Minggu, 11 Oktober 2026
23:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Teluk Bima

Teluk Bima

Bagikan:
250px-Gambar_WhatsApp_2023-12-07_pukul_23.10.47_b4faa4ff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Teluk Bima dari sis barat

Teluk Bima adalah perairan semi tertutup di sisi utara Pulau Sumbawa, dan berbatasan dengan Kota Bima dan Kabupaten Bima (dulu Kesultanan Bima). Di dalamnya terdapat Pulau Kambing (Bima), serta pelabuhan Bima.

Perairan Teluk Bima banyak di manfaatkan nelayan untuk mencari berbagai hasil laut. Seperti mencari ikan , bulu babi, kepiting, tiram, dan hasil laut lainnya. Selain itu di pesisir Teluk Bima banyak juga masyarakat yang memanfaatkan dengan bertani garam.[1] Teluk Bima merupakan salah satu jalur perdagangan di Indonesia dan juga terdapat sebuah pelabuhan yang dijadikan sebagai wilayah lalu lintas transportasi laut.[butuh rujukan]

Pantai

Teluk Bima memiliki pantai-pantai yang masih alami dan air laut yang jernih dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung. Beberapa pantai yang terkenal di Teluk Bima antara lain Pantai Kalaki, Pantai Lawata, dan Pantai Kolo. Pantai Lawata merupakan pantai yang paling terkenal di Teluk Bima yang memiliki pasir putih dan air laut yang jernih.[2] Selain itu, di sekitar pantai terdapat beberapa warung makan dan penginapan yang bisa digunakan oleh wisatawan.

Pantai Kalaki merupakan pantai yang memiliki pasir puti dan air laut yang jernih. Di sekitar pantai terdapat beberapa warung makan dan penginapan yang bisa digunakan oleh wisatawan. Pantai Kolo merupakan pantai yang masih alami di Teluk Bima. Pantai ini memiliki pasir putih yang lembut dan air laut yang jernih. Di sekitar pantai tidak terdapat warung makan atau penginapan, sehingga wisatawan harus membawa perlengkapan sendiri jika ingin berkunjung ke pantai ini.[3]

Aktivitas

  1. Perikanan: Masyarakat di sekitar Teluk Bima juga mengandalkan perikanan sebagai sumber penghidupan. Pencemaran di perairan Teluk Bima telah berdampak pada aktivitas budi daya rumput laut, budi daya ikan bandeng, dan pertanian garam yang dikembangkan masyarakat di sepanjang pesisir Teluk Bima.[1]
  2. Pariwisata: Teluk Bima juga memiliki potensi pariwisata yang menarik. Namun, pencemaran di Teluk Bima telah berdampak buruk terhadap aktivitas pariwisata, dengan aktivitas pariwisata terhenti akibat pencemaran.[3]
  3. Rekreasi: Masyarakat sekitar Teluk Bima juga memanfaatkan keindahan alam teluk untuk rekreasi dan liburan. Namun, dampak pencemaran juga telah memengaruhi aktivitas rekreasi masyarakat di daerah tersebut.
  4. Penyelidikan dan Penanganan Pencemaran: Selain itu, masyarakat dan pemerintah setempat juga terlibat dalam upaya penyelidikan dan penanganan.[4]

Referensi

  1. 1 2 "Badan Pusat Statistik Kabupaten Bima". bimakab.bps.go.id. Diakses tanggal 2023-12-07.
  2. ↑ Hazim, Imamul. "Dana Ma Mbari". arujiki.blogspot.com. Diakses tanggal 2023-12-07.
  3. 1 2 {{cite web}}: Kutipan kosong
  4. ↑ "WALHI: Pencemaran di Perairan Teluk Bima Berdampak pada Kesehatan dan Ekonomi Nelayan". VOA Indonesia. 2022-05-01. Diakses tanggal 2023-12-07.
osm-intl,2,-8.441809,118.699722,200x100.png?lang=id
120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik geografi atau tempat Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan