Minggu, 18 Oktober 2026
09:21 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Teknik propaganda

Teknik propaganda

Bagikan:
250px-Anti-capitalism_color.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Propaganda antikapitalis

Teknik propaganda adalah metode yang digunakan dalam propaganda untuk meyakinkan khalayak agar mempercayai apa yang diinginkan oleh propagandis. Banyak teknik propaganda didasarkan pada penelitian sosio-psikologis. Sejumlah teknik tersebut juga dapat diklasifikasikan sebagai sesat pikir logika atau taktik penyalahgunaan kekuasaan dan pengendalian.

Karakter umum

Definisi

Dalam buku Propaganda and Persuasion, Garth S. Jowett dan Victoria O'Donnell mendefinisikan propaganda sebagai "upaya yang disengaja dan sistematis untuk membentuk persepsi, memanipulasi kognisi, serta mengarahkan perilaku guna memperoleh respons yang mendukung tujuan yang diinginkan oleh propagandis".[1] Definisi Harold D. Lasswell bahkan lebih menitikberatkan pada aspek teknisnya:

Propaganda dalam pengertian yang paling luas adalah teknik memengaruhi tindakan manusia melalui manipulasi representasi. Representasi tersebut dapat berbentuk lisan, tulisan, gambar, atau musik.[2]

Manipulasi dapat berlangsung secara terorganisasi maupun tidak terorganisasi, disadari maupun tidak disadari, serta didorong oleh motif politik ataupun sosial. Konsep ini mencakup mulai dari propaganda negara yang sistematis untuk memanipulasi opini publik (Edward Bernays) hingga "propaganda sosiologis" (propaganda integrasi),[3] yaitu ketika keinginan bawah sadar untuk dimanipulasi dan melakukan manipulasi diri mendorong individu menyesuaikan diri dengan pola pikir dan perilaku yang diharapkan oleh masyarakat (Jacques Ellul).[4]

Peralihan antara komunikasi yang bukan propaganda dan propaganda bersifat bertahap. Manipulasi yang efektif mengandaikan adanya penyisipan unsur yang tidak manipulatif agar pengaruhnya dapat bekerja, sehingga keberadaan konteks-konteks tersebut dengan sendirinya belum dapat dijadikan sanggahan terhadap sifat manipulatif suatu tindakan komunikasi.[3]

Referensi

  1. ↑ Garth Jowett, Victoria O'Donnell (2006), Propaganda and Persuasion (dalam bahasa Jerman), SAGE, ISBN 978-1-4129-0898-6, diakses tanggal 2019-06-30, Propaganda is the deliberate, systematic attempt to shape perceptions, manipulate cognitions, and direct behavior to achieve a response that furthers the desired intent of the propagandist.
  2. ↑ Lasswell, Harold Dwight (1937): Propaganda Technique in the World War. ISBN 0-262-62018-9, S. 214–222.
  3. 1 2 Stanley B. Cunningham (2002), The Idea of Propaganda: A Reconstruction (dalam bahasa Jerman), Greenwood Publishing Group, ISBN 9780275974459, diakses tanggal 3 Juli 2019{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Thymian Bussemer (26 Juni 2008), Propaganda: Konzepte und Theorien (dalam bahasa Jerman), Springer-Verlag, ISBN 9783531161600, diakses tanggal 2 Juli 2019{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan