Prof. Mr. Tan Tjeng Bie | |
|---|---|
陳清美 | |
Potret resmi (1949) | |
| Kepala Departemen/Menteri Kehakiman Negara Sumatera Timur ke-1 | |
| Masa jabatan 28 Januari 1948 –17 Agustus 1950 | |
| Wali Negara | Tengku Mansur |
| Pendahulu | Tidak ada, jabatan baru |
| Pengganti | Tidak ada, jabatan dihapus |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 1906 |
| Meninggal | 1969 (umur 62) |
| Pendidikan | Rechtshoogeschool te Batavia (Mr.) Universitas Sumatera Utara (Prof.) |
| Profesi | Pengacara, politisi, akademisi |
Prof. Mr. Tan Tjeng Bie (Aksara Tionghoa: 陳清美, Pinyin: Chén Qīngměi, 1907-1969) merupakan seorang cendekiawan dan politisi Tionghoa Indonesia. Ia dikenal karena pernah menjabat sebagai menteri dalam kabinet Negara Sumatera Timur.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Tan Tjeng Bie lahir di Tarutung, Tapanuli, pada tahun 1907 dari pasangan Tan Soei Hok dan Lie Kim Lan. Tan Soei Hok, ayahnya, memiliki sebuah toko kecil di Tarutung dan berdagang ikan. Dari kedua orang tuanya, Tan Tjeng Bie memiliki keturunan Tionghoa dan Batak, dan sejak masa kecilnya fasih berbicara dalam bahasa Melayu, Batak, dan Belanda, namun ia tidak dapat berbicara dalam bahasa Tionghoa.[1]
Tan pertama menempuh pendidikan di Hollandsche Chineesche School (HCS) di Sibolga, sebuah sekolah untuk golongan Tionghoa yang menggunakan pengantar bahasa Belanda. Setelah lulus dari HCS, ia masuk ke Algemeene Middelbare School (AMS) di Yogyakarta.
Pada tahun 1929, Tan masuk ke Rechtshoogeschool te Batavia (Sekolah Tinggi Hukum Batavia, RHS) dan lulus pada tahun 1936, dan menyandang gelar Meester in de Rechten (Mr.).
Karier
Hindia Belanda
Pada tahun 1937, Tan terdaftar sebagai seorang pengacara pada Mahkamah Agung Hindia Belanda di Batavia.[2] Namun pada tahun 1938, ia pindah ke Medan untuk menjadi seorang pengacara swasta.[1]
Pada tahun 1938, Tan menjadi seorang calon dalam pemilihan anggota Dewan Kota (Gemeenteraad) Medan mewakili golongan Tionghoa. Ia menjadi calon utama (lijsttrekker) dalam salah satu kumpulan politik, dan bersaing dengan Tan Boen Djin, yang kemudian akan menjadi rekan sekerjanya dalam Negara Sumatera Timur.[3]
Negara Sumatera Timur
Pada masa Revolusi, golongan Tionghoa di Sumatera Timur menjadi korban dari ekses-ekses kekerasan revolusioner yang kemudian disebut sebagai Revolusi Sosial Sumatera Timur, di samping para bangsawan kesultanan-kesultanan Melayu yang menjadi sasaran utamanya. Sebagai reaksi atas kekerasan yang dialami oleh golongan Tionghoa, secara garis besar golongan Tionghoa di Sumatera Timur mendukung usaha para bangsawan tradisional Melayu untuk mendirikan suatu negara bagian di Sumatera Timur yang terpisah dari Republik Indonesia.[4][5] Sebagai sebuah respon positif, Tengku Mansur, Wali Negara Sumatera Timur, mengundang Tan Tjeng Bie untuk duduk dalam Kabinet Negara Sumatera Timur mewakili golongan Tionghoa. Pada tanggal 28 Januari 1948, Tan Tjeng Bie dilantik sebagai Kepala Departemen/Menteri Kehakiman Negara Sumatera Timur.[6]
Sebagai Kepala Departemen/Menteri Kehakiman NST, Tan Tjeng Bie menghadiri Konferensi Majelis Permusyawaratan Federal (BFO) di Bandung pada tahun 1948.
Tan Tjeng Bie berhenti menjabat sebagai Kepala Departemen/Menteri Kehakiman NST ketika Negara Sumatera Timur dilebur ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950.
Akhir Hayat
Setelah berhenti dari jabatan politik, Tan Tjeng Bie berkarya dalam bidang pendidikan. Ia turut mendirikan Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tahun 1952, dan ketika Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara didirikan pada tahun 1954, Tan diangkat menjadi profesor dalam bidang hukum sipil dan hukum dagang.[1] Ia juga berperan dalam pendirian Universitas Islam Sumatera Utara dan pernah menjabat sebagai dekan Fakultas Ekonomi.[7]
Tan Tjeng Bie wafat pada tahun 1969 di Medan dalam usia 62 tahun.[1]
Referensi
- 1 2 3 4 Minasny, Budiman; Buiskool, Dirk Aedsge; Tjong, Edy Saputra (2026-07-10). Chinese Figures of Medan and East Sumatra 1880–1960 (dalam bahasa Inggris). Terry Worf. ISBN 978-1-7646955-2-7.
- ↑ Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië (1937-08-20). "Mr. Tan Tjeng Bie". Koran.
- ↑ Deli courant (1938-07-30). "De Chineesche lijsten". Koran.
- ↑ van Langenberg, Michael (1982). "Class and Ethnic Conflict in Indonesian's Decolonization Process: A Study of East Sumatra". Indonesia (33): 1–30. doi:10.2307/3350925. ISSN 0019-7289.
- ↑ Sejarah perkembangan pemerintahan Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Utara. Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Utara. 1994.
- ↑ Bukti. Djabatan Penerangan Negara Sumatera Timur. 1949.
- ↑ Utara (Indonesia), Sumatera (1969). Almanak pemerintah daerah Propinsi Sumatera Utara.