Selasa, 06 Oktober 2026
01:15 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
Tando merah

Tando merah

Bagikan:
Tupai terbang raksasa merah
250px-Petaurista_petaurista.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
P. p. candidula di Taman Nasional Namdapha, India timur laut
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Famili: Sciuridae
Genus: Petaurista
Spesies:
P. petaurista
Nama binomial
Petaurista petaurista
(Pallas, 1766)
250px-Petaurista_petaurista_distribution_%28gray%2C_filled%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jangkauan dalam warna merah sebagaimana dilaporkan oleh IUCN, tetapi lihat teks

Tando merah (Latin: Petaurista petaurista Pallas) adalah spesies bajing terbang yang berukuran besar dan panjang berwarna coklat kemerahan yang biasanya ditemui di wilayah Jawa dan Sumatra, di beberapa wilayah Semenanjung Malaysia (Penang), Pakistan, India Utara, dan Afganistan.[2][3] Hewan tersebut hidup di pohon-pohon, di hutan-hutan, maupun di kampung-kampung.[2] Di Sandakan, Kinabalu, di Sabah and Sarawak, mereka banyak ditemui di ketinggian 900 meter di wilayah gunung Kinabalu, juga di daerah Sungai Kinabatangan.[4]

Beberapa nama lain dari tando

  • Dalam bahasa Inggris disebut, Red giant flying squirrel terkait warnanya yang merah, badannya yang terhitung besar dibanding tupai-tupai lain, dan dapat melompat dengan jarak yang jauh sehingga disebut mampu terbang.[3]
  • Dalam Bahasa Indonesia sendiri sering disebut biluk.[2]
  • Dalam Bahasa Sunda disebut beluk.[2]
  • Dalam Bahasa Jawa disebut walangkopo, luwuk, bajing gendu, koobong.[2]
  • Bahasa Madura disebut pok-pok.[2]
  • Di Sumatra disebut juga kubung, tupai panjang, dan garupung.[2] Tando dan bilik adalah dua jenis binatang yang berbeda namun masih dari varian yang sejenis,kepala dan tampilan seperti bajing dan kelelawar, tabiat lemah dan lincah berbuntut panjang melebihi panjang tubuh (biluk) warna oranye dan lebih besar dari tando

Ciri Fisik

Tando memiliki ukuran antara 38–45 cm, bobot antara 1–1,5 kg, memiliki selaput kulit yang dipakai untuk terbang.[2] Warna luar badan (bulu) cokelat kemerahan dengan bercak hitam di bagian punggung yang tidak terlalu jelas.[2] Di bagian seputar mata, ujung hidung, telinga, kaki, dan ekor berwarna hitam.[2]

Cara Hidup

Tando bertahan hidup dengan makan buat-buahan, mencari makan setelah matahari terbenam.[2] Mereka tinggal di pohon-pohon yang tinggi dan membuat sarang.[2] Di Indonesia, mereka hidup di hutan dengan ketinggian 0–1000 m di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.[2]

Rujukan

  1. ↑ Duckworth, J.W. (2017) [errata version of 2016 assessment]. "Petaurista petaurista". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T16723A115138344. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T16723A22272173.en. Diakses tanggal 14 Februari 2020.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 6 (SHI-VAJ). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 3442
  3. 1 2 (Inggris)Khan, M.M. (1992). Mamalia Semenanjung Malaysia. Department of Wildlife and National Parks,Kuala Lumpur.
  4. ↑ Payne,J., C.M. Francis and K.Philips (1985). A field guide to mammals of Borneo. The Sabah Society and World Wild Fund, Kota Kinabalu

dalam bahasa sunda beluk dan tando itu beda jenis.. Meskipun sama dengan tando punya sayap seperri bisa terbang tapi Beluk ukurannya lebih kecil sama dengan tupai

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan