A 4 {\displaystyle A_{4}} {\displaystyle A_{4}} yang berorde 12 tidak memiliki subgrup berorde 6.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan