| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Nolvadex, Genox, Tamfen, Tamofen, lainnya[1] |
| Nama lain | TMX; ICI-46474 |
| AHFS/Drugs.com | monograph |
| MedlinePlus | a682414 |
| Kategori kehamilan |
|
| Rute pemberian | Oral |
| Kelas obat | Modulator reseptor estrogen selektif |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum | |
| Data farmakokinetika | |
| Pengikatan protein | 99% |
| Metabolisme | Hati (CYP3A4, 2C9 dan 2D6) |
| Waktu paruh eliminasi | 5-7 hari[2] |
| Ekskresi | Feses: 65% Urin: 9% |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| IUPHAR/BPS | |
| DrugBank |
|
| ChemSpider |
|
| UNII | |
| KEGG |
|
| ChEBI | |
| ChEMBL |
|
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.031.004 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C26H29NO |
| Massa molar | 371,515 g/mol 563.638 g/mol (citrate salt) |
| Model 3D (JSmol) | |
| |
| |
| (verify) | |
Tamoksifen, dipasarkan dengan nama dagang Nolvadex dan lainnya, adalah obat yang digunakan untuk mencegah kanker payudara pada wanita dan mengobati kanker payudara pada wanita dan pria.[3] Obat ini juga sedang dipelajari untuk pengobatan kanker lainnya.[3] Tamoksifen juga telah digunakan untuk pengobatan sindrom Albright.[4] Tamoksifen diminum setiap hari selama lima tahun untuk pengobatan kanker payudara.[4]
Efek samping yang berat antara lain peningkatan risiko kanker uterus, stroke, masalah penglihatan, dan emboli paru.[4] Efek samping yang umum terjadi antara lain menstruasi tidak teratur, penurunan berat badan, dan hot flash.[4] Tamoksifen tidak boleh diberikan pada pasien yang sedang hamil atau menyusui.[4] Tamoksifen adalah obat golongan modulator reseptor estrogen selektif (selective estrogen-receptor modulator/SERM) dan bekerja dengan mengurangi pertumbuhan sel kanker payudara.[4][5] Tamoksifen termasuk dalam golongan trifeniletilena.[6]
Tamoksifen awalnya disintesis pada tahun 1962 oleh Dora Richardson.[7][8] Tamoksifen terdapat dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[9] Tamoksifen terdapat dalam bentuk generik.[4] Biaya pengobatan di negara berkembang adalah sekitar US $0,07-0,23 per hari.[10] Di Amerika Serikat, harganya sekitar $1 per hari.[4]
Indikasi
Kanker payudara
Saat ini tamoksifen diindikasikan untuk pengobatan kanker payudara stadium awal maupun stadium akhir dengan positif reseptor estrogen (ER+) pada wanita pra- dan pasca-menopause.[11] Selain itu, tamoksifen digunakan untuk pengobatan hormon pada kanker payudara pria.[12] Tamoksifen juga disetujui oleh FDA untuk pencegahan kanker payudara pada wanita dengan risiko tinggi.[13] Jangka waktu penggunaan tamoksifen yang direkomendasikan adalah 10 tahun.[14]
Infertilitas
Tamoksifen digunakan untuk perangsangan ovulasi agar dapat mengobati infertilitas pada wanita. Tamoksifen diberikan pada hari ke-3 sampai 7 dari siklus menstruasi.[15]
Tamoksifen dapat meningkatkan kesuburan pada laki-laki dengan infertilitas dengan merangsang sumbu hipotalamus-hipofisis-gonad melalui antagonisme ER. Hal tersebut menyebabkan peningkatan sekresi hormon pelutein (LH) dan hormon perangsang folikel (FSH), sehingga meningkatkan produksi testosteron.[16]
Ginekomastia
Tamoksifen dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati ginekomastia.[17]
Lainnya
Tamoxifen terkadang digunakan untuk pengobatan penyakit langka seperti fibrosis retroperitoneal[18] dan mesenteritis sklerosis idiopatik.[19]
Efek samping

Dari hasil penelitan menunjukkan bahwa tamoksifen, raloksifen, dan tibolone dapat mengurangi kejadian kanker payudara invasif secara signifikan pada wanita paruh baya, tetapi risiko kejadian efek samping juga meningkat.[20]
Tulang
Efek samping tamoksifen yang bermanfaat adalah mencegah pengeroposan tulang dengan bertindak sebagai agonis ER (meniru efek estrogen) pada sel tulang. Karena itu, tamoksifen dapat menghambat osteoklas dan mencegah osteoporosis.[21][22] Ketika tamoksifen mulai dipasarkan, awalnya diduga bahwa tamoksifen akan bertindak sebagai antagonis ER di semua jaringan, termasuk tulang. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa tamoksifen akan menyebabkan osteoporosis. Efek tamoksifen yang selektif tersebut membuat adanya penelitan baru mengenai SERM.[23] Sebaliknya, tamoksifen akan menyebabkan osteoporosis pada wanita pramenopause setelah pemberian adjuvan kemoterapi.[24]
Kanker endometrium
Tamoksifen adalah SERM.[25] Meskipun bertindak antagonis pada jaringan payudara, tamoksifen bertindak sebagai agonis parsial pada endometrium. Hal tersebut memiliki keterkaitan dengan kejadian kanker endometrium pada beberapa wanita. Oleh karena itu, perubahan pada endometrium, seperti kanker, adalah salah satu efek samping tamoksifen.[26] Seiring waktu, risiko terjadi kanker endometrium dapat meningkat hingga empat kali lipat. Hal tersebut menjadi alasan tamoksifen hanya digunakan selama 5 tahun.[27]
Sistem saraf pusat
Pasien kanker payudara yang diobati dengan tamoksifen menunjukkan tanda-tanda penurunan fungsi kognitif,[28] dan penurunan memori semantik.[29] Namun, gangguan tersebut tidak separah gangguan yang disebabkan penggunaan anastrozol (inhibitor aromatase).[30]
Referensi
- ↑ "NCI Drug Dictionary". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Desember 2015. Diakses tanggal 28 November 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Tamoxifen". Drugs.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-11-10.
- 1 2 "Tamoxifen Citrate". NCI. Agustus 26, 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2016. Diakses tanggal 28 November 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 6 7 8 "Tamoxifen Citrate". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-01-04. Diakses tanggal 27 Nov 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Selective estrogen receptor modulators". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Desember 2013. Diakses tanggal 28 November 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Dueñas-Díez, edited by Antonio Cano Sanchez, Joaquim Calaf i Alsina, José-Luis (2006). Selective Estrogen Receptor Modulators a New Brand of Multitarget Drugs. Berlin, Heidelberg: Springer-Verlag Berlin Heidelberg. hlm. 52. ISBN 9783540347422.
{{cite book}}:|first=memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) - ↑ Quirke, Viviane M. (12 Sep 2017). "Tamoxifen from Failed Contraceptive Pill to Best-Selling Breast Cancer Medicine: A Case Study in Pharmaceutical Innovation". Front. Pharmacol. 8: 620. doi:10.3389/fphar.2017.00620. PMC 5600945. PMID 28955226.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Tamoxifen (ICI46,474) as a targeted therapy to treat and prevent breast cancer". British Journal of Pharmacology. 147 Suppl 1 (Suppl 1): S269–76. Jan 2006. doi:10.1038/sj.bjp.0706399. PMC 1760730. PMID 16402113.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "WHO Model List of Essential Medicines (19th List)" (PDF). World Health Organization. April 2015. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 13 Desember 2016. Diakses tanggal 8 Desember 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Tamoxifen Citrate". International Drug Price Indicator Guide. Diakses tanggal 28 November 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Fourteenth Gaddum Memorial Lecture. A current view of tamoxifen for the treatment and prevention of breast cancer". British Journal of Pharmacology. 110 (2): 507–17. Okt 1993. doi:10.1111/j.1476-5381.1993.tb13840.x. PMC 2175926. PMID 8242225.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Breast cancer in men". CancerHelp UK. Cancer Research UK. 2007-09-28. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-01. Diakses tanggal 2009-03-22.
- ↑ Center for Drug Evaluation and Research (Juli 7, 2005). "Tamoxifen Information: reducing the incidence of breast cancer in women at high risk". U.S. Food and Drug Administration. Diarsipkan dari asli tanggal Juni 19, 2007. Diakses tanggal Juli 3, 2007.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Adjuvant endocrine therapy for women with hormone receptor-positive breast cancer: american society of clinical oncology clinical practice guideline focused update". Journal of Clinical Oncology. 32 (21): 2255–69. Jul 2014. doi:10.1200/JCO.2013.54.2258. PMC 4876310. PMID 24868023.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Comparison of tamoxifen and clomiphene citrate for ovulation induction: a meta-analysis". Human Reproduction. 20 (6): 1511–5. Jun 2005. doi:10.1093/humrep/deh840. PMID 15845599.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Revisiting oestrogen antagonists (clomiphene or tamoxifen) as medical empiric therapy for idiopathic male infertility: a meta-analysis". Andrology. 1 (5): 749–57. September 2013. doi:10.1111/j.2047-2927.2013.00107.x. PMID 23970453.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Gynecomastia: Incidence, Causes, and Treatment: Treatment". Medscape.
- ↑ "Brief communication: tamoxifen therapy for nonmalignant retroperitoneal fibrosis". Annals of Internal Medicine. 144 (2): 101–6. Jan 2006. doi:10.7326/0003-4819-144-2-200601170-00007. PMID 16418409.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Sclerosing mesenteritis: clinical features, treatment, and outcome in ninety-two patients". Clinical Gastroenterology and Hepatology. 5 (5): 589–96, quiz 523–4. Mei 2007. doi:10.1016/j.cgh.2007.02.032. PMID 17478346.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ OncoGenetics.Org (September 2009). "Medications Effective in Reducing Risk of Breast Cancer But Increase Risk of Adverse Effects". OncoGenetics.Org. Diarsipkan dari asli tanggal September 24, 2009. Diakses tanggal 2009-09-14.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Estrogen prevents bone loss via estrogen receptor alpha and induction of Fas ligand in osteoclasts". Cell. 130 (5): 811–23. Sep 2007. doi:10.1016/j.cell.2007.07.025. PMID 17803905.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Estrogen protects bone by inducing Fas ligand in osteoblasts to regulate osteoclast survival". The EMBO Journal. 27 (3): 535–45. Feb 2008. doi:10.1038/sj.emboj.7601984. PMC 2241656. PMID 18219273.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Prevention and treatment of osteoporosis in women with breast cancer". Mayo Clinic Proceedings. 75 (8): 821–9. Ags 2000. doi:10.4065/75.8.821. PMID 10943237.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Tamoxifen treatment after adjuvant chemotherapy has opposite effects on bone mineral density in premenopausal patients depending on menstrual status". Journal of Clinical Oncology. 24 (4): 675–80. Feb 2006. doi:10.1200/JCO.2005.02.3515. PMID 16446340.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Antagonistic and agonistic effects of tamoxifen: significance in human cancer". Seminars in Oncology. 24 (1 Suppl 1): S1–71–S1–80. Feb 1997. PMID 9045319.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Tamoxifen (TAM): the dispute goes on" (PDF). Annali Dell'Istituto Superiore di Sanità. 42 (2): 170–3. 2006. PMID 17033137. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2007-08-10.
- ↑ "Tamoxifen for Breast Cancer & Side Effects". Health and Life. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2010-02-16.
- ↑ "Preliminary assessment of cognitive function in breast cancer patients treated with tamoxifen". Breast Cancer Research and Treatment. 64 (2): 165–76. Nov 2000. doi:10.1023/A:1006426132338. PMID 11194452.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Estrogen- and tamoxifen-associated effects on brain structure and function". NeuroImage. 21 (1): 364–71. Jan 2004. doi:10.1016/j.neuroimage.2003.08.037. PMID 14741674.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Memory impairments with adjuvant anastrozole versus tamoxifen in women with early-stage breast cancer". Menopause. 14 (6): 995–8. 2007. doi:10.1097/gme.0b013e318148b28b. PMC 2831410. PMID 17898668.
| Nasional | |
|---|---|
| Lain-lain | |