Rabu, 30 September 2026
03:58 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Tempel 1

Tempel 1

komet berkala

Bagikan:
250px-Tempel_1_%28PIA02127%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nukleus komet 9P/Tempel 1 (hasil pencitraan wahana penabrak Deep Impact).

Tempel 1 (nama resmi: 9P/Tempel 1) adalah sebuah komet periodik yang ditemukan pada 3 April 1867 oleh Ernst Wilhelm Leberecht Tempel, seorang ahli astronomi di Marseille.

Pada saat ditemukan, Tempel 1 mencapai periphelion setiap 5,68 tahun. Komet ini kemudian diamati pada tahun 1873 dan 1879. Meskipun begitu, orbit Tempel 1 kadang membawanya hingga cukup dekat dengan Jupiter sehingga orbitnya berubah dan masa pengorbitannya pun turut berubah karenanya. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1881, memperpanjang masa pengorbitan hingga 6,5 tahun. Periphelionnya juga berubah, meningkat hingga 50 juta kilometer, dan mengakibatkannya terlihat kurang jelas dari Bumi. Akibatnya, ahli-ahli astronomi kehilangan jejaknya dan mengira bahwa ia telah hancur. Tempel 1 ditemukan kembali pada tahun 1960-an setelah ahli astronomi Amerika Brian G. Marsden melakukan perhitungan akurat terhadap orbit komet tersebut dengan turut menghitung akibat dari gangguan Jupiter. Masa pengorbitannya kini adalah 5,5 tahun.

Tempel 1 bukan merupakan komet yang terang; magnitudo maksimumnya hingga kini adalah 11, jauh di bawah kemampuan penglihatan mata telanjang. Ukurannya diyakini adalah 14 x 4 kilometer, berdasarkan pengukuran yang dilakukan Teleskop Hubble pada keadaan cahaya yang tampak dan Teleskop Spitzer dalam sinar inframerah. Menggabungkan pengamatan-pengamatan ini menghasilkan albedo yang rendah sebesar 4% dan memastikan tingkat rotasi sebanyak dua hari.

Misi luar angkasa Deep Impact

250px-HRIV_Impact.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Animasi penabrakan Tempel 1 oleh Deep Impact.
250px-Tempel1_orbit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Pada 4 Juli 2005 pukul 05:52 UTC, Tempel 1 ditabrakkan wahana penabrak NASA bernama Deep Impact. Teleskop-teleskop Bumi dan luar angkasa mengamati penerangan sebesar beberapa magnitudo setelah tabrakan terjadi sementara bagian pengamat Deep Impact merekam semburan yang terang dari lokasi tabrakan.

Rincian tepat mengenai kawah yang dihasilkan tabrakan tersebut masih belum diketahui. Diyakini bahwa kawah tersebut bisa mempunyai diameter mencapai 200 meter dan kedalaman sebesar 30–50 m, tetapi kawah tersebut bisa juga lebih kecil tergantung komposisi dan struktur Tempel 1. Tujuan misi Deep Impact adalah untuk mempelajari komposisi interior nukleus sebuah komet.

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Deep Impact (space mission).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan