Rabu, 04 November 2026
06:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Tarekat Safawiyah

Bagikan:

Tarekat Safawiyah (Persia: طریقت صفویه), yang juga disebut Safawiyah (Persia: صفویه, alih aksara: Safawiyeh), adalah sebuah tarekat Sufi (ṭarīqa)[1][2] yang didirikan oleh mistikus Zahed Gilani dan dinamai berdasarkan menantunya sekaligus penerusnya, Safi al-Din Ardabili (1252–1334 M).[3][4]

Sejak awal abad ke-14, para pemimpin gerakan Safawi secara jelas menunjukkan keinginan untuk memperoleh kekuasaan politik sekaligus otoritas keagamaan.[5] Ambisi ini mula-mula membuat para penguasa Iran barat dan Irak merasa khawatir, sebelum akhirnya berubah menjadi permusuhan terbuka. Meskipun tiga pemimpin Safawi berturut-turut—Junayd pada 1460, Heydar pada 1488, dan Ali pada 1494—tewas dalam pertempuran, gerakan ini tetap cukup kuat untuk berhasil mendirikan Dinasti Safawiyah pada tahun 1501.[5]

Para raja Safawi mendasarkan legitimasi kekuasaan mereka pada tiga keyakinan utama: bahwa mereka ditunjuk secara ilahi untuk memerintah Iran, bahwa mereka merupakan wakil duniawi Muhammad al-Mahdi—Imam Kedua Belas dalam Syiah Dua Belas yang diyakini akan kembali untuk membawa dunia yang adil dan damai—dan bahwa mereka bertindak sebagai moršed-e kāmel, atau pembimbing spiritual sempurna, bagi tarekat Sufi Safawiyah. Namun, pada masa menjelang berdirinya negara Safawi secara resmi, propaganda keagamaan mereka yang dikenal sebagai da‘va melampaui klaim-klaim tersebut. Propaganda itu menyatakan bahwa pemimpin Safawi bukan sekadar wakil Mahdi, melainkan Mahdi itu sendiri, atau bahkan penjelmaan ilahi.[5]

Sejarah

Safawiyah, yang pada awalnya didirikan oleh Safi-ad-Din Ardabili dalam mazhab Syafi'i dari Islam Sunni, kemudian mengalami perubahan setelah cucu-cucunya mengadopsi konsep-konsep Syiah, sehingga tarekat tersebut menjadi terkait dengan Syiah Dua Belas Imam.[3][4] Pentingnya posisi Safi-ad-Din dalam tarekat ini dibuktikan melalui dua surat karya Rashid-al-Din Hamadani.[6][7][8][9] Dalam salah satu surat, Rashid al-Din menjanjikan pemberian tahunan berupa bahan makanan kepada Safi-al-Din, sedangkan dalam surat lainnya ia menulis kepada putranya, gubernur Ardabil, agar menunjukkan penghormatan dan sikap yang pantas kepada sang mistikus.[10]

Setelah wafatnya Safi-ad-Din, kepemimpinan tarekat diteruskan kepada putranya, Sadr al-Din Musa, dan kemudian diwariskan secara turun-temurun dari ayah kepada anak. Pada pertengahan abad ke-15, Safawiyah mulai berubah karakter, berkembang menjadi bentuk ghulat dalam Syiah Dua Belas Imam. Pada masa Shaykh Junayd dan Shaykh Haydar, tarekat ini menjadi semakin militan dengan menyerukan jihad melawan orang-orang Kristen Georgia, serta mengembangkan keyakinan mesianistik tentang para pemimpinnya dan praktik-praktik antinomian yang berada di luar norma Syiah Dua Belas Imam.[6][7][8][9]

Cucu Junayd, Ismail, semakin mengubah sifat tarekat tersebut ketika ia mendirikan Kekaisaran Safawi pada tahun 1501 dan menetapkan Syiah Dua Belas Imam sebagai agama resmi negara. Pada masa itu, ia mendatangkan banyak ulama Syiah Dua Belas Imam terutama dari Lebanon dan Suriah untuk mengubah tarekat tersebut menjadi dinasti Syiah Dua Belas Imam.[6][7][8][9]

Referensi

  1. ↑ https://whc.unesco.org/en/list/1345, Sheikh Safi al-Din
  2. ↑ "Imamzadah Shaykh Ṣafi al-Din Ardabili | Exterior view of Shaykh Safi Tomb. The courtyard wall of Chilakhana courtyard appears in the background, while the Haramkhana is seen in the right foreground".
  3. 1 2 Newman, Andrew J., Safavid Iran: Rebirth of a Persian Empire, (I.B. Tauris & Co. Ltd., 2006), 152.
  4. 1 2 R.M. Savory. Ebn Bazzaz. Encyclopædia Iranica
  5. 1 2 3 Munshi, Eskandar Beg (1629). History of Shah 'Abbas the Great (Tārīkh-e ‘Ālamārā-ye ‘Abbāsī) / Roger M. Savory, translator. hlm. xxii. Diakses tanggal Mei 6, 2025.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 Floor, Willem; Herzig, Edmund (2015). Iran and the World in the Safavid Age. I.B.Tauris. hlm. 20. ISBN 978-1780769905. In fact, at the start of the Safavid period Twelver Shi'ism was imported into Iran largely from Syria and Mount Lebanon (...)
  7. 1 2 3 Savory, Roger (2007). Iran Under the Safavids. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 30. ISBN 978-0521042512.
  8. 1 2 3 Abisaab, Rula. "JABAL ʿĀMEL". Encyclopaedia Iranica. Diakses tanggal 15 Mei 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 3 Alagha, Joseph Elie (2006). The Shifts in Hizbullah's Ideology: Religious Ideology, Political Ideology and Political Program. Amsterdam: Amsterdam University Press. hlm. 20. ISBN 978-9053569108.
  10. ↑ G. E. Browne, Literary History of Persia, vol. 4, 33–4.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan