Jumat, 23 Oktober 2026
13:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Tembaga(I) klorida

Tembaga(I) klorida

senyawa kimia

Bagikan:
Tembaga(I) klorida
Satuan sel nantokite
Sampel tembaga(I) klorida
Nama
Nama IUPAC
Copper(I) chloride
Nama lain
Kupro klorida
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
  • InChI=1S/ClH.Cu/h1H;/q;+1/p-1 checkY
    Key: OXBLHERUFWYNTN-UHFFFAOYSA-M checkY
  • InChI=1/ClH.Cu/h1H;/q;+1/p-1
    Key: OXBLHERUFWYNTN-REWHXWOFAC
  • Cl[Cu]
Sifat
CuCl
Massa molar 98,999 g/mol
Penampilan serbuk putih, agak kehijauan karena produk oksidasinya
Densitas 4,145 g/cm3
Titik lebur 426 °C (799 °F; 699 K)
Titik didih 1.490 °C (2.710 °F; 1.760 K)(terdekomposisi)
0,0062 g/100 mL (20 °C)
Hasil kali kelarutan, Ksp 1,72×10−7
Kelarutan tidak larut dalam etanol
aseton; larut dalam HCl pekat, NH
Indeks bias (nD) 1,930[1]
Struktur
Struktur zinc blende
Bahaya
Lembar data keselamatan JT Baker
Berbahaya (Xn)
Berbahaya bagi lingkungan (N)
Frasa-R R22, R50/53
Frasa-S S2, S22, S60, S61
Titik nyala Tidak menyala
Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC):
140 mg/kg
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
TWA 1 mg/m3 (sebagai Cu)[2]
REL (yang direkomendasikan)
TWA 1 mg/m3 (sebagai Cu)[2]
IDLH (langsung berbahaya)
TWA 100 mg/m3 (sebagai Cu)[2]
Senyawa terkait
Anion lain
Tembaga(I) bromida
Tembaga(I) iodida
Kation lainnya
Tembaga(II) klorida
Perak(I) klorida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
checkY verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi
250px-IR_Spectrum_of_Copper%28I%29_chloride.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spektrum IR Tembaga(I) klorida

Tembaga(I) klorida, sering disebut sebagai kupro klorida, adalah klorida tembaga paling rendah, dengan rumus CuCl. Senyawa ini berupa padatan putih yang larut sebagian dalam air, tetapi sangat mudah larut dalam asam klorida pekat. Sampel yang mengandung ketakmurnian (impurities) berwarna kehijauan karena adanya tembaga(II) klorida.[3]

Sejarah

Tembaga(I) klorida pertama kali dibuat oleh Robert Boyle pada pertengahan abad ketujuhbelas[4] dari raksa(II) klorida ("sublimat Venesia") dan logam tembaga:

HgCl 2 + 2  Cu ⟶ 2  CuCl + Hg {\displaystyle {\text{HgCl}}_{2}+2{\text{ Cu}}\longrightarrow 2{\text{ CuCl}}+{\text{Hg}}} {\displaystyle {\text{HgCl}}_{2}+2{\text{ Cu}}\longrightarrow 2{\text{ CuCl}}+{\text{Hg}}}

Pada tahun 1799, J.L. Proust mengidentifikasi dua klorida tembaga yang berbeda. Ia menyiapkan CuCl dengan memanaskan CuCl pada temperatur tinggi tanpa keberadaan udara, menyebabkan kehilangan setengah dari klorin terikat diikuti dengan pencucian residu CuCl menggunakan air.[5]

Larutan CuCl dalam suasana asam pernah digunakan untuk analisis kandungan karbon monoksida dalam gas, misalnya dalam peralatan gas Hempel.[6] Aplikasi ini sangat signifikan[7] saat itu ketika gas batubara (coal gas banyak digunakan untuk pemanas dan penerangan, selama abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sintesis

Tembaga(I) klorida disintesis dengan cara mereduksi tembaga(II) klorida, misalnya dengan belerang dioksida:

2  CuCl 2 + SO 2 + 2  H 2 O ⟶ 2  CuCl + H 2 SO 4 + 2  HCl {\displaystyle 2{\text{ CuCl}}_{2}+{\text{SO}}_{2}+2{\text{ H}}_{2}{\text{O}}\longrightarrow 2{\text{ CuCl}}+{\text{H}}_{2}{\text{SO}}_{4}+2{\text{ HCl}}} {\displaystyle 2{\text{ CuCl}}_{2}+{\text{SO}}_{2}+2{\text{ H}}_{2}{\text{O}}\longrightarrow 2{\text{ CuCl}}+{\text{H}}_{2}{\text{SO}}_{4}+2{\text{ HCl}}}

Banyak pereduksi lain yang dapat digunakan.[8]

Sifat kimia

  • Kristal tembaga(I) klorida putih pada kawat tembaga
    Kristal tembaga(I) klorida putih pada kawat tembaga
  • Tembaga(I) klorida teroksidasi sebagian di udara
    Tembaga(I) klorida teroksidasi sebagian di udara

Tembaga(I) klorida adalah asam Lewis, yang diklasifikasikan sebagai lemah menurut Konsep Asam-Basa Kuat-Lemah. Oleh karena itu, cenderung membentuk senyawa kompleks yang stabil dengan basa Lewis lemah seperti trifenilfosfin, P(C6H5)3:

CuCl + P(C 6 H 5 ) 3 ⟶ [ CuCl(P(C 6 H 5 ) 3 ) ] 4 {\displaystyle {\text{CuCl}}+{\text{P(C}}_{6}{\text{H}}_{5}{\text{)}}_{3}\longrightarrow \left[{\text{CuCl(P(C}}_{6}{\text{H}}_{5}{\text{)}}_{3}{\text{)}}\right]_{4}} {\displaystyle {\text{CuCl}}+{\text{P(C}}_{6}{\text{H}}_{5}{\text{)}}_{3}\longrightarrow \left[{\text{CuCl(P(C}}_{6}{\text{H}}_{5}{\text{)}}_{3}{\text{)}}\right]_{4}}

Meskipun CuCl tidak larut dalam air, ia larut dalam larutan akuatik yang mengandung molekul donor yang sesuai. Ia membentuk senyawa kompleks dengan ion halida, misalnya membentuk H CuCl dengan asam klorida pekat. Ia diserang oleh CN, S, dan NH menghasilkan kompleks yang sesuai.

Larutan CuCl dalam HCl atau NH menyerap karbon monoksida membentuk kompleks tak berwarna seperti dimer jembatan klorida [CuCl(CO)]2. Larutan asam klorida yang sama juga bereaksi dengan gas asetilena membentuk [CuCl(C2H2)]. Larutan amoniakal CuCl bereaksi dengan asetilena membentuk tembaga(I) asetilida Cu yang mudah meledak. Kompleks CuCl dengan alkena dapat dibuat dengan mereduksi [[Tembaga(II) klorida|CuCl dengan belerang dioksida dengan kehadiran alkena dalam larutan alkohol. Kompleks dengan diena seperti 1,5-siklooktadiena khususnya stabil:[9]

Structure of COD complex of CuCl

Referensi

  1. ↑ Pradyot Patnaik (2002), Handbook of Inorganic Chemicals, McGraw-Hill, ISBN 0-07-049439-8
  2. 1 2 3 NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards. "#0150". Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH).
  3. ↑ "Method of Preparing Cupric Ion Free Cuprous Chloride" (PDF), www.freepatentsonline.com, United States Patent US4582579, Section 2, Lines 4-41
  4. ↑ Boyle, Robert (1666). Considerations and experiments about the origin of forms and qualities. Oxford. As reported in Mellor.
  5. ↑ Proust, J. L. (1799). Ann. Chim. Phys. (1). 32: 26.{{cite journal}}: |title= tidak ada atau kosong
  6. ↑ Martin, Geoffrey (1917). Industrial and Manufacturing Chemistry (Edisi Part 1, Organic). London: Crosby Lockwood. hlm. 330–31.
  7. ↑ Lewes, Vivian H. (1891). "Journal of the Society of Chemical Industry". Journal of the Society of Chemical Industry. 10: 407–413.
  8. ↑ G. Brauer, ed. (1963), "Copper(I) Chloride", Handbook of Preparative Inorganic Chemistry, vol. 1 (Edisi 2nd), NY.: Academic Press, hlm. 1005{{citation}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  9. ↑ Nicholls, D. (1973), Complexes and First-Row Transition Elements, London: Macmillan Press

Bacaan lain

  1. Mellor, J.W. (1967), A Comprehensive Treatise on Inorganic and Theoretical Chemistry, vol. III (Edisi new impression), London: Longmans, Green & Co., hlm. 157–168.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Copper(I) chloride.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan