Sabtu, 17 Oktober 2026
21:17 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Tandem Tusi

Tandem Tusi

Bagikan:
250px-TusiCouple.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Model animasi dari tandem Tusi.

Tandem Tusi adalah sebuah peranti matematis dengan sebuah lingkaran kecil berputar di dalam sebuah lingkaran yang diameternya lebih besar dua kali daripada lingkaran yang lebih kecil. Rotasi lingkaran menghasilkan sebuah titik pada keliling dari lingkaran yang lebih kecil berosilasi bolak-balik dalam gerak linier di sepanjang diameter lingkaran yang lebih besar. Tandem Tusi adalah sebuah hiposikloid dengan 2 titik taring.

Tandem ini pertama kali diusulkan oleh astronom Persia abad ke-13 dan matematikawan Nashiruddin ath-Thusi dalam Tahrir al-Majisti (Tafsiran tentang Almagest) tahun 1247 sebagai solusi untuk gerakan latitudinal planet-planet inferior,[1] dan kemudian digunakan secara luas sebagai pengganti equant yang diperkenalkan lebih dari seribu tahun sebelumnya dalam Almagest Ptolemaeus.[2][3]

Lihat pula

Catatan

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tusi-couple.
  1. ↑ George Saliba (1995), 'A History of Arabic Astronomy: Planetary Theories During the Golden Age of Islam', pp.152-155
  2. ↑ "Late Medieval Planetary Theory", E. S. Kennedy, Isis 57, #3 (Autumn 1966), 365-378, JSTOR 228366.
  3. ↑ Craig G. Fraser, 'The cosmos: a historical perspective', Greenwood Publishing Group, 2006 p.39

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan